Menyambut FSSM, Mengenang “Abuan Saudagar” 

   
            Padang Ekspres, Senin, 13 Oktober 2008 
      Oleh : Suryadi, dosen dan peneliti Leiden University, Belanda
  
Berbeda dengan Pertemuan Saudagar Bugis yang berlangsung di Makassar (4-5 
Oktober 2008) yang terus-terang menyatakan dukungan politik kepada pasangan 
SBY-JK untuk pemilu mendatang (Kompas, 6-10-2008), Panitia Forum Silaturahmi 
Saudagar Minang (FSSM) yang, sebagaimana halnya Pertemuan Saudagar Bugis, akan 
dibuka oleh Wakil Presiden, Yusuf Kalla, sudah lebih dahulu menyatakan bahwa 
kegiatan ini tidak bermotif politik (Padang Ekspres, 10-10-2008). 
  Pernyataan itu tampaknya dimaksudkan untuk mengantisipasi isu-isu yang 
terkait dengan politik praktis yang di negeri ini acap kali mengemuka kalau 
orang sudah berkumpul-kumpul, apalagi yang berkumpul-kumpul itu orang 
besar-besar seperti para saudagar Minang yang sudah berjaya di berbagai rantau. 
Konon saudagar Minang itu bermental sentrifugal, berbeda dengan saudagar Cina 
yang bermental sentripetal. Dan oleh sebab itu pula secara umum  jejaring 
(networks) di antara saudagar Minang itu tak begitu solid. Jadi, untuk 
’menyatukan’ mereka memang merupakan suatu tantangan yang berat juga. 
  Dan oleh sebab itu pula secara umum koneksi dan jejaring (networks) di antara 
saudagar Minang itu tak begeitu solid. Jadi, kalau sekarang lebih dari 700-an 
orang saudagar Minang akan pulang kampung dan berkumpul-kumpul, membincangkan 
berbagai hal untuk kemajuan sesamanya, maka hal itu adalah sesuatu yang luar 
biasa dan patut disambut gembira. Mudah-mudahan urun rembuk para saudagar 
Minang dalam FSSM itu mencerminkan pula perubahan filosofi hidup dan filosofi 
dagang di antara para saudagar Minang. 
  Tinggal pertanyaan: akankah FSSM yang kedua ini—mudah-mudahan akan berlanjut 
pada tahun-ahun berikutnya—dapat menjadi ’tali singalik’ bagi saudagar Minang 
di kampung untuk dapat ’memanjat’ ke tingkat yang lebih tinggi? Dengan kata 
lain, apakah FSSM ini akan membahas langkah-langkah dan terobosan konkret untuk 
lebih memberdayakan saudagar Minang yang berusaha di kampung halaman? Sejauh 
mana forum silaturahmi itu mambao sato rekan-rekannya yang ada di ranah? Semua 
itu tentu terpulang kepada para saudagar dari rantau yang akan berurun rembuk 
itu. 
  Untuk itu mungkin ada baiknya kita mengenang kembali pertemuan saudagar 
Minang yang pertama—sejauh yang diketahui—yang diadakan pada akhir 1920-an. 
Pada tanggal 6 Desember 1930 beberapa orang saudagar Minang seperti Anwar Sutan 
Saidi, M. Taher Marah Sutan, Datuak Mangulak Basa, dan lain lain, bertemu di 
toko Haji Sulaiman di Bukittinggi (Fort de Kock). 
  Pertemuan itu diikuti oleh anggota teras Perhimpunan Saudagar Indonesia (HSI) 
Cabang Bukittinggi. HSI adalah adalah himpunan saudagar kecil Minang yang yang 
berpusat di Padang. Organisasi ini bersifat nonpolitis yang ditujukan sebagai 
forum tempat bermusyawarah untuk membela kepentingan dagang mereka dan dalam 
upaya melindungi saudagar Minangkabau dalam berkompetisi dengan pedagang 
Tionghoa yang mendapat proteksi dan prioritas dari Belanda (Sudarmoko 2008:43). 
  Pertemuan di toko Haji Sulaiman (Percetakan Islamiyah) itu menyepakati 
pembetukan apa yang kemudian dikenal sebagai Abuan Saudagar. Organisasi ini 
kemudian berkembang dan banyak menolong para saudagar yang kekurangan modal. 
Organisasi inilah yang menjadi cikal-bakal Bank Nasional yang sempat menjadi 
kebanggaan orang Minang karena bank itu memberi pinjaman kepada para pedagang 
kecil dan menengah Minang untuk memajukan usaha mereka (lihat: Aziz Thaib 
dkk.1970). 
  Berbeda zaman tentu berbeda pula tantangan yang dihadapi oleh saudagar 
Minang. Akan tetapi tetap saja ada pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa 
sejarah di masa lalu. “Forum silaturahmi” saudagar Minang yang tergabung dalam 
HSI pada tahun 1930 di Bukittingi berhasil mendirikan Abuan Saudagar yang 
kemudian berkembang menjadi Bank Nasional, sebuah sumbangan nyata para sudagar 
Minang yang bermodal besar pada waktu itu untuk membantu rekan-rekan mereka 
yang bermodal kecil atau kekurangan modal. 
  Dia abad ke-21 ini kembali saudagar Minang mengadakan pertemuan dan 
silaturahmi. Masyarakat ingin melihat apa wujud konkrit dari hasil silaturahmi 
itu, seperti terefleksi dalam berbagai komentar yang muncul di media. Dengan 
berbagai fasilitas modern yang ada sekarang, mestinya FSSM jangan sampai kalah 
oleh para pendahulu mereka dalam membantu mewujudkan kerjasama dan saling 
memberi dorongan, baik moril maupun materil, demi untuk kemajuan sesama 
saudagar Minang, yang tentu akan berdampak kepada masyarakat Minangkabau secara 
keseluruhan. 
  Di tahun 1930 Anwar Sutan Saidi dan kawan-kawan mengadakan rapat di 
Bukittinggi di bawah pengawasan mata elang aparat PID (Politieke Inlichtingen 
Dienst) Belanda; minggu ini Fahmi Idris dan kawan-kawan bertemu dan berkumpul 
di Padang di bawah kilatan lensa sensitif kamera para wartawan. 
  Mari sama-sama kita lihat apa efeknya terhadap para saudagar Minang yang ada 
di ranah. Jika tidak ada konkretisasi dari FSSM (yang kedua) ini, maka 
masyarakat Minangkabau, baik yang di rantau maupun yang di ranah mungkin boleh 
menyebutnya sebagai sekedar “pulang basamo saudagar perantau Minang”. *** 

   

       
---------------------------------
 Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist.   Download sekarang juga.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke