Nah, makin asyik nih. Makin banyak pilihan, tagantuang lai ado pitih atau 
indak, dan lai bagak atau indak. 
Kalau mau aman dan pitih pas-pasan sajo, simpan dan bahimaiklah.
Kok lai bagak dan ado pitih ekstra, bali saham, nan kini sadang murah. Jua 
baliak kalau haragonyo alah naiak. Bisa kayo. [Kabanyo dulu George Soros baitu 
juo kiek nan dipakainyo].
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]



 
----- Original Message ----
From: zul tan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, October 9, 2008 10:46:39 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Mohon nasehat para ekonomi, apa yang perlu 
diperbuat.


"....tahanlah dulu keinginan untuk
berinvestasi atau membuka usaha." (Zulkarnain Kahar)

Saya setuju pendapat bang Zul di atas.  Ini adalah cara aman dengan memilih "do 
nothing."
Mungkin lebih dari 90% orang memilih langkah ini.  Tapi percayakah anda selalu 
ada orang yang diuntungkan dalam situasi apapun?  Mungkin 5 dari 100 orang 
tetap "do something."

Januari lalu saya bertemu teman yang aktif sebagai investor di BEI.  Sebagian 
besar investasinya ada di saham Astra (ASII).  Delapan bulan sebelumnya (April 
'07) ia membeli selembar ASII Rp 14.000.  Saya bilang alangkah beruntungnya dia 
karena pada saat bertemu harga saham Astra sudah Rp 29.000.  Gain 100% dalam 
waktu 8 bulan.
Saat itu saya bergumam bila harganya kelak kembali Rp 14.000 saya akan beli.
Tapi apa mungkin?
Taukah Anda berapa saham Astra saat BEI di suspend Rabu kemarin? Rp 12.800.
Turun 20% hanya dalam 1 hari itu.  Inilah saat yang saya tunggu.  Insya Allah 
besok akan saya beli.  Apakah saya percaya harganya tidak akan turun lagi?  
Tidak percaya!  So..
saya akan beli lagi bila turun ke Rp 10..000.  Yang saya percaya Astra adalah 
perusahaan bagus.  Apakah tidak mungkin bangkrut?  Mungkin sekali! Tapi mungkin 
belakangan setelah perusahaan2 lainnya.
Apakah harus punya banyak uang untuk investasi?  Tidak!  Tapi dari 100% uang 
investasi, melakukan pembelian 20%, 20%, 20%, 20%, 20% adalah cara yang lebih 
aman.  Orang pintar bilang inilah money management.  
Cara ini belum tentu benar tapi cara inilah yang saya pilih....
No Pain No Gain.

Baribu Maaf ka Bang Zul, Pak Saaf, kok nyampang ado nan ndak titampeknyo.
Mohon maaf lahir & bathin.
Salam,
Zul Tanjung
(L, 48, Bogor)

--- On Thu, 10/9/08, Zulkarnain Kahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Zulkarnain Kahar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Mohon nasehat para ekonomi, apa yang perlu 
diperbuat.
To: [email protected]
Date: Thursday, October 9, 2008, 9:01 AM


Pak Syaaf. dan sanak sadonyo.
Assalamulaikum .w.w

Menyuruh pemerintah menjamin simpanan ditas 100 juta sama saja, kita orang
kecil yang ikut menanggung keserakahan para konglomerat. Angka seratus juta itu
adalah maksimal jumlah tabungan rakyat badarai.

Menurunkan tingkat sukubunga mungkin bisa dilakukan karena ada banyak negara
sudah melakukannya.

Mengontrol denngan ketat semua transaksi. Mulailah memikirkan membentuk POLISI
RUPIAH, tidak dibenarkan membawa rupiah keluar negeri.

Dolar yang masuk dan keluar mulai dicatat dengan jelas. Siapapun yang melakukan
penukaran selain korporasi mohon didampingi anggota KPK. Ini akan menghentikan
pelarian uang panas keluar. Ada ribuan anggota dewan dan para petinggi negeri
ini yang mengatongi USD yang tak jelas asal usulnya. Siaran TV dari para
koruptor yang tertangkap  sudah bisa jadi gambaran kita.


Saran berhemat saya, dan tidak mudah menerima pijaman tanpa agunan yang
sekarang bertaburan, cukuplah punya satu kartu kredit saja dan jangan eprnah
membayar minimum payment adalah untuk kita orang kecil.. 

Kalau adapun sisa uang seratus dua ratus tahanlah dulu keinginan untuk
berinvestasi atau membuka usaha.

Wassalam


http://zkahara..wordpress.com/  Male  - 50th  kalau lurus jalan ke maninjau
you must be in the wrong state....


--- On Thu, 10/9/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Mohon nasehat para ekonomi, apa yang perlu
diperbuat.
> To: [email protected]
> Date: Thursday, October 9, 2008, 8:36 AM
> Betul juga. Lantas bagaimana ? Kalau begitu,
> sebaiknya Pemerintah cepat-cepat beri jaminan supaya tidak
> ada 'rush'. 
> 
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar
> (L, masuk 72 th, Jakarta)
> Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke