Di
era tahun 1960 sampai dengan 1965 ( sewaktu saya masih tinggal
dikampung ) Hari Raya Idul Fitri identik dengan hari raya Badua-Dua (
Berdoa ) . Sehabis sholat idul fitri setiap rumah tangga berlomba  –
lomba untuk melaksanakan acara berdoa sebagai rasa syukur atas  telah
berhasilnya melakukan ibadah puasa sebulan penuh dibulan ramadhan .
Adakakalanya satu rumah tangga melakukan / memanjatkan doa sampai empat
atau lima kali dalam satu hari . Apalagi kalau sang menantu datang
kerumah mertua pai manyumandan , maka belum afdhol kiranya kalau
belum diiringi dengan pembacaan doa . Untuk tugas baca doa ini maka
peran para urang siak ( Lebai , malin , pakih ) sangat besar jasanya 
dan sering dicari orang dan kalau perlu ditunggu dan dijemput . Dan
jumlah urang siak saat itu sangat banyak sekali antara lain Pakih
Rawang , Pakih Tanjuang Balik , Malin Panjang , Khatib Batuah ,
Buyuang Anau , Pakih Basa , Angku Bulek dll.
Namun
kini ditahun 2008 kemaren , saat saya bermukim dikampung selama 70
hari  hal yang pernah saya alami dulu hampir tidak dijumpai  lagi .
Acara berdoa  dihari raya idul fitri sudah jarang dilakukan ,
kalaupun ada hanya terbatas pada beberapa rumah saja .  Penyebabnya
adalah semakin langkanya urang siak untuk mambaca doa . Menurut
pantauan saya dalam satu jorong hanya ada satu urang siak dan itupun
sudah uzur . Hal ini sangat memprihatinkan , dinegeri yang
berdasarkan ABSSBK , kok macari tukang baco doa saja susah amat sih 
? Pernah terjadi untuk mensholatkan jenazah terpaksa tertunda  karena belum ada 
imamnya  dan dipanggil dulu angku kali baru bisa
terselenggara .
Kiranya
sudah perlu dipikirkan , untuk lebih memberdayakan jabatan 
fungsional dalam nagari yang kita kenal dengan lembaga ampek jinih
untuk meningkatkan perannya minimal dalam kaum dan sukunya .
Termasuk
dalam urang ampek jinih ini adalah apa yang disebut Malin , yakni
yang berfungsi dan berperan dalam pelaksanaan yang berkaitan dengan
syarak , seperti mambaca doa , menyelengarakan pengurusan jenazah
(memandikan , mengapani, mensholatkan) . jangan terulang lagi  lagi tertundanya 
sholat jenazah dan acara tahlilan sampai 10 hari hanya gara - gara si malin 
alun datang .


Wassalam : zul amry piliang ( 61 yh ) saat ini bermukim di jimbaran bali .



      Pamer gaya dengan skin baru yang keren
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke