K A K I   L I M A 
  
Oleh ; K Suheimi 
  
  
Saya  ndak kuat menyaksikan  pembongkaran kios-kois kaki Lima , diobrak abrik, 
pedagangnya di pukuli dengan pentolan, rumah  tempat dia bernaung dan mencari 
nafkah di obrak abrik. 
 
Biasanya TV saya matikan, karena bulu kuduk saya berdiri dan saya ikut 
merintih, mata saya berkaca-kaca.  Karena hampir semua mereka adalah dunsanak 
saya, orang kampung saya. Dan dulu saya juga pedagang kaki lima, saya 
bentangkan terpal untuk melindungi diri dari senggatan cahaya Matahai. Dibawah 
terpal itulah saya jejal dagangan sabun dan blau. Baik di jenjang gantung B 
Tinggi atau di Baso dan P Panjang ketika saya jadi pedagang Kaki Lima dari 
pecan ke Pekan.
 
Namun pada akhir ini orang minang merasa malu dan terkesampingkan, Banyak 
diantaranya jadi PKL  Dagangannya di jejal diatas trotoar jalan yang sebetulnya 
trotoar itu diperuntukkan bagi pejalan kaki habis diduduki pedagang kaki lima. 
Bahkan banyak badan jalan yang diduki seperti dikampung saya Padang. PKL ini 
merajai jalan-jalan yang seyogianya jalan umum dan jalan mobil  Tempat-tempat 
dan jalan raya ini telah di penuhui ratusan PKL Menghambat jalan dan mengotori 
tempat yang sudah di tata apik. Sehingga PKL ini dianggap sebagai penganggu.
 
Sedih hati saya kerna petugas terpaksa membongkar dan mengusirnya. Kerna dia 
tak memberi kenyamanan dan menganggu ketertiban. Agaknya perlu di carikan jalan 
agar dunsanak kita PKL itu juga dihormati dan terhormat sebagai pedagang. 
Duduak sama randah, tagak samo tinggi. 
Selalu saya berfikir  bagaimana membangkitkan saudara-saudara yang di kaki lima 
dan bagaimana  mengangkat derjat dan  harkatnya sebagai manusia
 
Terlebih lagi di era perdagangan bebas seperti sekarang ketika siapa saja boleh 
berniaga di negeri ini. Pelayanan buruk dan mutu buruk, produknya akan masuk 
keranjang sampah. Dan pada gilirannya akan menjadi kuburan bagi bangsa ini. 
 
Lalu saya teringat akan PKL (Pedagang Kaki Lima  di Balik Papan, yang cukup 
baik dan punya harga diri dan punya tanah dan Rumah. Untuk itu ingin saya 
tuliskan kiat-kiat perantau Balik papan, semoga  bisa sedikit  jadi bahan 
perbandingan.
 
Dibalik papan nama perkumpulan orang Minag ini ASA  awak samo awak, asa awak 
iyo dari Minang kabau  Ranah minang 
ASA nama dari  perkumpulan  rang minnag di Balik Papan tempat, 
perantau-perantau  bersatu menyatukan ide  menyatukan pendapat  menyatukan 
sumbangan, Organisasi sosial yg banyak membantu perantau yg sedang keslitan dan 
kesusahan.  
Yang menarik adalah Welmon, ketua pemuda Minang, Balik papan, dia berkisah
 
Kami membuat perkampungn Minang, hanya 8 km dari pusat kota  kami beli  2 ha 
tanah, dengan megumpulkan 60 orang pedagang2 kecil  perantau yang  belum punya 
rumah, Untuk modal pertama kami minta kredebilitas  perantau yang  telah 
behasil di rantau ini untuk memberikan jaminan  meminjam Bank  untuk beli tanah 
, utang ini dicicil oleh  pedagang kecil dengan membaya uang angsuran 200 000 
rupiah perbulan.  
 
Dan dengan jaminan tanah yang 2 Hektar ini  kami pinjam uang melalu KPR, 
sehinga dalam watu dekat  sudah bisa membuat  60 buah rumah tempatan, Ternyata 
pedagang kecil yang gigih dan kuat beruasaha ini bisa memenuhui janjinya 
membayar utang,  ini  merupakan kebangaan mereka, 
 
Terjadi ikatan yang kuat antara yang sudah mapan dengan saudara-saudaranya kaki 
lima.  Yang mapan ini hanya meminjamkan sertifikat tanahnya yang selama ini 
tersimpan di rumah sekarang di anggunkan jadi jaminan di simpan di Bank.
 
Bagi si miskin jaminan itu sangat berharga, sehinga terjalin hubungan yang 
akrab antara si kaya dan si miskin. Si Kayapun merasa ada  sanak-sanaknya yang 
akan dating berhamburuan bila dia di timpa kemalangan.
 
Ikatan yang kuat dan kokoh di rantau. Harga diri yang terbangkit, punya tanah 
dan rumah, Punya kekuatan, disana PKL tak di pandang enteng. Oh kiranya langkah 
dan kiat-kiat seperti ini juga di jalankan di rantau-rantau yang lain.
Adasinergi antara yang tak mampu dengan saudaranya yang beruntung. Akan saling 
membantu dan akan saling menguntungkan.
 
Memang, perantau itu adalah orang pilahan dan telah terseleksi, semakin jauh 
dia merantau semakin kuatlah perjuangannya, kebanyakan mereka  buka Rumah 
Makan,  dulu  hanya 2 rumah makan minang disini  sekarang sudah pulahan  jelas 
pak Ramsis.   
 
Cita-cita Welmon, baik, idenya cemerlang dan ini sudah dilaksanakan.  kampuang 
kumpulan orang Minang ini akan dilewati jalan bypass kata Welmon menjelaskan,  
sehinga orang minang semakin kompak dan semakin baik ekonominya, seperti yang  
saya dilihat di pasar kebun sayur, tempat saya membeli permata. Yg paling ramai 
itu Toko Upik   dia paling pandai berjualan,  begitupn toko anaknya Romi 
satu2nya toko yg pakai AC,  sudah 4 buah tokonya di pasar inpress ini, dan ke 
pasar inilah tumpah ruah setiap pengunjung Balik papan.
 
Memang kata upik dan pedagang-pedagang disana, ini musm panen. Waktu PON  
Bus-bus besar parkir dipasar ini membawa kontingen berbelanja, namun yg banyak 
di beli orang ketika ituy souvenir yg harganya murah2, Tapi ketika Dokter Ahi 
kebidanan yang  kesini, yang  dibeli mereka  kebanyakan batu permata yang  
bernilai tinggi dan harganya mahal. 
 
Upikpun tersenyum, uang mengalir kekoceknya,  mudah-mudahan tahun depan 
bertambah lagi tokonya   dan bertambah lagi orang minang ke Balik Papan.
 
Semakin jauh kita merantau semakin akrab persahabatan yang  tejalin.  dima 
tanah di pijak di sinan langik di junjuang.
 
P Baru  20 Oktober 2008 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke