Dari biliak subalah ado info tantang anggota parlemen nagari Singo.

Bilolah dinagari kitoko  ado nan bak nantun.

 

Nan nampak kini, walau lah ado dianggarkan dana untuak batamu
konstituen. Tapi awak indak tau kama sajo baliau pai mahabihkan anggaran
itu,  sarato hasia mereka PULKAM itu.

 

Wass

St. RA-- 53+

 

http://kompas. <http://kompas.>  com/index. php/read/ xml/2008/
11/03/10002244/ hai.para. caleg.coba. lihatlah. singapura. ..

LEBIH dari 100 orang, sebagian besar tinggal di Sembawang, Singapura,

Selasa (28/10) malam, dengan tertib mengantre setelah mendaftarkan

diri dan menanti panggilan untuk memasuki ruang verifikasi di sebuah

taman kanak-kanak yang terdapat di blok perumahan Woodlands. Meskipun

mirip proses pengobatan gratis di Indonesia, warga Singapura itu tidak

tengah menunggu memperoleh pengobatan gratis. Mereka juga tidak sedang

mendaftarkan anaknya bersekolah.

Malam itu mereka ingin bertemu dan menyampaikan permasalahan yang

dihadapinya kepada Dr Mohamad Maliki Osman. Maliki adalah anggota

parlemen Singapura. Ia menjadi wakil rakyat mewakili Sembawang Group

Representation Constituency (GRC) atau daerah pemilihan Sembawang.

Malam itu Maliki tak bekerja sendirian. Ia dibantu sekitar 15 relawan

dari pengurus People's Action Party (PAP), partai penguasa di Singapura.

Setelah mendaftarkan nama dan permasalahannya, warga yang datang

memperoleh selembar kertas, mirip catatan kesehatan bila berobat di

rumah sakit. Pada formulir itu tertera pula kapan saja mereka bertemu

dengan Maliki, sebagai wakilnya di parlemen.

Sebelum bertemu Maliki, satu per satu warga yang datang akan dijumpai

seorang relawan. Relawan yang berasal dari beragam latar belakang

keahlian dan pendidikan itu serta bekerja tanpa bayaran akan mencoba

mencarikan pemecahan bagi persoalan yang dihadapi konstituen itu.

"Selain mencatat permasalahan mereka, kami juga memberikan saran dan

pemecahan. Jika mereka tetap berkeinginan bertemu dengan Doktor

Maliki, kami akan meneruskannya, " kata Roger Chua, seorang relawan

yang juga pengurus PAP.

Malam itu, dalam Meet the People Session (MPS) di Sembawang, Maliki

menerima sekitar 60 pengaduan. Tidak sedikit warga yang datang berdua

dengan keluarganya. Permasalahan yang diadukan beragam, mulai dari

kesulitan keuangan, lonjakan tagihan listrik, pendidikan, hingga

masalah keluarga.

Farida, warga Sembawang, malam itu ingin mengadukan anaknya yang ingin

pindah sekolah, tetapi biayanya terlalu tinggi. Ia ingin meminta

"perlindungan" . Ia percaya, Maliki sebagai wakilnya di parlemen bisa

membantu.

Maliki mengakui, tidak sedikit warga yang datang dengan keluhan

persoalan keuangan. Namun, ia sebagai wakil rakyat tak boleh dan tak

akan memberikan bantuan uang tunai. Ia mendengarkan masalah yang

dihadapi pemilihnya serta membantu sesuai aturan dan kemampuannya.

"Kalau mereka membutuhkan bantuan dana, seperti bayinya kurang susu,

relawan akan mengeceknya. Saya bisa memberikan bantuan berupa voucher

untuk membeli susu di supermarket. Voucher itu tidak bisa untuk

membeli, misalnya, minuman keras," katanya. Setiap Selasa malam,

kecuali hari libur, Maliki menggelar MPS. MPS juga dilakukan kader PAP

lainnya.

Warga hanya akan mengadu kepada wakilnya. Data diri mereka tercatat di

pusat data PAP.

Lim Hng Kiang, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, yang juga

memenangi Pantai Barat GRC, mengaku juga masih melakukan MPS. Sebagai

politisi senior. ia tak melakukannya setiap minggu. Tetapi, setiap

saat konstituen bisa menemuinya. "Mereka juga mengenal saya dengan

baik," ucapnya.

Kondisi di Singapura memang berbeda dengan di negeri ini. Di negeri

kota itu, wakil rakyat harus benar-benar dikenal oleh pemilihnya dan

terus membangun komunikasi. Di Indonesia, tak sedikit wakil rakyat

yang tak dikenal di daerah pemilihannya. (Tri Agung Kristanto)

Sumber : Kompas Cetak












--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke