Assalamu alaikum,
Pak Saaf dan dun sanak sepelanta,
1. Kami di Washington DC tahu yang Sri Mulyani telah datang dan teman teman
telah meminta KBRI menyelenggarakan satu pertemuan diantara masyarakat dengan
beliau. Kami kecewa kerna di beritakan dia tergesa gesa mahu pulang. Kami
inginkan membahas dampak krisis macet kredit Wall Street keatas Indonesia.
Mungkin ada teman teman di sini mentelah kok mengapa Sri Mulyani datang ke sini
membuat pertemuan dengan WB and IMF. Ada yang tetap sasaran ya mengemis lagi,
dan ada yang tidak percaya, termasuk saya.
2. Kini, sudah jelas kedatangan beliau adalah melobi/mengemis lagi untuk
berhutang bagi pehak negara (diatas nama rakyat semua). Ada kah mengemis
berhutang ini salah satu tugas beliau (yang telah di tugaskan/delegated kepada
Paskah)?
3. Mengemis ini dengan alasan sekiranya kadar pertumbuhan negara 2009 meleset
kebawah dari 6.3% saperti yang beritakan oleh Kompas. Ma'nanya, ada sesuatu
yang tidak kena dan tidak diceritakan (baca transparansi) oleh SBY tentang
immediate, direct and short term impact or fallout of the financial crisis on
the rest of the world (Indonesia included). President WB Zoellick telah
menyatakan WB bersedia membantu negara termiskin dan terparah
akibat terkena biasan krisis ini. Adakah ini mengkiaskan Indonesia juga?
4. Rakyat tahu yang Indonesia masih bertumpuk tumpuk berhutangnya. (Thailad dan
Korea Selatan telah pun menyelesaikan hutang piutang mereka dengan IMF) Masih
juga lagi mahu mengemis dengan hutang baru? Terus terang sahaja, saya masih
belum mengerti syndrome mengemis ini.
5. SBY berkewajiban menjelaskan (baca transparansi) kepada rakyat. Tempat
terbaik dan patut di lakukan ialah di Parliamen. Rakyat ingin mendengar
jastifikasi pemerintah mengemis 2 billion US dollars ini. Parliamen dan rakyat
akan membahas hujjah beliau.
5. Sampailah masanya Parliamen Indonesia mengambil sikap proaktif dalam soal
mengemis ini. Sampai bila Parliamen harus berdiam diri. Walaupun isu ini domain
pemerintah, Parliamen bisa turut terlibat kerna berkait dengan constitutional
and institutional responsibility of parliament. Akhirnya, Parliamen akan
meng-rectify perjanjian hutang negara dengan WB. Sebelum rectify, elok di
adakan public hearing agar rakyat faham letak duduknya mengemis ini.
6. Persoalan kita ialah adakah wajar mengemis ini hanya sekiranya prestasi
kadar pertumbuhan negara kebawah 6.3%? Sekiranya bawah 6.3%, apa gunanya 2
billion hutang dari luar? Hak kita ialah meminta penjelasan dari pemerintah apa
benda atau perkara atau item atau hal hal yang terkena dari biasan lansungan
dan tidak lansung/direct and indirect impact dari krisis ini hinggakan
pemerintah memerlukan berhutung 2 billion US dollar ini. Ma'na sebenarnya, apa
tujuan sebenar dari berhutung 2 billion US dollar ini? Beberapa hari dahulu
Yusuf Kalla dan Sri Mulyani telah menyakinkan rakyat bahwa mereka optimis yang
negara relatif aman dari gangguan krisis.
Dulu, kenaikan harga BBM di kaburi dan di alih pandangan, dengan
jayanya, dengan kasus Ahmadiah. What a price people have to pay in order to
effectively sideline the real issue of BBM with polarizing issue of Ahmadiyah,
and yet still unsettled politically. Apa lagi political move murahan yang bakal
menimpa rakyat dalam soal berhutang lagi ini?
6. Rizal Ramli tepat menyatakan pemerintah tidak ada daya kreatif dan
ketiadaan keterobosan baru mengstabilkan kewangan dan perekonomian
negara. Ketiadaan daya kreatif dan keterobosan baru ini adalah dari ketiadaan
minda/mindset perekonomian merdeka yang senantiasa di ulang jelaskan oleh
Revrisond Baswir. Tambahan kepada ketiadaan minda perekonomian merdeka ini
ialah dengan apa yang di perkatakan oleh Malik Bennabi, pemikir dan filosuf
Algeria, dengan istilah kebolehjajahan/colonizibility (colonizeable mind)
pimpinan SBY.
Sekiranya ada dun sanak menghadiri program yang tertera di bawah ini, di
harapkan ada lapuran ke RN. terima kasih
Seminar Sehari “Bank Dunia Membiayai Pemanasan Bumi”
Seminar Sehari
“Bank Dunia Membiayai Pemanasan Bumi”
Narasumber:
Fabby Tumiwa, Direktur IESR (Institute for Essential Services Reforms);
Rahmat Witoelar, Ketua DN Perubahan Iklim/Menteri Lingkungan Hidup;
Revrisond Baswir, Pengamat Ekonomi
Moderator: Galuh P. Chandra
Seminar sehari ini akan diselenggarakan pada:
Hari/tanggal : Senin, 13 Oktober 2008
Waktu : Pkl. 09.30-13.00 WIB
Tempat : Hotel Cemara, Jl. Cemara, Menteng – Jakarta Pusat
Kegiatan ini adalah kerjasama dari WALHI, Koalisi Anti Utang, Serikat Petani
Indonesia, Solidaritas Perempuan, IESR, serta Civil Society Forum for Climate
Justice (CSF).
Seminar Sehari “Bank Dunia Membiayai Pemanasan Bumi”
Seminar Sehari
“Bank Dunia Membiayai Pemanasan Bumi”
Narasumber:
Fabby Tumiwa, Direktur IESR (Institute for Essential Services Reforms);
Rahmat Witoelar, Ketua DN Perubahan Iklim/Menteri Lingkungan Hidup;
Revrisond Baswir, Pengamat Ekonomi
Moderator: Galuh P. Chandra
Seminar sehari ini akan diselenggarakan pada:
Hari/tanggal : Senin, 13 Oktober 2008
Waktu : Pkl. 09.30-13.00 WIB
Tempat : Hotel Cemara, Jl. Cemara, Menteng – Jakarta Pusat
Kegiatan ini adalah kerjasama dari WALHI, Koalisi Anti Utang, Serikat Petani
Indonesia, Solidaritas Perempuan, IESR, serta Civil Society Forum for Climate
Justice (CSF).
--- On Sun, 10/12/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 29: SALUT UNTUK SRI
MULYANI
To: [email protected]
Date: Sunday, October 12, 2008, 8:01 PM
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---