Uni Hifni nan elok, Ndak saba manunggu carito salanjuiknyo doh.... Baa lah kiri2 yo... :)
Salam hangat, Ibed On 11/3/08, HIFNI HFD <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam sanak sadonyo ; > > Yml pak Suhaemi, Sanak dan adik-adik ; Riri chaidir, Andi, Dian, Rina, > Ibed, Firtonius dan para pembaca semuanya. Semoga berkenan membaca kisah ini > dan selamat menimati > > > > > > ** > > *Serie " Aa nan takana " - Jumping on the Sky to the sea…… serrruu…..* > > Oleh 3vyniz > > > > Bukan bermaksud bernarsis narsis, bila berkisah tentang pengalamanku ini. > Akan tetapi sebenarnya terkandung keinginan menyampaikan suatu cerita > factual yang berdasarkan olahan dari memori yang tersimpan didalam benak > ini. Apalagi bila kejadian itu benar-benar membekas di kepala kita. > Mengkisahkan sesuatu, bertujuan sebagai jembatan menuju masa lalu. Bukan > hanya terfokus kepada obyek cerita, namun ada penggalan penggalan yang > terkadang akupun merenung bahwa aku ini pernah menjadi murid kehidupan dan > berguru kepada pengalaman. Ya… kita harus menjadi murid kehidupan. Bila > diuraikan akan terlalu panjang kisahnya dan yang penting bagi Anda, Anda > ingin mengetahui .. apa sih… *Jumping on the sky to the sea..….???* > > > > *Begini ceritanya :* > > Alkisah, sesampainya aku dan abangku di desa terpencil di Pomalaa Sultra > itu, ternyata perhatian Kakak-kakakku tertuju pada seorang anak perempuan > yang bernama " Evy". Apanya yang membuat perhatian mereka begitu tertuju > pada diriku seorang – aku tidak tahu. Yang jelas setelah sebulan lamannya > kami disana, Kakak iparku berkata dan membujuk diriku : *" Evy .. > lanjutkan sekolahmu disini saja. PT ANTAM akan mendirikan Sekolah Menengah > Pertama dan saya ditunjuk oleh Perusahaan untuk membangun, mengembangkan > sekolah itu dengan seluruh fasilitas ditanggung Perusahaan termasuk > perlengkapan murid-murid ditanggung Perusahaan.. dst.* > > > > Bukan perkara gampang untuk membujuk seorang anak perempuan baru tamat SD > itu, untuk berpisah dengan kedua orang tuanya. Tidak mempan satu hari > dilanjutkan hari hari berikut. Akhirnya datanglah surat sang Bunda yang > berkata :* " bersekolah lah disana ……..Nak.. Temani Uniang Mas….. Kasihan > dia sedang mengandung dan sebentar lagi dia akan melahirkan. Pasti Evy akan > punya adik kecil*. Disaat itu, kakak perempuanku memang sedang hamil tua. > Ia telah lama menunggu kehamilannya dan sudah 8 tahun ditunggu-tunggunya. > > > > > Berbagai macam negosiasi dilakukan. Diantara persyaratan yang kuberikan > kepada kakakku adalah, agar aku diberikan sebuah *" Sepeda Mini".* Kebetulan > pada saat itu – di Jakarta – waktu itu baru muncul sebuah sepeda cantik > mungil yang dikenal dengan nama *" Sepeda Mini".* Pastilah anak baru gede > seusiaku (ABG) sangat mengidolakan benda ini. > > Disini dapat aku gambarkan pada anak muda, saat itu - Indonesia serasa > damai. Mulailah masuk barang barang impor. Stabilitas politik, ekomomi, dan > keamanan mulai berjalan baik. Ini adalah awal dari masa Orde Baru……..???!!! > (*aku ndak akan lanjutkan cerita politik disini ya*…) > > > > Hanya sebuah sepeda mini. …??? Aku bisa membayangkan sekarang, suasana > hati Kakak iparku waktu itu. Pasti ia berkata dalam hati : *" Duh .. evy, > polos benar kamu ini. Hanya sebuah sepeda mini yang kamu minta. Ndak > masalah… Yang penting kamu mau ikut menemani isteriku (sedang hamil tua) > disini.* > > Walau memperoleh Sepeda bergengsi itu, sesudah itu barulah aku merasakan > bahwa hadiah sepeda - sebenarnya tak sebanding nilainya dengan kerinduan > seorang anak terhadap ibunya. Bagiku saat itu, mungkin sang ibu pun akan > terasa berat berpisah dengan anaknya………………. > > > > Alhasil, akhirnya aku merantau dan menetap didesa terpencil itu – suatu > desa yang dirancang dan difasilitasi oleh Perusahaan sebagai sebuah *menara > gading* dipinggir teluk Bone Sulawesi. Selama tiga tahun di Pomalaa, apa > yang menjadi angan-angan untuk meraup permen di pesawat udara, > sebagaimana yang kuceritakan sebelumnya tidak menjadi perhatian lagi, > walaupun aku bolak balik naik pesawat komersial jika kembali ke Jakarta – > Sulawesi. Bagiku dibawah asuhan seorang kakak inilah bermulanya *perjalanan > hidup manusia yang berawal dari satu langkah itu.* *Ternyata kehidupan itu > merupakan upaya bagaimana menemukan dirimu serta bagaimana menciptakan > dirimu sendiri. * > > > > Diantara perjalanan bolak balik Jakara – Sulawesi, pada suatu ketika, kami > naik Merpati Ailines dari Bandara Kemayoran dengan tujuan kota Makassar. > Pada jam 05.00, pesawat sudah take off. Setelah Pramugari secara khusus > dengan bahasa verbal dan tubuhnya begitu lincah dan terlatih memperagakan > cara pemasangan pelampung dan tindakan apa yang dilakukan jika pesawat dalam > keadaan darurat, tak lama kemudian beredarlah sang pramugari dengan permen, > snack, dll. > > > > Ketika empat puluh lima menit kemudian, terdengar olehku letusan kecil > seperti bunyi *suara ban sepeda meletus*. Suasana hening. Entah apa jenis > pesawat yang kunaiki itu, yang jelas, semula ada dua deru mesin secara > teratur mengiringi perjalanan itu, ternyata yang terdengar hanya satu saja. > Setelah itu terdengar suara halus pramugari, yang meminta semua awak pesawat > menuju cockpit. > > Tidak ada perasaan takut didalam diri, dibanding saat pertama kami naik > pesawat Cesna dulu. > > > > Akhirnya dengan suara lembut, seorang Pramugari mengumumkan kepada para > penumpang : > > *" Kami atas nama Pilot A, dan copilot B – ( *maaf ya aku ndak > tau namanya) , menyatakan bahwa " *berhubungan ada gangguang teknis pada > mesin sebelah kiri – kanan pesawat, (istilah teknis...)maka pesawat > Merpati Airline dengan Nomor penerbangan sekian, terpaksa kembali > mendarat ke Bandara Kemayoran*. Suasana pesawat hening entah apa yang > dirasakan penumpang kala itu. > > > > Setelah mendarat kembali di Bandara Kemayoran kala itu, para penumpang > Merpati itu, oleh crew Airlines -dipersilahkan menunggu pemberangkatan > kembali. Namun tidak bagi pada rombongan kami. Kakakku memilih menunda > keberangkatan dan berencana menyewa pesawat Cesna dari Jakarta – Surabaya – > Makassar – Pomalaa. > > *" Wah .. aku serasa jadi jutawan lagi nih..* meniru ucapan abangku dulu. > > Lama perjalanan Jakarta – Surabaya adalah empat jam. Bangga deh…rasanya.... > bagaimana seorang jutawan yang memilik pesawat pribadi – kita tidak > bersentuhan dengan penumpang lain. Padahal sesungguhnya kala itu - aku > bukanlah anak apa - apa dan aku bukan anak siapa siapa.. > > > > Dipesawat itu, jumlah penumpang hanya 5 orang, yaitu : kakakku suami isteri > dan bayinya, aku dan seorang calon karyawan PT ANTAM yang akan ditempatkan > disana. Jangan Anda mengira bahwa Kakakku berlagak sebagai jutawan atau aji > mumpung memanfaatkan fasilitas Perusahaan – walaupun ia memiliki hak untuk > itu, akan tetapi adalah semata-mata membawa gaji ribuan karyawan berikut > beberapa barang logistik . Ingat .. 36 tahun yang lalu, kondisi perbankan > tidak secepat dan secanggih sekarang. Waktu itu, Uang masih dibawa secara > manual dari Kantor Pusat – ke Unit pertambangan nikel itu. > > > > Dalam perhitungan biaya pokok produksi (BPP) yang kita kenal, tentulah > biaya transportasi semisal charter pesawat adalah komponen biaya overhead > Perusahaan itu. Bagi para manajemen/staf transportasi menuju daerah > terpencil ini hanyalah - kalau tidak naik kapal tanker dari Pelabuhan > Makassar – kalau ndak ya pesawat Cesna itu. Kapal tanker itu – bukan pula > merapat didermaga, namun berada ditengah lautan, sehingga kami para > penumpang harus menaiki sekoci lebih dahulu untuk naik dan turun kapal. > > > > Hemmm…serasa sebagai anak jutawan, tentulah aku menyempatkan membaca > majalah *Tempo, Selecta, Varia, Times*. Itulah bacaan orang dewasa yang > harus aku baca untuk meghilangkan rasa jenuh selama perjalanan itu. Mengenai > hidangan, tetap tidak ada, apalagi pelayan udara yang cantik. Cukuplah > minuman dan kue yang dibawa kakakku dari rumah. Ada lagu berirama lautan > teduh - latin atau lagu barat lainnya yang diputar sang Pilot. Ya.. > pokoknya *lagu jadul lah*… Pilotnya ramah dan sering bercakap cakap dengan > Kakakku. > > > > Ketinggian Pesawat rendah saja. Suasana diluar jendela pemandangan standar > alam pulau Jawa; gunung, sawah dan sungai. Tidak terlihat awan yang > bergumpal-gumpal, walaupun sesekali pesawat menerobos awan yang menggumpal > tipis. Empat jam kemudian peawat mendarat di Bandara Juanda Surabaya. Kami > istirahat di Bandara ini sambil Pesawat mengisi bahan bakar, selama 1 > jam. Setelah itu, pesawat melanjutkan penerbangan ke Makassar yang memilik > jarak tempuh selama 2 jam. > > > > Sesampai di Makassar ini dan istirahat selama 1 jam, mulailah sang Pilot > bertingkah. > > " *Pak Ruswir … kita menginap di Makassar ini saja Pak. Besok pagi kita > melanjutkan perjalanan. * > > " *Oh tidak bisa… Hari ini saya harus sampai di Pomalaa*. Disini kakak > iparku ini tidak mau di atur begitu saja oleh sang Pilot. > > Kakak saya berkata : *" Dalam kontrak perjalanan antara Perusahaan dengan > perusahaan penerbangan Anda disepakati satu hari sampai ke tempat tujuan. > Kalau tidak buat apa saya menyewa pesawat Anda ini.* > > Yang diingat kakakku – bahwa saat ini ia tengah membawa uang jutaan rupiah, > gaji para karyawan ANTAM – Pomalaa. > > ** > > *" Ingat Bapak…,* kata Pilot itu tidak mau kalah. " *Tanggung jawab atas > keselamatan penumpang ada di tangan saya. Saya mendengar ada angin… > bla….bla… menuju … bla… bla…* (bla..bla = saya tidak tau apa yang > disebutnya), *sedang bergerak dari lintang sekian menuju lintang sekian. * > > Walaupun kakak saya sudah diingatkan dengan teori cuaca dan angin oleh sang > Pilot, Kakak saya itu tetap tidak bergeming. Kakak saya ini tetap diam – > menunjukkan bahwa ia tidak percaya dengan Pilot itu. > > > > Akhirnya sang Pilot mengalah : *"Seandainya Bapak tetap ingin sampai ke > tempat tujuan saya tidak keberatan, mari kita coba. Jika ada alasan > keselamatan yang berbahaya mari kita turun dan kembali ke Bandara ". *Akhirnya > pada siang hari itu perjalanan tetap dilanjutkan. > > * * > > Pada jam 14.00, mesin pesawat Cesna itu mulai dihidupkan. Kami menunggu > dengan sabar selama setengah jam. Kemudian berjalan sangat perlahan menuju > landasan pacu. Pesawat mengambil ancang-ancang dan berjalan pelan kemudian > kencang – lebih kecang dan akhirnya pesawat kami terbang bagai > layang-layang. Rasanya belum mencapai kecepatan tertentu, seperti yang kami > alami dalam perjalan Jakarta – Surabaya – Makassar, *tiba – tiba mesinnya > berhentiii……!!!!!! Dag… dig … dug….* Berdebar jantungku. *Nicky > –*keponakanku satu-satunya mulai rewel…?? > *Hugh… hugh….* Suara tangisnya. Kami panic. Benarkah mesin pesawat ini > mati…???? > > Antara marah… dan pucat pasi kepada Pilot itu, Kakakku bertanya : *Ada**apa… > Dik……??? > * > > *" Yo.. ndak tau tho.. pak..!!!* ( *Oohh .. de e ne .. wong Jowo tho*… > begitu kataku sekarang). > > Manurut pengamatanku, dalam keadaan demikian kok tidak ada … *tango… > tango… yanki.. yanki.. alpha …betha..* Yang ada hanyalah suara desis, > seperti…. Kalau Anda mendengar mesin pompa air… yang sekali kali > terdengar suara berdesis …*Nah… begitulah bunyi suaranya…..!!!* > > * * > > *" Pak.. sepertinya kita memang harus kembali ke darat …,* demikian > katanya. *" Bukan karena gangguan cuaca yang menghalangi perjalanan kita. > Ada gangguan teknis….!!* > > * * > > *" Ya … sudah kita balik…., *hanya itu satu kalimat - ucapan Kakakku > kepada sang Pilot. > > > > *Berapa menitkah mesin pesawat Cesna itu mati…* ??? Pokoknya cukup untuk > membuat shockterapy bagi seorang pilot yang nakal kepada penumpang yang > tidak memahami seluk beluk penerbangan. ...*(bersambung)* > > *-------------------------------------* > Nanti kita lanjutkan caritonyo yo sanak. Mari kita kerja walaupun sekarang > " I dont like monday.. > > Wassalam, > > > * 3vy Nizhamul * > > http://hyvny.wordpress.com > http://bundokanduang.wordpress.com > > > > > > <http://www.ranahati-hyvny.blogspot.com/> > > <http://www.tambo-hyvny.blogspot.com/> > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
