Tajadi dikampuang ambo :( sadiah juo............
Tapi memang, masalah buruang walet ko, alun/indak juo salasai2
samanjak zaman partamo ditamui dulu.
Mulai dari bacakak banyak antar kampuang (pernah dilaporkan tv swasta
nasional dulu).
Sampai preman2 nan pernah (barencana) menyerang rumah kami, dek karano
maso salah satu penemu
GOA walet tu sumando ambo.

Dan itu (GOA Walet) memang dikusasi dek Preman2, lah banyak hukum alam
nan maukum mereka.
Tapi, bagaimanapun mereka, aparat ndak ado hak main tangan untuak
masalah iko do.

Iko nan dilaporkan media Kampuang Kito.

Diduga Curi Sarang Walet, 5 Pemuda Disekap Oknum Aparat

SUNGAI PAGU, METRO-- Sarang burung walet kembali membawa masalah. Aksi
kekerasan yang sering terjadi di “lumbung rupiah” itu kembali terjadi.
Lima pemuda Nagari Koto Baru, Solok Selatan yang diduga mencuri sarang
walet disekap delapan penjaga goa walet. Diduga kuat pelaku penyekapan
oknum aparat.

Kelimanya diikat dan dimasukan ke dalam tong selama tiga hari tiga
malam. Salah seorang korban, Salmanir (28) kepada POSMETRO Senin
(27/10) mengatakan, selain diikat dan dimasukan ke dalam tong, ia dan
teman-temannya, Adi Putra (26), Dafit (26), Indra (28), dan Wandi
(26), dicambuk, disulut dengan rokok, dan ditendang.

Untuk makan mereka diberi sepiring bersama. “Selain dimasukan ke dalam
tong, kaki beserta tangan kami diikat. kami juga mengalami tindakan
kekerasan. Saat ini salah seorang teman kami, Dafit, harus dilarikan
ke RS Dr M Djamil Padang, karena mengalami luka serius di bagian
kepala dan dada. Selain itu Dafit juga sempat muntah darah,” ujarnya.

Selain Dafit, korban lainnya Adi Putra masih membekas di punggungnya
akibat dicambuk. “Saya sendiri, disulut rokok di bagian jidat, Ini
dipicu saat kami akan ikut panen bebas atau panen pembersihan yang
biasa dilakukan masyarakat, setelah dilakukan panen oleh pemilik
sarang burung walet tersebut. Namun, sesampainya kami di gua itu, kami
ditangkap penjaga gua dan dituduh mencuri,” lanjut Salminar.

Menurutnya, pemilik sarang burung walet telah dipanen sejak Sabtu
(18/10) hingga Kamis (23/10). Sementara mereka naik ke goa Kamis
siang, dan panen bebas biasa dilakukan setelah satu jam panen terakhir
dilakukan. Setelah disekap tiga hari tiga malam, ia dan keempat
rekannya dibawa turun bukit Minggu (26/10) sekitar pukul 14.00 WIB
oleh penjaga goa yang diduga kuat juga oknum aparat menggunakan Toyota
Hard Top lewat Padang Aro. Sesampai di Padang Aro, mereka dipindahkan
ke mobil Toyota Avanza dan Mitsubishi Kuda.

Ditambahkan Salminar, Sekitar pukul 21.00 WIB, mobil sampai di Nagari
Koto Baru, saat itu satu dari mereka yaitu Adi Putra melambaikan
tangan keluar dan diketahui bibinya. Masyarakat Koto Baru yang telah
mendapat kabar adanya penyekapan, mengejar kedua mobil dan menyetopnya
di jembatan pertama di Rawang Kecamatan Sungai Pagu, sekitar 2 Km dari
Koto Baru. “Sepertinya kami akan dibawa ke Padang, tapi karena mobil
dapat dikejar akhirnya masalah kami diselesaikan di Mapolsek Sungai
Pagu,” katanya.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Baru, Syafrial, yang
dikonfirmasi POSMETRO mengatakan, setelah dilakukan musyawarah antara
KAN, Wali Nagari Koto Baru, dan Badan Permusyarawatan Nagari (BPN)
Koto Baru sebagai wakil Salminar Cs bersama delapan anggota keamanan
goa walet, difasilitasi Polsek Sungai Pagu dibembuat kesepakatan.

Pihak kemananan goa walet bersedia mengembalikan Salminar Cs kepada
orang tua dan Salminar Cs tidak menuntut dan tidak mengulangi
perbuatannya. Penyekapan dan penyiksaan yang diduga dilakukan oknum
aparat penjaga gua sarang walet itu akan ditindaklanjuti pihak orang
tua korban akan melaporkan ke pihak terkait di Padang termasuk kepada
POM TNI AD di Padang untuk memastikan apakah pelaku penyekapan itu
aparat atau bukan.

“Kita akan melaporkan apa yang terjadi terhadap anak saya dan teman-
temannya. Namun sebelumnya saya akan memusyawarahkan dulu dengan orang
tua korban yang lainnya,” kata Yurnalis, orang tua Adi Putra.
Pelaporan yang akan dilakukan nanti, agar apa yang dialami anaknya
sekarang tidak terjadi kepada yang lainnya. Mengenai kondisi Adi
Putra, Yurnalis mengatakan, saat ini  pinggang anaknya masih sakit dan
bekas cambukan masih terlihat jelas di punggungnya.

Kapolsek Sungai Pagu, Iptu Mursrial SSos yang dimintai keterangan
mengatakan, Senin (27/10), pihaknya telah melakukan penyelidikan
terhadap kelima korban menyangkut laporan bahwa mereka melalukan
tindak pidana pencurian sarang burung walet. “Ketika kita fasilitasi
untuk melakukan musyawarah antara wakil dari kelima pemuda dan pihak
keamanan goa sarang walet, serta menyelidi kelima pemuda tersebut,
tapi barang bukti tidak ada,” jelas Kapolsek. (f)

Senin, 27 Oktober 2008
=======

Orang Tua Korban akan Laporkan ke POM TNI AD

Solok Selatan, (ANTARA) Terjadinya penyekapan dan penyiksaan yang
dilakukan delapan anggota TNI yang menjaga gua sarang walet di Bukit
Bujang Juaro, Kecamatan Sungai Pagu, terhadap lima pemuda Nagari Koto
Baru, orang tua korban akan melaporkannya kepada POM TNI AD di Padang.

“Kita akan melaporkan apa yang terjadi terhadap anak saya dan teman-
temannya kepada pihak yang berwajib, yakni POM TNI AD di Padang. Namun
sebelumnya saya akan memusyawarahkan dulu dengan orang tua korban yang
lainnya,” kata Yurnalis, orang tua Adi Putra.

Pelaporan yang akan dilakukan nanti, jelas Yurnalis, agar apa yang
dialami anaknya sekarang tidak terjadi kepada yang lainnya.

Mengenai kondisi Adi Putra, Yurnalis, mengatakan, saat ini pinggang
anaknya masih sakit dan bekas cambukan masih terlihat jelas di
punggungnya.

Kapolsek Sungai Pagu, Iptu. Mursrial, mengatakan, Senin (27/10),
pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap kelima korban tersebut
menyangkut laporan yang menyatakan bahwa kelima pemuda tersebut
melalukan tindak pidana pencurian sarang burung walet.

“Ketika kita fasilitasi untuk melakukan musyawarah antara wakil dari
kelima pemuda dan kedelapan anggota TNI, kita juga melakukan
menyelidikan terhadap kelima pemuda tersebut, tapi barang bukti tidak
ada,” jelas Kapolsek. (JN)

Kab. Solok Selatan | Senin, 27/10/2008 17:59 WIB
========


Panglima Datang, Lima Warga Mengaku Disekap Oknum TNI di Solok Selatan

Solok Selatan, (ANTARA) - Di saat Panglima TNI hadir di Padang untuk
membuka Latsitardanus dari Akmil, AAU, AAL, dan Akpol, di Solok
Selatan terungkap ulah anak buahnya. Lima pemuda dari Nagari Koto
Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, Sumbar, dibekap delapan
Oknum TNI yang menangkap mereka karena diduga hendak melakukan tindak
pidana pencurian sarang burung walet di gua yang terdapat di Bukit
Juaro

Salah seorang korban, Salmanir (28), Senin (27/10) mengatakan dirinya
bersama empat rekannya yang lain diikat dan dimasukan ke dalam tong
selama tiga malam tiga hari oleh delapan anggota TNI. Selain diikat
dan dimasukan ke dalam tong, ia dan teman-teman, yakni Adi Putra (26),
Dafit (26), Indra (28), dan Wandi (26), mereka juga dicambuk, disulut
dengan rokok, dan ditendang.

“Selain dimasukan ke dalam tong, kaki beserta tangan kami diikat.
Selain itu kami juga mengalami kekerasan, seperti disulut dengan
rokok, ditendang, dipukul, dan dicambuk,” jelas Salmanir.

Saat ini, salah seorang temannya, Dafit, lanjut Salminar, harus
dilarikan ke RSUP M. Djamil, Padang, karena mengalami luka serius di
bagian kepala dan dada. Selain itu, terangnya lebih lanjut, Dafit juga
sempat muntah darah.

“Selain Dafit, Adi Putra juga punggung yang dicambuk masih membekas.
Sedangkan saya sendiri, disulut rokok di bagian jidat,” ungkapanya.

Kejadian ini, jelas Salminar, dipicu saat dirinya bersama keempat
rekannya akan ikut panen bebas atau panen pembersihan yang biasa
dilakukan masyarakat setelah dilakukan panen oleh pemilik sarang
burung walet tersebut. Namun, sesampainya ia dan keempat rekannya di
gua itu, lanjut Salminar, mereka ditangkap oleh anggota TNI yang
menjaga gua tersebut dan dituduh mencuri.

“Pemilik sarang burung walet telah memetik sejak hari Sabtu (18/10)
hingga Kamis (23/10) kemarin. Kami naik Kamis siang, dan panen bebas
biasa dilakukan selama satu jam setelah panen terakhir dilakukan,”
terang Salminar.

Setelah disekap selama tiga malam tiga hari, lanjut Salminar, ia dan
keempat rekannya dibawa turun bukit, Minggu (26/10, sekitar pukul
14.00 WIB oleh anggota TNI yang menjaga gua tersebut dengan
menggunakan Toyota Hard Top lewat Padang Aro. Saat sampai di Padang
Aro, imbuhnya, mereka dipindahkan ke dalam mobil Toyota Avanza dan
Mitsubishi Kuda.

Sekitar pukul 21.30 WIB, Salminar melanjutkan, mobil yang membawa
mereka sampai di Koto Baru, salah seorang dari mereka, yakni Adi Putra
melambaikan tangan keluar dan diketahui oleh bibinya. Masyarakat Koto
Baru yang telah mendapat kabar adanya penyekapan itu, lanjut Salminar,
mengejar kedua mobil tersebut dan menyetopnya di jembatan nomor satu
di Rawang, sekitar 2 Km dari Koto Baru.

“Rencananya kami berlima mau dibawa ke Padang, tapi karena mobil yang
membawa kami dapat dikejar akhirnya masalah kami selesaikan di
Mapolsek Sungai Pagu,” katanya.

Syafrial, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Baru, saat
dikonfirmasi mengatakan, setelah dilakukan muasyarawah antara KAN,
Wali Nagari Koto Baru, dan BPN Koto Baru sebagai wakil Salminar Cs
bersama delapan anggota TNI yang difasilitasi Polsek Sungai Pagu,
membuat kesepakatan bahwa pihak TNI bersedia mengembalikan Salminar Cs
kepada orang tua dan Salminar Cs tidak menuntut pihak TNI dan tidak
mengulangi perbuatannya. (JN)

Kab. Solok Selatan | Senin, 27/10/2008 17:50 WIB


On Oct 29, 6:36 am, "Muzirman --" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Lima Pemuda Solok Luka
> Korem Wirabraja Bantah Anggotanya Menyiksa
> Pak Saaf, Yth,
> Ini lah  berita yg Bp. maksudkan, bgmna kalau pak Saaf mulai sbg
-------------------------------
CUTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT------------------------------- <--
BIASOKAN............
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke