Assalamualaikum, wr.wb
wa'alaikumusslam warah matullahi wabarakatuhu..
mudah2an bundo lai sehat2 sjo?
Nanda Anggun Gunawan serta generasi muda Minangkabau yang lain.,
semoga ananda senantiasa tidak putus menuntut ilmu dan kelak menjadi
Urang Minang yang intelek dan memiliki ke arifan budaya Minang.
Amien...
Membaca
begitu banyak posting yang masuk, bundo tertarik untuk mengupas email
nanda secara khusus, dengan harapan akan ada dusanak kita yang lain
ikut mendiskusikannya.
1. Untuk membahas "urang minangkabau" kita dapat melihat
melalui kajian sosiologi. Banyak masalah yang harus disepakati lebih dulu
sebelum menetapkan keadaan masyarakat Minangkabau.
Kajian sosiologi yang pada
hakekatnya mengkaji masalah masalah sosial, gejala, perkembangan dan kenyataan
yang ada (walau dengan sampel-sampel terbatas), termasuk juga di dalamnya
mengenai kondisi masyarakat dimasa kini. Hal-hal yang perlu disepakati itu
adalah;
batasan-batasan yang jelas tentang bagaimana mengkaji masyarakat Minangkabau
itu.
Misalnya, yang dikaji itu ;
* masyarakat yang di Ranah Minang atau yang dirantau ?
* Yang dulu atau yang sekarang?
* Yang dulu dan yang
sekarang itu batasannya bagaimana
* Yang di kampung-kampung, atau orang Minangkabau yang berada di kota-kota
besar ?
* Juga harus dijelaskan, siapa subyeknya ? Datuk-datuk, pengulu, perempuan,
atau anak kemenakan?
Memang kajian sosiologis sangat membantu kita dalam menelisik karakteristik
suatu masyarakat dari gejala-gejala yang ada di masyarakat. Untuk melakukan
penelisikan ini membutuhkan waktu yang cukup lama ya Bundo..tidak cukup satu
atau dua tahun saja. Karena gejala sekarang, masyarakat bergerak begitu cepat.
sementara pisau analisis sosial yang dipakai cendrung merujuk pada
konsep-konsep lama yang perlu juga dimodfikasi. berbicara realitas sosial
sangat erat kajian dengan sudut pandang mana kita melihat. tentu kajian sejarah
dan antropologi juga tidak bisa kita tinggalkan bundo, apalagi perspektif
filsafat yang mencoba membuka tabir di balik apa yang tampak.
Dari kajian-kajian
sosial yang begitu banyak telah dilakukan, kesimpulan umumnya adalah; bahwa
masyarakat Minangkabau sampai sekarang, tetap menjunjung agama dan adat dengan
landasan Adat bersendikan syara' dan syara' bersendi kitabullah. Oleh karenanya
masyarakatnya masih menganut sistem matrilineal, dan
akan terus mereka pertahankan hingga akhir zaman.
Jika
kesimpulan itu benar, berarti bahwa masyarakatnya masih memiliki sifat
yang ekslusif dan unik dalam kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya.
inilah yang pelik bundo. ananda sampai hari ini belum menemukan referensi yang
menjelaskan tentang asal mula matrilineal di minangkabau.memang dalam buku2
sosiologi dan antropologi dikatakan bahwa matrileneal adalah bentuk kekerabatan
yang paling awal dalam sejarah umat manusia. kalau kita bisa
mengklasifikasikan, minangkabau termasuk rumpun bangsa melayu. ketika suku
bangsa melayu lainnya memakai patrilineal, orang minang tetap memakai
matrilineal..apa sebab yang menjadikan hal itu bisa berlangsung??faktor
politik-kah atau faktor ekonomi??
dari sinilah latar belakang ananda membuat postingan kemarin, meskipun dianggap
sensitif dan tidak ilmiah oleh beberapa uda-uda nan lain. sebenarnya tulisan
kemarin itu lahir dari kekaguman ananda akan intelektualitas dan hegemoni orang
yahudi di dunia saat ini. bahkan negara sekelas AS di bawah gengaman mereka.
bangsa yang menyejarah, dikenal sebagai pembangkang para Nabi dan sekarang
menjadi superior lewat ilmu pengetahuan. setelah Gun telusuri mengenai orang
yahudi ini, ternyata mereka juga menganut matrilineal yang diperkuat oleh
ayat-ayat dalam kita suci mereka. memang setelah gun baca lebih lanjut ada
perbedaan matrilineal antara minang dan yahudi terkait pewarisan harta. kalau
di minang yang mendapat porsi adalah wanita. sedangkan yahudi terletak pada
pria.tentu menarik mencari hubungan matrilineal yahudi dengan matrilineal
minang.
sampai saat ini ananda belum menemukan alasan logis kenapa matrilineal bisa
bertahan??bahkan tak tergoyahkan oleh ajaran islam sekeras wahabi...benar-benar
keren kan Bundo. padahal di arab, islam berhasil mengubah sifat jahiliyah
orang-orang arab yang amat terkenal itu.
2. Mengapa Urang Minangkabau menjadi " unik",
karena ia memiliki falsafah alam. Sifat ego terkadang mesti dipelihara
- karena mereka tidak berada di alam feodalisme namun alam yang
demokrasi. Perhatikan pepatah yang berkata " duduk sama rendah tegak sama
tinggi. Tidak ada istilah Monggo Mas...Hanya sangat disayangkan attitude Urang
Minang sering tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang didominasi oleh budaya
Jawa.
Bandingkan ! jika berpapasan ala " orang Jawa " anggukkan kepalanya adalah
merunduk kebawah - ketanah.. akan
tetapi berpapasan ala " urang Minang", anggukkannya adalah keatas..!
Lho... kok begitu ..?? ya begitulah secara tidak sadar pasti ia lakukan karena
bukankah ada pepatah
.. iko bumi nan dipijak haa.... langik nan den junjuang...Tantu iyo angguak
jadi ka ateh.... ( iya.... kan......nanda ???? )
No comment deh..he2...
3. Secara psikologis, orang Minang tidak bisa didudukkan dalam struktur . Ia
memiliki karakter yang dinamis. Tidak statis. Ia adalah seorang konseptor. Agak
pahit memang - orang Minangkabau tidak
memiliki jiwa kepempimpinan - akan tetapi ia memiliki jiwa sebagai
"Pembina". Pembinaan bersifat koordinatif.
Ia tidak memiliki loyalitas pada Pemimpin akan tetapi lebih berpihak
kepada bawahan dan masyarakat banyak. Jika ia ditunjuk sebagai
Pemimpin, akibatnya kualitas kepempimpinan rapuh, karena sering tidak
sejalan dialam birokrasi - dimana lebih menuntut loyalitas kepada
pimpinan puncak. Jika menjalankan kepemimpinan sesuai dengan " alur nan
patuik - taat kepada aturan - maka ia menjadi tidak populis - dimana
faktor kebijakan lebih dominan dari pada aturan yang berlaku.
Akibatnya
Bundo sering melihat " Urang Minangkabau " tidak pernah sampai pada
posisi puncak di kalangan Birokrat - karena ia tidak lebih diperankan
sebagai sekedar " Si Daun Salam".
" Orang Minang " dilibatkan dalam suatu konsep besar pada pengolahan
kegiatan dan pekerjaan , setelah itu ia di buang tak berguna - persis
seperti sehelai daun salam ketika masakan akan dihidangkan.
Amatilah
para pemimpin nasional kita yang berasal dari Minangkabau yang pasti
kita sudah ketahui bagaimana kiprahnya dan setelah itu....?????
3. Bagaimana upaya kita meningkatkan jati diri " urang Minangkabau " ???
bundo, istilah ini mengandaikan bundo telah menemukan apa itu jati diri orang
minang?? jika iya, apa itu bundo??jika memang telah ada beberapa kriteria,
berarti orang yang tidak memenuhi kriteria itu tidak bisa dikatakan minang??
kalau ananda lebih cendrung memakai istilah "mencari" jati diri sebagai urang
minang...
Urang Minangkabau tidak perlu holocaust seperti bangsa Yahudi sebagaimana yang
dimaksud oleh teman Ananda itu.
Menurut
hemat Bundo, orang Minangkabau harus diasah kemampuan dan potensinya,
yaitu menjadi seorang fungsional dan menjadi seorang profesional.
Insya Allah - orang Minangkabau pasti tidak akan menjadi seorang pemulung -
seandainya ia mengalami kesulitan hidup, namun ia akan tetap menjadi seorang
fungsional dan menjadi seorang profesional .
- Jika ia menjadi pedagang kaki lima pastilah suatu saat ia akan memiliki
sebuah toko,
- jika ia menjadi seorang tukang gunting rambut, suatu saat ia akan memiliki
barbershop.
- jika ia punya warung nasi Padang, suatu saat akan menjadi Restoran Padang,
- jika ia menjadi penjahit suatu saat ia akan memiliki Tailor bahkan akan
memiliki perusahaan garment.
- Jika ia memiliki ke ilmuan lebih - mampu mengamati sisi politik, ekonomi dan
budaya - maka pasti ia akan menjadi seorang Pengamat.
-
Profesi yang cocok dibidang keahliannya, ialah : menjadi Guru,
pengacara, notaris dan begitu banyak bidang keahlian yang menuntut
profesionalisme.
- Orang Minang berbakat menjadi seorang Pembina dan karena banyak Sekolah
unggulan yang dibina oleh " orang Minangkabau".
terkait dengan holocoust, ini terkait dengan hipotesis ananda bahwa "orang akan
sama berkomitmen dan berjalan seiring sejalan ketika pernah mengalami pahit
hidup bersama-sama". holocoust adalah bentuk penindasan yang membuat orang
yahudi bangkit semangat keyahudiannya...bukankah begitu bundo?? ego orang
minang sangat kuat karena keberhasilan yang diperolehnya lewat usaha pribadi.
kontribusi orang minang biasanya adalah cimeeh. sehingga ketika seseorang telah
berhasil yang terjadi adalah sebuah keegoan dan menunjukkan bahwa sekarang saya
sudah menjadi orang besar. kalau sudah jadi orang besar barulah nama kita
disebut-sebut orang. kalau kita lagi di bawah, terpuruk kecendrungan orang
minang biasanya menjauh. bukankah ini cukup menyakitkan bundo??
terkait dengan profesi, saya pikir semua bidang bisa kita masuki.. sama seperti
orang2 lain, kita kayaknya g perlu membatasi diri bahwa orang minang cocoknya
di sni dan di situ saja.
4.
Untuk pertanyaan, apakah wilayah barat Sumatera itu memiliki gen yang
unik untuk hidup dalam kemandirian dan susah untuk bekerja sama?
Mungkin ada benarnya, ada pepatah yang menuntut ego seseorang, yaitu :
Jika hendak mulia – harus suka memberi, jika ingin ternama
(terkenal) , dirikan kemenangan, jika mau pandai rajin berguru, jika ingin kaya
harus kuat berusaha”.
Akibatnya
nilai yang dicapai pada persaingan itu adalah melawan dunia orang. Ini
menyangkut harga diri bukan ..??
Bagaimana cara menyikapinya ?
1. Dengan cara mengembangkan pola " awak samo awak ". Pola
ini dalam lingkaran komunitas minangkabau, menuntut
kebersamaan dan menyelesaikan setiap kesulitan. Setiap kesulitan, kepentingan,
kejayaan individu, kerabat, kaum, suku kampung, nagari bahkan sealam Minang
kabau merupakan - kesulitan, kepentingan, kejayaan individu , kerabat, kaum,
suku
kampung, nagari - « awak ».
2. Raso jo pareso :
Setelah
mengukur ego dengan melawan dunia orang (harga diri) maka, kita diharuskan
menjaga keseimbangan yang harmonis dengan memakai ukuran, yang disebut rasa dan
periksa. Artinya rasa berdasarkan ukuran perasaan yang sama, sedangkan periksa
adalah ukuran pemeriksaan yang senilai.
Rasa
dapat diukur ketika rasa sakit dan rasa senang. Rasa sakit dapat kita ukur
apabila kita kita sakit dicubit – maka orang lain pun akan sakit. Oleh karena
itu janganlah menyakiti orang lain.
Pepatah menyebutkan soal ini: sakik dek awak sakik pulo dek urang . Senang
dapat diukur dengan pepatah : lamak dek awak, lamak pulo dek urang.
Semoga ananda puas dengan tanggapan bundo. Sekali lagi Bundo doakan semoga
ananda sukses di negeri orang. Amiin ya Rabbal alamiin.
agaknya lebih baik ananda tidak puas Bundo..karena kalau ananda puas berarti
ini menjadi titik berhenti bagi ananda. untuk terus belajar. apalagi terkait
dengan manusia, yang super2 dinamis namun, apa yang bundo sampaikan semakin
menambah perspektif cara pandang ananda...
terkait dengan siapakah yang pantas disebut minang?? agaknya definisi yang umum
adalah orang yang lahir dari bapak/ibu yang berdarah minang dan menggunakan
bahasa minang sebagai bahasa ibunya...gimana dengan definisi ini bundo??
Wassalam,
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---