Kok dipikia2, ba pulo yo parasaian tim "Sumatra Expedition" pado abaik ka 19 
nan manampuah rimbo rayo dari Palembang ka sampai ka Kurinci.... Jan ka oto, 
kuretangin je alun ado lai wakatu tu dipakai di Sumatra. Tapu sagalanyo tarekam 
dalam 4 jiid buku sataba bandua.
   
  Salam,
  Suryadi
  
HIFNI HFD <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Salam sanak Boes..,
   
  Kalo cerita perjalanan naik mobil pribadi - tak kalah serunya pula. Bagiku - 
kita perantau minang adalah pejuang demi cinta kampung halaman berbagai cara 
kita upayakan untuk pulang kampung.
   
  tahun 1990 : 
  Setelah kami menginap semalam di kota Lahat, maka ba'da Shubuh kami berangkat 
meninggalkan kota ini. Waktu itu jam menunjukkan jam 04.50. Anak dan bayiku, 
akun angkat begitu saja keatas mobil - sesuai permintaan suami agar kami segera 
sampai ke kota Padang. Suasana masih gelap dan pekat. Sekitar 5 km perjalanan 
mulailah kami memasuki hutan lebat. Ada rasa ngeri dalam hati ini. Karena hanya 
suami - seorang yang diandalkan sebagai penyelemat jika kami mengalami 
gangguan. Benar saja disaat mobil sedang menderu menaiki tanjakan, dikegelapan 
pagi shubuh itu dua orang pemuda gonrong - berpakaian loreng, datang menghadang 
kami.
  Asytagfirullah al adzim.. aku membaca dengan nada bergetar karena ketakutan 
sudah membayang apa yang akan terjadi. 
  Jelas jelas mereka bukan aparat yang sedang bertugas, melainkan sekawanan 
perampok. 
  Aku yang duduk di jok belakang sambil memangku anak berkata pelan " Hati 
-hati Pa... jangan berhenti, Coba ... mengelak saja. Suamiki tak kalah 
cerdiknya. Disaat keberangkatan kami pertama kali menggunakan mobil pribadi 
ini, Ia sudah standby dengan topi perwira polisi. Ketikan saat genting ini pula 
segera dia menaruh topi itu pada dashboard mobil. Dengan gaya yang meyakinkan 
itu terus mengemudikan mobil secara  pelan - karena mobil memang tidak bisa 
ngebut. 
  Didalam mobil sambil menyetir - Suamiku melambaikan tangan pada dua orang 
berpakaian  loreng itu sambil berkata : "  Sorry... boy... samo samo manipu wak 
dulu. Baru sekedar  topi  pulo nan bisa den palanggakkan. 
  Entah magnit apa yang terjadi dengan perkataan suami itu, seolah olah petugas 
gadungan itu paham dengan apa yang disampaikan suami - akhirnya tanpa mendapat 
gangguan,  mobil kami lolos dari jeratan mereka. Saat suamiku itu seakan 
berkata kata dengan mereka, tak putus putus aku berdoa minta pertolong pada 
yang Maha Kuasa, agar kami diselamatkan.
  Sungguh aku marah dengan sikap suami itu " Uda... jangan belagak seperti itu. 
Bahaya... Kalau mereka kita lawan.. kita bisa dikroyok. aku lihat lho... 
dibalik semak semak itu mereka lebih dari dua orang.
  Alhamdulillah kan ndak terjadi. Insya Allah kita ditolong Allah, katanya 
singkat. 
  Kurang lebih 5 km perjalanan dari lokasi kejadian diatas, kami menjumpai 
sebuah BUS ALS yang tengah berhenti disebuah pos polisi. Ternyata bus melapor 
bahwa ada bajing loncat yang menggerayangi bus itu. Waktu menunjukkan jam 06.00 
pagi
   
