Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
Nomor 41. Wassalamu'alaikum Lembang Alam (41) Semua itu bagai sebuah video yang diputar ulang dalam kepala Darmaji. Dan yang baru saja dijelaskan pak Umar menyentak ingatan lama itu lebih dalam lagi. Dia ingat bagaimana Rita merasa memiliki secercah harapan waktu mengetahui bahwa agama Islam membiarkan laki-laki Islam menikahi wanita Kristen. Tapi kenapa sekarang pak Umar justru mengatakan bahwa itu tidak pantas untuk dilakukan? Karena wanita Kristen yang mau menikah dengan tata cara Islam tapi tidak masuk agama Islam sama saja dengan mempermain-mainkan agama? Apa dasar pemikirannya? Darmaji selalu merasa terlalu dangkal memahami agama sehingga untuk bertanyapun dia tidak berani. Tapi hal itu harus diceritakannya kepada Rita. Ini adalah suatu masukan baru yang sama sekali berbeda dari yang sudah mereka ketahui. Mungkin Rita berani minta penjelasan kepada pak Umar. Darmaji duduk gelisah di tempat duduknya di ruang guru menunggu kedatangan Rita. Akhirnya Rita datang juga. Darmaji memberi isyarat untuk ke ruang perpustakaan. Rita membelalakkan matanya dan dengan isyarat menunjuk ke ruangan kepala sekolah. Jelas maksudnya dia tidak mau tertangkap tangan lagi di ruangan perpustakaan itu. Darmaji, saking gugupnya, menulis di kertas, mengajak Rita untuk berbicara empat mata. Tapi dimana? Rita balas menulis, ‘bagaimana kalau kita keluar saja, naik mobil dan ngobrol di mobil?’ Darmaji setuju, dia baru akan mengajar jam sepuluh. Berarti mereka masih punya waktu sekitar tiga puluh menit. Waktu sedemikian harusnya cukup untuk menyampaikan bagian terpenting dari pembicaraan dengan pak Umar tadi. Mereka berdua menuju ke tempat parkir dan menaiki mobil Rita. Di mobil baru mereka mulai berbicara. ‘Ada apa, mas Darmaji? Kok kelihatannya gugup benar?’ ‘Ya… saya tadi berdiskusi dengan pak kepala sekolah itu…tentang…’ ‘Tentang hubungan kita?’ ‘Ya… saya hanya punya waktu setengah jam. Apa kita berputar ke jalan Kali Malang saja?’ ‘Baik mas.... tapi apa yang mas Darmaji bicarakan?’ ‘Saya sebenarnya ingin minta maaf lagi di samping minta pendapat dia. Saya masih sangat malu setelah peristiwa di ruangan perpustakaan kemarin itu. Saya bercerita tentang masalah yang kita hadapi. Tapi ada satu hal yang saya kaget dari pernyataan dia. Bahwa menurut dia sebenarnya…… Sebenarnya.. perkawinan beda agama itu tidak sepantasnya dilakukan. Karena itu sama saja seperti membohongi agama, katanya.’ di http://lembangalam.multiply.com dan www.palantalembangalam.blogspot.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
