Kan itu lah, salah kito sendiri karno tidak ado orang Indonesia yang datang mintak ke Saudi ataupun Quwait tantu sang pangeran bingung mau dikemana kan nih duwit, iya udah bikin aja tower tertinggi sedunia
Cuba kalau ado urang Indonesia atau Sri Mulyani datang dengan pakai jilbab dan pintar pula bahasa Arab tanpa ngemis atau merayu pun yakinlah sang pangeran akan mau bantu indonesia tanpa membatalkan rencananya bagun tower 1km
Penguasa sekarang (dan juga dulu) gak punya akses ke Timteng, taunya cuma Amrik IMF atau WB
Mudah2an kedepan penguasa kita diganti oleh orang2 yang tidak hanya ngaku kiblatnya ke Ka'bah tapi bisa Bahasa Arab, karena bisa bahasa Arab ini penting lho buat bisa buka akses ke Timteng, mereka sangat senang bila ado orang non Arab bisa bahasa Arab dan mau berdekat2 dengan mereka
Waktu ambo ikut seminar Gas Technology beberapa waktu lalu, ada 3 peserta dari Qatar, mereka bingung mau dibayar kemana Zakat Mal, mereka minta ambo carikan alamat Yayasan Pendidikan Islam agar bisa menghubungi beliau
Itu baru seorang Arab karyawan biasa pada sebuah perusahan minyak dari Qatar Petroleum, tentu banyak lagi yang seperti ini disana termasuk para As Shaikh dan para Pangeran yang pitihnya berlimpah ruah, kalau tidak yaa kan sayang kalau kita biarkan mereka kucurkan dana hanya untuk sebuah tower yang akan disusul dengan tower2 yang lain maklum, kan para pangeran tersebut tentu akan terpacu untuk tanding tower tertinggi, terindah dlsb.
wasalam
al
--- Pada Sel, 14/10/08, Indra Jaya Piliang <[EMAIL PROTECTED]> menulis: Dari: Indra Jaya Piliang <[EMAIL PROTECTED]> |
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

