Tambahan tahun 90an tu dari Payokumbuah ka Padang bisa juo awak naik oto Sago Sejati dan Harau Wisata, dek otonyo masih baru² jadi rato² ambo jo kawan² labiah mamiliah naik Sago Sejati ko bia copek tibo di Padang, dan biasonyo selain dijojoan talua asin, pisang obuh jo bika didaerah sicicin - lubuak aluang, para penumpang bus juo dijojoan pinukuik jo pergedel jaguang pas sampai di Silaiang sabana sero rasonyo apolagi paruik sadang litak² tangguang.
Itu saketek tambahan dari ambo. Wassalam Hanif + 35 ============ ----- Original Message ----- From: "Dedy Yusmen" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, October 23, 2008 3:47 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Kacang Tujin dan Telur Asin KACANG TUJIN DAN TELUR ASIN Oleh : Dedi Yusmen Endah Kayo (DYEK) Dulu, teringat saya masa kanak, Apak punya kedai kecil menjual 'pnd', barang harian, didepan pasar ikan. Di Kota Bukittinggi jaman tahun 80-an pasar ikan masih terletak di tengah, 'pasa maco' agak keatas naik tangga atau lalu lewat lereng dekat orang menjual kompor 'patian', tepatnya dibawah sedikit pasar atas, pasar daging dibawah pasar ikan, semua itu termasuk area 'pasa lereang'. Selain pasar atas yang merupakan toko elit, menjual pakaian, buku, sepatu, emas dan barang mewah untuk ukuran kami orang pinggiran, yang belanja semacam itu sekali setahun pas mau hari raya, atau beli buku pas mulai tahun ajaran. Setelah itu 'peradakan saja apa yang ada', kata Apak kalau tak cukup setahun umur barang yang dibeli. Pernah suatu kali saya bertanya kenapa kedai kita namanya tidak pakai toko saja Pak, agak mentereng bila terdengar, kena pajak kita nanti kalau kedai ya tak jauhlah dari 'lapau', kata Apak. Masih ingat nama kedai itu, Kedai Semoga Jaya namanya, belakangan tidak lagi Jaya karena tergusur. Tapi nama Semoga Jaya tetap dipakai untuk usaha yang lain oleh Apak, kenangan katanya. Pasar atas termasuk kelas pedagang tinggi, ada lagi pasar bawah jaman itu sudah sebagai tempat jual beras yang berupa los, kelapa, sayur mayur seperti sekarang . Tahun 1986, 'komplek' pasar lereng yg menjual ikan, daging dan maco mulai dibongkar dipindah ke pasar bawah sekarang. Apak dipindahkan ke 'pasar putih' dilahan pasar maco dahulunya yang baru dibangun. Usaha tidak berkembang sehingga belakangan dilepaslah Kedai pengganti itu ke penjual baju 'vietnam' istilah jamak dipasar waktu itu yang maksudnya adalah penjual baju bekas. No virus found in this incoming message. Checked by AVG. Version: 7.5.549 / Virus Database: 270.8.2/1740 - Release Date: 10/22/2008 7:24 PM --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