  tahun 1994 :
  Untuk kedua kalinya kami naik mobil pribadi melalui lintas tengah. Dalam 
perjalanan pulang, kami beririrangan dengan 2 mobil lainnya. Tanpa perhitungan 
yang jelas - suka suka berhenti dan tidak menginap di hotel - kami melakukan 
perjalanan selama 44 jam Padang - Jakarta.
  Sekali lagi kami mengalami gangguan perjalanan ketika memasuki kota Lahat. 
Saat itu baru jam 19.00, setelah sebelum kami sempat istirahat sholat magrib di 
sebuah Mesjid yang tidak terawat. Persis ditengah hutan itu, kondisi jalan yang 
menurun tiba - tiba ada sebuah ban mobil truck yang besar menggelinding turun 
dari balik bukit yang hampir menimpa mobil rekan seperjalan kami. Mobil teman 
kami  itu adalah sebuah sedan - Honda Civic. 
  ALhamdullillah ban truck itu ternyata lebih dahulu " Crossing " dari mobil 
rekan kami itu. Kami sadar bahwa rombongan kami sedang diincar oleh sekawanan 
perampok atau bajing loncat.
  Berita yang kami alami ini segera kami infokan kepada pelalu lintas mobil 
pribadi agar berhati-hati memasuki wilayah ini.
   
  Sanak, Kondisi sekarang - sudah sangat aman. Kita bisa melintasi jalur jalur 
pulang kampung seperti yang pernah ambo alami :
  a. Jalur lintas timur sangat bagus dan kita dapat menikmati wisata kuliner 
dengan khas masakan Mpek mpeknya. Kota ini yang dulu pernah kulihat pada 31 
tahun masih dibawah kota Padang sekarang  jauh maju dari kota kelahiranku.
   
  b. Jalur lintas tengah, jalannya  lebih  singkat akan tetapi berbelok belok 
antara Baturaja hingga Lubuk Linggau.
   
  c. Jalur tepian barat - Lampung - Manna - Krui - Bangkulu - Painan :
  Pemandangannya sangat indah - berbelok belok. Tepian pantai yang berlapis 
biru - sangat sangat indah. Serasa kita berada di Hawaii... Ada obyek wisata 
Benteng Malbourroght yang sudah terkenal sejak abad 18.
  Suatu saat ingin kakiku menginjakkan Benteng itu. Insya Allah. AMiin.
  
 
    3vy Nizhamul 

http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com

  

 
  

  



--- On Sun, 11/2/08, boes <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  From: boes <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] re: Naiak Bis - Pengalaman Naik Bis di Lintas Tengah 
Pulau Sumatera
To: [email protected]
Date: Sunday, November 2, 2008, 10:13 AM


2 kali ambo sakaluarga ba oto pulang ka Padang dan selalu  menginap di Lahat, 
taun '88 jo '90    2 kali kami tibo sanjo hari di kota tu satalah barangkek  
dari Pondok Gede jam 23-an.  jadi ba agaki tibo di Lahat lah sanjo sabao  kok 
bataruihan di malam hari, sangaik babahayo.  bukan sajo jo sang inyiek, tapi 
non-inyiek (begal)    dan memang, pagi kami malanjuikkan perjalanan,  baru 1/2 
jam kami tibo di tangah utan, urang sadang  memindahkan batang kayu nan 
malintang ditangah  jalan..hmmm.    antah kini ko, sabao wawancara pak walkot 
baru2  ko ambo danga di radio bulando, mareka manjamin  keadaan aman bagi 
pendatang dalam dan lua nagari,  apo iyo?    wassalam  boes        On Mon, 
2008-10-27 at 01:17 -0700, HIFNI HFD wrote:  > ///  > ///  >   >   >   >  “ 
hoi….. sanak, jagolah…. Liek tu ha…inyiak awak mancogok…..   Ondeh  > iyo 
matonyo tajam….!!   >   >     >   > 





       
---------------------------------
  Dapatkan alamat Email baru Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke