Ondeh tagantuang caritonyo...di tunggu kelanjutanynyo
2008/10/27 Jupardi <[EMAIL PROTECTED]> > Kisah Ibu Evy naik Bus tahun 1976 mengingatkan saya kisah yang sama 25 > tahun yang lalu tepatnya tahun 1983 selepas tamat SMA di kota Padang ke > Jakarta naik Bus untuk mengikuti Bimbingan Test/Belajar dalam rangka > menghadapi ujian masuk PTN Top di Indonesia kala itu dikenal dengan PP I. > Sebuah perjalanan yang cukup berat,menguras energi, mental dan psikologis > saat melakukan perjalanan dengan Bus melintasi Jalan Lintas Sumatera yang > pada saat itu kondisinya tidakseperti sekarang. Banyak ruas-ruas jalan dalam > tahap penyelesaian (belum di aspal masih badan jalan dengan tanah liat > diperkeras) seperti di ruas jalan Raya Sitiuang (sekarang Dhamasraya). Saat > itu saya naik Mersi, bukan naik mobil pabrikan Jerman yang terkenal dengan > lambangnya ceker kaki ayam tersebut, tapi sebuah Bus sekelas NPM atau ANS > yang terkenal saat itu Mersi singkatan dari Merapi Singgalang (apa masih ada > PO OTO Bus Mersi sampai sekarang) > > > > Mobil mogok, terpuruk terpaksa dibantu oleh alat berat yang lagi bekerja, > tarik menarik dengan bus yang lain saat terpuruk, kelaparan karena terpuruk > atau mogok di jalan tengah hutan yang baru dibuka (belum ada rumah makan). > Al hasil oleh2 buat sanak saudara di Jakarta dari Ortu yang telah di pak > dalam karton disikat untuk mengganjal perut semisal kipang kacang, karupuak > sanjai, sagun baka. Yang paling "berkesan" adalah mulai dari padang 2 hari > sampai ke Merak sebelum naik Ferry nggak mandi-mandi..lha wong nggak mandi > kok berkesan sechhhh….kalo kata Nona Igun Badan gw Ngap.] > > > > Itu dulu..Ibu evy pengalaman saya, kalau mau dilanjutin..wah..udah > dehh..kayak kisah rabab "The Long and Winding Road" > > Ditunggu sambungannya…gara-gara cerita Ibu Evy..taragak lo..mambuek kisah > naik bus 25 tahun nan lalu ka Jakarta > > > > Wass-Jepe > > > > > > > ------------------------------ > > *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > Behalf Of *HIFNI HFD > *Sent:* Monday, October 27, 2008 3:18 PM > *To:* [EMAIL PROTECTED]; milis rang minang > *Subject:* [EMAIL PROTECTED] [taragak-basuo] Naiak Bis - Pengalaman Naik Bis > di > Lintas Tengah Pulau Sumatera > > > > Salam sanak sapalanta, > > > > Alhamdulillah ... gayung bersambut, taragak basuo akan semakin hidup. > > > > Sanak Firtonius dan Sdr. Riri. berikut ini Uni postingkan kisah perjalanan > naik Bus semasa 30 tahun yang lalu di perjalanan lintas Sumatera. Kisah ini > sebagai jembatan bagi adik-adik untuk melihat kebelakang bagaimana kondisi > 30 tahun yang lalu. Kisah dibuat bersambung dan selamat menikmati. > > > > Pengalaman Naik Bis di Lintas Tengah Pulau Sumatera > > Oleh : 3vyniz > > > > Ketika jalur lintas Sumatera dibuka pada akhir tahun 1976 – berita ini > tidak terkesan apa-apa bagi aku. Kemudian jalur baru itu, diuji coba oleh > pamanku dengan membawa keluarganya pulang ke Kota Padang menggunakan > kendaraan pribadi.. Konon, jalan itu sangat lurus yang berawal dari Lubuk > Linggau hingga memasuki Sungai Dareh di daerah Darmasraya sekarang ini. > Ketika rombongan pamanku itu kembali ke tanah Jawa, ternyata anak-anaknya > tidak ada yang sanggup lagi untuk melintasi jalur itu. Mereka bercerita, > bahwa suasana perjalanannya sangat menyeramkan dan benar-benar hutan. > Saudara sepupu aku itu, akhirnya pulang naik kapal laut yang ternyata > mengundang hikmah dalam perjalanan pulangnya karena ia bertemu jodoh dengan > seorang perwira Akabri. > > Lain lagi dengan kisahku, seputar 30 tahun yang lalu. Ketika menjadi > mahasiswa, aku mengikuti kunjungan antar kampus ke *Universitas Sriwijaya > – Palembang*. Singkat cerita, setelah melakukan anjangsana dan acara > persahabatan, maka kami merealisasikan niat kami untuk melanjutkan > perjalanan ke kampong halaman. Sebelumnya telah minta izin kepada kedua > orang tua. Beruntunglah kami berdua orang bersaudara dengan diteman1 1 orang > *teman cowok* (bukan pacar lho - sekarang ia telah menjadi Pejabat Eselon > II di Deplu), dibantu oleh suatu keluarga yang begitu perhatian pada kami > bernama *Ridwan Talu – Kadiv Transportasi PT Pusri,* melengkapi kami > dengan berbagai kebutuhan perjalanan kami pulang kekampung halaman itu. > Sesungguhnya bagi kami berdua benar-benar tidak tahu kondisi jalanan waktu > itu. Yang terpikir hanyalah… pulang… dan pulang, karena kota kelahiran itu > telah kami tinggalkan selama 10 tahun..!! > > Berangkatlah kami dengan menggunakan bus – sebesar Metro Mini – dari bawah > Jembatan Jembatan Ampera – Kota Palembang. Bus telah dipenuhi oleh para > penumpang ke berbagai tujuan. Setelah melewati kota kecil Parabumulih – > terasa suasana desa yang kami lalui kian mencekam… jalan yang kami lalui > bukanlah jalan yang mulus melainkan jalan kecil yang terbuat dari bebatuan. > Badan terombang ambing. > > Begitu masuk Kota Lahat – walaupun disebut kota – terasa bagi aku kota ini > gelap – dipengaruhi oleh suasana hati yang tercekam rasa takut. Aku teringat > akan kisah *" Perawan di sarang penyamun" –* yang pernah aku baca - > seakan aku adalah sang perawan di Sarang Penyamun pula. Diam-diam aku > mengamati para penumpang, kawatir ada yang aneh-aneh tidak. > > Bus melaju selepas sholat Isya bergerak menembus kegelapan malam. Aku > selalu menjawil kakak perempuanku agar – dia tidak tidur lelap. Mataku > mengawasi perjalanan dan siap siaga – kalau kalau ada bahaya yang > menghadang.. > > Ternyata kantuk yang bersarang dimata ini – lebih menguasai emosi dan > perasaan – menjadikan bayang-bayang malam semakin sirna. Aku tak sadar bahwa > akhirnya mataku terlelap. Aku tersentak ketika stoker Bus yang kami tumpangi > berteriak penuh ketakjuban > > *" hoi….. sanak, jagolah…. Liek tu ha…inyiak awak mancogok….. Ondeh iyo > matonyo tajam….!!* > > ** > > Deru mesin bus itu semakin berat nafasnya. Lonjakan bus dan bantingan stir > yang dikemudikan pengemudi menambah suasana bathinku dan nafas semakin seru. > Ketika itu aku bisa menafsirkan jawaban pengemudi atas ciloteh stoker, agar > ia tidak mengganggu para penumpang yang tidur lelap. Akan tetapi ia – stoker > - tetap bersuara sambil menyatakan bahwa apabila semua penumpang tidur – > bisa bisa penumpang tidak dibawang ke ranah Minang tetapi ke Ranah Liang. > *Iko… Lahat ko mah… yuang….!!* > > "*Asytagfirullah….* , jantungku berdegup kencang. Jika kupalingkan kepala > kejendela, yang terlihat adalah keadaan gelap gulita. Memang ada satu > persatu kerlipan cahaya dari rumah penduduk. Namun itu jarang sekali. > Menembus gelap malam – lampus bus serasa cahaya matahari yang bersinar > terang. Karena pepohonan yang kami lalui itu seolah saling berpelukan > diantara badan jalan yang kami lalui. Tahukah itu…? Pertanda betapa lebatnya > hutan Pulau Sumatera ketika itu……….. (Bersambung )…. > > > > Tangerang, 27 Oktober 2008 > > > > Wassalam, > > *** 3vy Nizhamul * > > *http://hyvny.wordpress.com* > *http://bundokanduang.wordpress.com* > > > > > > > <http://www.ranahati-hyvny.blogspot.com/> > > > <http://www.tambo-hyvny.blogspot.com/> > > > > --- On *Mon, 10/27/08, Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > From: Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [taragak-basuo] Naiak Bis > To: [EMAIL PROTECTED] > Date: Monday, October 27, 2008, 2:03 AM > > Kalau dulu malah jauh lebih parah. > > > > Ini pengalaman ambo waktu karajo di Padang tahun 85-87. > > > > Naik bis Padang-Bukittinggi dari terminal, disuruh cepat, karena bis nya > sudah mulai bergerak pelan2. > > > > Nanti sampai agak di pinggir kota (misalnya daerah Lolong atau Aia Tawa), > bis nya berehenti, dan kemudian balik lagi ke arah kota dengan alasan > mobilnya ada masalh. Sampai di terminal lagi, kita dipindah ke bis lain > > > > Ternyata - belakangan saya dengar - sebenarnya bukan itu masalahnya. Bis2 > tertentu memang "dikerahkan" untuk menjarin penumpang di sepanjang jalan, > untuk kemudian ditranzfer ke bis yang sebenarnya. > > > > Kesal ga kalau digituin? > > > > Riri > > > > > > > · > > Yahoo! Finance > > It's Now > Personal<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13oc4kpoi/M=493064.12016257.12445664.8674578/D=groups/S=1705136382:NC/Y=YAHOO/EXP=1225094613/L=/B=howUE0LaX.E-/J=1225087413011293/A=4507179/R=0/SIG=12de4rskk/*http:/us.rd.yahoo.com/evt=50284/*http:/finance.yahoo.com/personal-finance> > > Guides, news, > > advice & more. > > Find helpful tips > > for > Moderators<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13o905hml/M=493064.12016258.12582637.8674578/D=groups/S=1705136382:NC/Y=YAHOO/EXP=1225094613/L=/B=h4wUE0LaX.E-/J=1225087413011293/A=5191954/R=0/SIG=112mhte3e/*http:/www.ygroupsblog.com/blog/> > > on the Yahoo! > > Groups team blog. > > All-Bran > > 10 Day > Challenge<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13op0p10v/M=493064.12016283.12445687.8674578/D=groups/S=1705136382:NC/Y=YAHOO/EXP=1225094613/L=/B=iIwUE0LaX.E-/J=1225087413011293/A=5202323/R=0/SIG=11aijbghb/*http:/new.groups.yahoo.com/allbrangroup> > > Join the club and > > feel the benefits. > > . > > > __,_._,___ > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
