Bagi sanak nan suko Dunia Humor, iko sekedar paisi kadai sajo, bia lamak urang 
duduak dipalanta sambia mangopi
mat baca semoga berkenan.....Jepe
-------------------------------




DUNIA HUMOR 

“NGGAK ADAJUDUL KALI INI”
 
By : Jepe
 
Dunia Humor sangat jauh berbeda
dengan Dunia Politik, di dunia humor semakin “bertele-tele” nggak nyambung
bahkan diluar akal dan nalar sehat  jika
disampaikan  tanpa ekspresi alias datar
saja maka hasilnya semakin lucu mengundang senyum dan tawa. Pusat kesadaran
rasa kita seakan dibidik lansung dan segala fungsi-fungsi syaraf dan aliran
darah spontan menstimulasi segala alat perangkat senyum dan tawa tanpa harus
berpikir lagi berlama-lama, sepersekian detik lansung ketawa ngakak jika memang
humor atau selera humor anda sangat peka dan sensitive.
 
Dunia Politik, wah jangan ditanya
semakin bertele-tele, sikut menyikut, menohok dari belakang, menggunting dalam
lipatan,  diluar norma-norma hukum dan
agama yang berlaku maka hasilnya adalah semakin banyak buah busuk yang
dihasilkan oleh sebatang pohon yang bernama Demokrasi. Lupakan Dunia Politik,
sepertinya lebih sehat, murah meriah dan menyenangkan jika kita membahas Dunia
Humor.
 
Lihatlah para pelawak senior kita
yang menurut saya (anda boleh punya pelawak favorit masing2) seperti “Biang”
nya Srimulat, memang dunia mereka adalah dunia lawak, bertahun-tahun mereka
mengasah kemampuan dalam seni humor ini.Sebut saja Gepeng (Alm), Asmuni (Alm),
Basuki (Alm), Triman (Alm), Jujuk, Tarzan, Bambang Gentolet,Gogon, Nunung,
Kadir, Timbul, Yati, Mamik, Pak Eko,Polo, Rohana dan Paul, inilah generasi emas
dari Srimulat, sepertinya tidak ada generasi penerus mereka untuk melanjutkan
tradisi humor kelompok ini.
 
Diantara mereka boleh “terpecah”
membentuk grup-grup lawak sempalan, tapi :Roh dan Jiwa” melawak mereka apapun
ceritannya berada di Srimulat. Masing-masing mereka mempunyai karakter individu
yang kuat dalam melawak dan orisinil baik melawak dengan bahasa tubuh maupun
bahasa verbal. Roh dan Jiwa melawak individu mereka ini hanya bisa dilebur
dalam Srimulat. Saya sangat mengagumi cara-cara mereka di dunia humor sejak
masa kuliah dulu yang sering tampil di TVRI
 
 
Sayang mereka ini sudah tidak
tampil lagi secara utuh di televisi swasta kita, akibat tekanan industri
hiburan di Negara kita yang lebih kepada materi segala-galanya, ruang untuk
mengeksplor seni tersingkirkan, akhirnya mereka para “tonggak tua” Srimulat 
“tumbuh
liar” di kota Jakarta untuk mencari “hidup” masing-masing. Saya pribadi
merasakan kehilangan Srimulat dalam bentuk seutuhnya.Mereka melawak dengan
naluri alamiah yang mereka miliki, cobalah lihat gaya dan canda mereka disebuah
lakon yang dimainkan oleh Group lawak Srimulat, begitu hidup dan menghibur.
Jok-jok segar yang mengundang tawa ditampilkan oleh mereka sesuai dengan
karakter masing-masing dengan ekspresi datar tanpa harus ketawa berlebihan.
Jika mau konyol sekalian ya tampil gila saja  seperti Tessy.
 
 Mereka bebas mengeksplor dan berimprovisasi
diatas panggung tanpa kehilangan jalan cerita, yang membuat sedikit “rusak”
alur lawakan mereka tak lebih tak kurang adalah bintang tamu biasanya
artis-artis cantik, bisa jadi artis yang jadi “pajangan komersil” ini dalam
panggung Srimulat tidak tahan menahan tawa atas segala tingkah laku
manusia-manusia yang saya sebutkan diatas. Biasanya sang artis ketawa sambil
menundukan wajah dan menutup mulut dengan tangan atau membelakang kamera, ini
menandakan bagi seorang pelawak yang berkarakter tabu untuk menyampaikan
humornya untuk tersenyum berlebihan apalagi ketawa ngakak, begitulah Srimulat
group favorit saya yang sekarang lagi mati syuri, apa kabar Pak Agum ? sebagai
pengayom grup lawak ini.
 
Pelawak lainnya yang memang
mengundang syaraf senyum  dan tawa saya
agar lebih spontan saat ini diantaranya adalah Tukul, Komeng dan Kelik Pelipur
lara. Mereka menurut saya memang seniman lawak tulen yang berkarakter, Inilah
sedikit tentang mereka
 
Komeng
 
Terkenal dengan gaya 
slengek annya, datar, suka ngekick dan ngerjain lawan mainnya. Apapun yang
diomongin lawan mainnya selalu ada saja balasan yang setimpal yang
dilontarkannya sehingga lawan mainnya mati kutu dan membuat penonton yang mahal
senyum sekalipun akan menyunggingkan bibirnya berusaha untuk tersenyum. Komeng
nggak ada matinya dalam melemparkan humor segar, semakin dilawan semakin heboh
si Komeng dengan gaya “ngekik”nya, tidak ada yang bisa menghentikannya, omas
yang suka cerewetpun nggak bisa berbuat apa-apa, akhirnya omas yang punya
kelebihan dimulutnya (baik dalam berbicara tak putus-putusnya maupun dalam arti
yang sebenarnya) akibat ulah si Komeng hanya pasrah dikerjain, begitulah
sedikit gaya dan karakter si Komeng dalam melawak.
 
Kelik Pelipur Lara
 
Ini dia si Raja plesetan, begitu
orisinil plesetannya dan sangat pas dilontarkannya baik dalam bahasa verbal
maupun bahasa tubuhnya. Sedikit senyum nyengir dengan stelan jas lengkap pakai
peci dan sepatu kulit dengan santai Kelik menyampaikan plesetannya yang
kadang-kadang sulit di duga dalam arti bukan sebuah ulangan atau didapat dari
pelawak lain yang suka bermain plesetan tapi terasa kurang pas. Ini sebuah
contoh orisinil plesetan si Kelik
 
“Siapa artis senior yang suka
tergila-gila sama sepeda motor Itali, jawabnya adalah Titik Vespa
 
Tukul
 
Wong ndeso yang mencoba meraih
dan menggapai sukses bertarung di dunia hiburan di kota  Jakarta . Tukul 
tipikal orang yang
meraih sukses di dunia hiburan lawak Indonesia 
beranjak dari nol, jatuh bangun menggampai mimpi. Ibaratnya memanjat sebuah
pohon dari bawah untuk mencapai pucuk kesuksesan. Masih segar dalam ingatan
saya diawal tahun 90 an Tukul tidak diperhitungkan, hanya sebatas figuran atau
pengisi klip video lagu anak-anak. Tukul seperti kesurupan bermain air ketika
jadi bintang video klip lagu anak-anak yang dinyanyikan Joshua yaitu Bok Obok
airnya di Obok-obok.
 
Tapi sekarang Tukul jangan
ditanya, separuh Jakarta bisa
dibelinya, walah terlalu hiperbolik gaya 
bahasa saya, dalam menulis memang harus begitu sedikit di gadang-gadangkan
begitu pelajaran menulis no 1701 yang saya dapat, arti lebih jauhnya tentu
Tukul telah sukses dan bergelimang materi saat ini.
 
Gaya Tukul yang membuat saya
tertawa adalah di acara empat mata ketika kumat gilanya disorakin
penonton..yak. .yak..yak. .yak, lalu Tulul mebuat gerak aneh apa yang bisa
bergerak di tubuhnya dengan serasi bersama dentuman suara musik pengiring,
sangat pas saat usai berkata Puasss..puasss. .puasss (ya puas dong Tukul gue ama
penonton).Kelebihan mulut/cangkem Tukul dalam arti sebenarnya adalah asset yang
paling berharga dia dalam menghibur penonton, selalu tidak habis-habisnya dari
sisi manapun kelebihan cangkemnya ini. Bagi Tukul semakin “dihina” bentuk
cangkemnya ini maka semakin deras duit mengalir ke koceknya, hebat memang.
 
Gaya klasik Tukul tentunya tidak
lepas dari dari cangkemnya yang berlebih, begini kira-kira gaya “trade mark”
seorang Tukul, tangannya meraih mulut yang berlebih itu beberapa kali lalu
kedua tangannya merapikan rambutnya yang berdiri seperti sapu ijuk yang tidak
pernah dikasih sampo pelembab (Conditioner) . Seperti gaya Standing Style Gogon
yang sering saya peragakan di muka cermin berdiri, gaya tukul ini iseng saya
coba beberapa kali ulang, ahaaaa jauh dari harapan berlagak seperti Tukul saya
di depan cermin tidak lebih tidak kurang setelah saya pandang-pandang gaya
Tukul yang saya tirukan tersebut saya kelihatan seperti orang yang baru stress
kemaren sore, Untungnya adalah,  tidak
dilihat sama anak dan  istri saya, sempat
ditontonnya bisa jadi dia agak prihatin ada apa ini dengan Babe ya….?  
Ha..ha..ha.
 
 
Begitulah DuniaHumor bagi saya,
dia semacam obat, teraphi dan candu yang kadang-kadang cukup mujarab ketika
saya suntuk, jenuh, boring dan sedih. Apalagi jika dihadapkan pada beban kerja
yang memadat dan belum menemukan sebuah solusi yang tepat dalam memecahkan
masalah, biasanya saya break sejenak lalu menghirup kopi panas. Selanjutnya
tangan saya bentangkan dibelakang kepala sambil tersenyum sendiri megingat-ingat
(mereview) apa saja kejadian yang lucu-lucu di panggung hiburan lawak, cerita
humor atau saya mentertawai diri saya sendiri.
 
Bukan hal aneh lagi teman satu
ruangan saya mempergoi saya tersenyum sendirian, Pak Haji Toto nama teman satu
ruang saya tersebut atau akrab saya panggil Pak Haji .
 
“Pak Jepe…Pak Jepe kok anda
tersenyum sendirian, wah lagi banyak uang ya” Pak Toto bikin kaget saya saat
tersenyum sendirian
 
“Ahhhh iya nih Pak Haji saya lagi
banyak uang tapi sayang dibawa kabur Tukul semua”
 
 Salam Humor, Pekanbaru, 2 November 2008


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke