Assalammualaikum Wr Wb teman-teman dan dunsanak-dunsanak dimanapun berada yth

Semoga semua berda dalam keadaan sehat walafiat dan tak kurang satu apapun 
hendaknya. Amin.

Pak Heru, pak Edwin,  pak Sulis dan pak Heri di Jakarta, kalau tidak keberatan 
mohon di kritik dan di beri saran untuk tulisan berikut ini. Makasih atas 
perhatiannya. 

Mamak Mufni, Mak Ad, minda dan suami (ad), bantuin juga dong.

Wass

Hanifah

--- On Sun, 10/12/08, Eri Bagindo Rajo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Eri Bagindo Rajo <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Trs: Bls: naskah opini untuk dikoreksi
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "hanifah 
damhuri" <[EMAIL PROTECTED]>, "muhammad syahreza" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, October 12, 2008, 11:17 AM



Opini

 

1 halaman, dengan foto dan ilustrasi

 

FAKTA di Balik Krisis Keuangan 

 

Oleh: Erinos Muslim Tanjung*

 

Banyak anggota masyarakat dan pemangku kepentingan
yang bingung dengan terjadinya hiruk pikuk akan terjadinya krisis ekonomi di
Indonesia, sebagai pengaruh dan impact dari krisis di sektor keuangan dan pasar
modal yang bermula di amerika serikat oleh datangnya gelombang krisis yang
mendadak dari Amerika.

Hampir semua orang meraba raba apa yang sebenarnya
terjadi dan seberapa besar dampaknya terhadap roda perekonomian Indonesia, dan
bagaimana pengaruhnya pada rakyat. Akibat tidak tersedianya informasi dan
analisa yang jelas, terjadi kekhawatiran berlebihan, cendrung panik tanpa
mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. 

 

Padahal,
sebenarnya yang terjadi  adalah krisis di
sektor keuangan, dimana Bank Bank besar yang mendanai kredit sektor property
terseret kredit macet  kemudian merontokkan
pasar uang dan pasar modal, merambat pada Investment House, dan Bank bank yang
mendanai atau memberi kredit pada Investment House dan memberi kredit pada
investor pelaku pasar modal (Stock Exchange Market & Financial Sector).  

 

Bagaimana  kondisi saat ini? Menggoreng Harga Saham, Obligasi
Sampah, hybrid monetary securities instrument serta forward trading
(mempermainkan harga future commodities seperti gandum, rice, oil, cpo, copper,
tin dll). merupakan fakta sehari hari dalam pasar keuangan dunia. Peraturan
yang longgar, etika yang sudah tidak dihormati, mis informasi keuangan, sangat
mewarnai pasar keuangan. Keinginan untuk mendapatkan Quick yielding dan high
profit, dengan mengabaikan sound risk asset management .  Akhirnya berubah 
menjadi bencana pasar
keuangan di AS yang juga mempengaruhi pasar keuangan Negara-negara  di Timur 
Tengah, Eropa, Asia dll.  Dampaknya juga terasa oleh Negara-negara kecil
yang pasar keuangannya seperti Indonesia. Sebab, uang investor itu juga bermain
di pasar keuangan domestik Indonesia. 

 

Jadi
krisis ini tidak terjadi pada sektor-sektor produksi barang dan jasa pada
sektor ekonomi riil (Real Economic Sector). 


 

Dalam
jangka waktu tertentu memang akan ada imbas pengaruh krisis setor keuangan pada
sektor riil.  Pengaruhnya pada sektor
riil antara lain, gonjang ganjing nilai kurs, ketatnya kredit perbankan dan
menurunnya ekspor akibat negara-negara tujuan ekspor mengurangi importnya.
Namun besarnya impact ini terhadap perekonomian nasional secara keseluruhan
tergantung kepada factor ketahanan ekonomi domestic. Pengaruh ini hanya akan
membawa dampak besar terhadap negera-negara yang sebagian besar mengandalkan
pendapatannya melalui ekspor ke Amerika, atau negara-negara yang ekonominya
sangat tergantung pada jasa dan kegiatan ekonomi sektor keuangan (Singapura
misalnya).

Negara-negara
seperti Indonesia, China, Thailand yang pasar domestiknya besar, tidak perlu
terlalu kuatir, karena sector sector ekonomi riil akan tetap survive.

 

Oleh
karena itu Pemerintah RI dan penjabat2nya serta masyarakat umum seharusnya
tidak perlu panik berkelebihan. Karena yang langsung terpengaruh pada gonjang
ganjing pasar modal ini adalah para investor yang bermain saham dan produk
reksadana turunannya. Meski pun ada kecenderungan, 
terkesan IMF memaksa dan menyeret semua negara ikut panik. 

 

 

Saat
ini pemberitaan  makro ekonomi kita
terlalu didominasi  oleh pemberitaan
makro sector financial advanced (nilai kurs, margin trading, spekulasi harga
saham dan securitisasi asset financial). Sehingga memberi kesan bahwa itulah
Perekonomian Nasional Indonesia. Pemberitaan berimbang  mengenai STRUKTUR 
PEREKONOMIAN NASIONAL
INDONESIA jarang kita temui. Apalagi pemberitaan dan pemahaman atas kuatnya
pasar domestic Indonesia dengan fenomena pedagang dan industri kecilnya

yang
sangat banyak membantu Indonesia melewati krisis ekonomi 1998/1999.

 

Kekurangan
informasi ini menyebabkan krisis keuangan dipasar modal yang berlangsung saat
ini yang terjadi   akibat kecerobohan
sistem dan kebijakan yang kurang terkontrol ( menggoreng harga saham, praktek2
short selling), langsung dianggap sebagai krisis perekonomian.

 

Seharusnya
kenyataan ini menyadarkan pemerintah di banyak negara, bahwa ekonomi
konvensional ternyata jauh lebih sehat dan stabil serta bermanfaat untuk
kemajuan negara dalam jangka panjang, ketimbang menciptakan sistem baru yang
justru membawa kita semua ke jurang krisis.

 

Rencana
pemerintah yang akan melakukan buyback saham-saham BUMN, adalah tindakan yang
perlu dipikirkan dengan matang. 
Apalagi  untuk membeli kembali
saham-saham yang sudah anjlok itu dengan menggunakan dana APBN ataupun
dana-dana lain yang di arahkan untuk itu . Harus jelas dan perlu pertanggung
jawaban pelaksana, KAPAN dan PADA  tingkat harga berapa BUY BACK dilaksanakan.
Investor siapa yang akan di beli portofolionya. Jangan sampai skenario BUY BACK
SAHAM  BUMN / penyelamatan pasar modal
ini hanya akal-akalan untuk menyelematkan Individu investor tertentu atau Dana
Pensiun tertentu atau lembaga tertentu dari kerugian besar. Perlu dipikirkan
juga bagaimana tehnis pembukuan transaksi buy back ini dalam neraca BUMN
tersebut.

 

BUMN
adalah legal entity yang bisa melakukan 
transaksi apapun sesuai wewenang dan company objectivenya. Jadi BUMN mau
buyback sahamnya di pasar modal atau tidak, semua adalah pilihan bisnis. Jika
tindakan buy back ini menyebabkan kerugian pada BUMN terkait siapa yang harus
bertanggung jawab? Menteri BUMN, Menkeu, Direksi dan Komisaris BUMN, atau
kembali menjadi tanggung jawab rakyat ala BPPN masa lalu? 

Tetapi
kalau Menteri atau Presiden memerintahkan BUMN untuk buyback sahamnya, itu
adalah suatu keputusan publik pemerintah (Public Policy) yang   harus menjadi 
concern semua pihak dan
sebaiknya  seijin DPR.  

 

Boleh-boleh
saja pemerintah bermaksud menyelamatkan pasar saham di Indonesia, tapi tidak
dengan menggunakan APBN. Jika dilakukan, ini sama saja artinya mengorbankan 
rakyat
kecil untuk kepentingan segelintir investor. Membela spekulan saham di BEI
bukan tindakan tepat sasaran. Langkah ini sama saja dengan membela “penjudi”
bermain harga saham di secondary market. 

 

Kita perlu waspada terhadap hipotesa-hipotesa dan
skenario-skenario penanganan dampak krisis yang memaksa menyeret pemerintah
kita memberikan advantage berlebihan pada pihak pihak tertentu .

 

Pengalaman 
tahun 1998 membuktikan, Negara Indonesia telah tertipu oleh konspirasi
pengutang dalam negeri, IMF serta pihak-pihak yang ingin merebut kekuasaan
politik dari Soeharto. Banyak bukti dan indikasinya menunjukkan bahwa BLBI dan
pemberian dana talangan pada bank-bank tertentu, penghapusan hutang
konglomerat, penjualan asset BPPN dengan membabi buta, adalah bukti kebijakan
pemerintah yang kurang tepat dan tidak memikirkan effek jangka panjang.

 

Kesalahan ini memang telah terjadi ,  rakyat dan Negara telah dikorbankan untuk
membayar utang debitur-debitur perbankan yang  sangat besar. Tapi jangan 
terualang kembali. 

 

Jadi,
ini  bukan economic disaster, tapi
disaster of greedy capital/financial players that induced national economy of
other nations around the world. 

 

*Penulis
adalah mantan direksi bank dan pemerhati masalah ekonomi

 

Yth.Bapak/Ibu, Rekan dan Sahabat

Bersama ini saya attached opini mengenai krisis keuangan yang menjadi issue 
utama saat ini
Semoga bermanfaat bagi kita semua

wassalamErinos


--




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke