hidup humor.....bagus banget da..cara uda bercerita....., jadi belajar
banyak nih sama uda.

salam
ephi

2008/11/4 jupardi andi <[EMAIL PROTECTED]>

> *Bagi sanak nan suko Dunia Humor, iko sekedar paisi kadai sajo, bia lamak
> urang duduak dipalanta sambia mangopi*
>
> *mat baca semoga berkenan.....Jepe*
>
> *-------------------------------
> *
>
> *
> *
>
> *
> *
>
> *
> *
>
> *DUNIA HUMOR
> *
>
> *"NGGAK **ADA** JUDUL KALI INI"*
>
> *  *
>
> *By : Jepe*
>
>
>
> Dunia Humor sangat jauh berbeda dengan Dunia Politik, di dunia humor
> semakin "bertele-tele" nggak nyambung bahkan diluar akal dan nalar sehat  jika
> disampaikan  tanpa ekspresi alias datar saja maka hasilnya semakin lucu
> mengundang senyum dan tawa. Pusat kesadaran rasa kita seakan dibidik lansung
> dan segala fungsi-fungsi syaraf dan aliran darah spontan menstimulasi segala
> alat perangkat senyum dan tawa tanpa harus berpikir lagi berlama-lama,
> sepersekian detik lansung ketawa ngakak jika memang humor atau selera humor
> anda sangat peka dan sensitive.
>
>
>
> Dunia Politik, wah jangan ditanya semakin bertele-tele, sikut menyikut,
> menohok dari belakang, menggunting dalam lipatan,  diluar norma-norma
> hukum dan agama yang berlaku maka hasilnya adalah semakin banyak buah busuk
> yang dihasilkan oleh sebatang pohon yang bernama Demokrasi. Lupakan Dunia
> Politik, sepertinya lebih sehat, murah meriah dan menyenangkan jika kita
> membahas Dunia Humor.
>
>
>
> Lihatlah para pelawak senior kita yang menurut saya (anda boleh punya
> pelawak favorit masing2) seperti "Biang" nya Srimulat, memang dunia mereka
> adalah dunia lawak, bertahun-tahun mereka mengasah kemampuan dalam seni
> humor ini.Sebut saja Gepeng (Alm), Asmuni (Alm), Basuki (Alm), Triman (Alm),
> Jujuk, Tarzan, Bambang Gentolet,Gogon, Nunung, Kadir, Timbul, Yati, Mamik,
> Pak Eko,Polo, Rohana dan Paul, inilah generasi emas dari Srimulat,
> sepertinya tidak ada generasi penerus mereka untuk melanjutkan tradisi humor
> kelompok ini.
>
>
>
> Diantara mereka boleh "terpecah" membentuk grup-grup lawak sempalan, tapi
> :Roh dan Jiwa" melawak mereka apapun ceritannya berada di Srimulat.
> Masing-masing mereka mempunyai karakter individu yang kuat dalam melawak dan
> orisinil baik melawak dengan bahasa tubuh maupun bahasa verbal. Roh dan Jiwa
> melawak individu mereka ini hanya bisa dilebur dalam Srimulat. Saya sangat
> mengagumi cara-cara mereka di dunia humor sejak masa kuliah dulu yang sering
> tampil di TVRI
>
>
>
>
>
> Sayang mereka ini sudah tidak tampil lagi secara utuh di televisi swasta
> kita, akibat tekanan industri hiburan di Negara kita yang lebih kepada
> materi segala-galanya, ruang untuk mengeksplor seni tersingkirkan, akhirnya
> mereka para "tonggak tua" Srimulat "tumbuh liar" di kota Jakarta untuk
> mencari "hidup" masing-masing. Saya pribadi merasakan kehilangan Srimulat
> dalam bentuk seutuhnya.Mereka melawak dengan naluri alamiah yang mereka
> miliki, cobalah lihat gaya dan canda mereka disebuah lakon yang dimainkan
> oleh Group lawak Srimulat, begitu hidup dan menghibur. Jok-jok segar yang
> mengundang tawa ditampilkan oleh mereka sesuai dengan karakter masing-masing
> dengan ekspresi datar tanpa harus ketawa berlebihan. Jika mau konyol
> sekalian ya tampil gila saja  seperti Tessy.
>
>
>
>  Mereka bebas mengeksplor dan berimprovisasi diatas panggung tanpa
> kehilangan jalan cerita, yang membuat sedikit "rusak" alur lawakan mereka
> tak lebih tak kurang adalah bintang tamu biasanya artis-artis cantik, bisa
> jadi artis yang jadi "pajangan komersil" ini dalam panggung Srimulat tidak
> tahan menahan tawa atas segala tingkah laku manusia-manusia yang saya
> sebutkan diatas. Biasanya sang artis ketawa sambil menundukan wajah dan
> menutup mulut dengan tangan atau membelakang kamera, ini menandakan bagi
> seorang pelawak yang berkarakter tabu untuk menyampaikan humornya untuk
> tersenyum berlebihan apalagi ketawa ngakak, begitulah Srimulat group favorit
> saya yang sekarang lagi mati syuri, apa kabar Pak Agum ? sebagai pengayom
> grup lawak ini.
>
>
>
> Pelawak lainnya yang memang mengundang syaraf senyum  dan tawa saya agar
> lebih spontan saat ini diantaranya adalah Tukul, Komeng dan Kelik Pelipur
> lara. Mereka menurut saya memang seniman lawak tulen yang berkarakter,
> Inilah sedikit tentang mereka
>
>
>
> *Komeng*
>
>
>
> Terkenal dengan gaya slengek annya, datar, suka ngekick dan ngerjain lawan
> mainnya. Apapun yang diomongin lawan mainnya selalu ada saja balasan yang
> setimpal yang dilontarkannya sehingga lawan mainnya mati kutu dan membuat
> penonton yang mahal senyum sekalipun akan menyunggingkan bibirnya berusaha
> untuk tersenyum. Komeng nggak ada matinya dalam melemparkan humor segar,
> semakin dilawan semakin heboh si Komeng dengan gaya "ngekik"nya, tidak ada
> yang bisa menghentikannya, omas yang suka cerewetpun nggak bisa berbuat
> apa-apa, akhirnya omas yang punya kelebihan dimulutnya (baik dalam berbicara
> tak putus-putusnya maupun dalam arti yang sebenarnya) akibat ulah si Komeng
> hanya pasrah dikerjain, begitulah sedikit gaya dan karakter si Komeng dalam
> melawak.
>
>
>
> *Kelik Pelipur Lara*
>
>
>
> Ini dia si Raja plesetan, begitu orisinil plesetannya dan sangat pas
> dilontarkannya baik dalam bahasa verbal maupun bahasa tubuhnya. Sedikit
> senyum nyengir dengan stelan jas lengkap pakai peci dan sepatu kulit dengan
> santai Kelik menyampaikan plesetannya yang kadang-kadang sulit di duga dalam
> arti bukan sebuah ulangan atau didapat dari pelawak lain yang suka bermain
> plesetan tapi terasa kurang pas. Ini sebuah contoh orisinil plesetan si
> Kelik
>
>
>
> "Siapa artis senior yang suka tergila-gila sama sepeda motor Itali,
> jawabnya adalah Titik *Vespa*
>
> *  *
>
> *Tukul*
>
>
>
> Wong ndeso yang mencoba meraih dan menggapai sukses bertarung di dunia
> hiburan di kota Jakarta . Tukul tipikal orang yang meraih sukses di dunia
> hiburan lawak Indonesia beranjak dari nol, jatuh bangun menggampai mimpi.
> Ibaratnya memanjat sebuah pohon dari bawah untuk mencapai pucuk kesuksesan.
> Masih segar dalam ingatan saya diawal tahun 90 an Tukul tidak
> diperhitungkan, hanya sebatas figuran atau pengisi klip video lagu
> anak-anak. Tukul seperti kesurupan bermain air ketika jadi bintang video
> klip lagu anak-anak yang dinyanyikan Joshua yaitu Bok Obok airnya di
> Obok-obok.
>
>
>
> Tapi sekarang Tukul jangan ditanya, separuh Jakarta bisa dibelinya, walah
> terlalu hiperbolik gaya bahasa saya, dalam menulis memang harus begitu
> sedikit di gadang-gadangkan begitu pelajaran menulis no 1701 yang saya
> dapat, arti lebih jauhnya tentu Tukul telah sukses dan bergelimang materi
> saat ini.
>
>
>
> Gaya Tukul yang membuat saya tertawa adalah di acara empat mata ketika
> kumat gilanya disorakin penonton..yak. .yak..yak. .yak, lalu Tulul mebuat
> gerak aneh apa yang bisa bergerak di tubuhnya dengan serasi bersama dentuman
> suara musik pengiring, sangat pas saat usai berkata Puasss..puasss. .puasss
> (ya puas dong Tukul gue ama penonton).Kelebihan mulut/cangkem Tukul dalam
> arti sebenarnya adalah asset yang paling berharga dia dalam menghibur
> penonton, selalu tidak habis-habisnya dari sisi manapun kelebihan cangkemnya
> ini. Bagi Tukul semakin "dihina" bentuk cangkemnya ini maka semakin deras
> duit mengalir ke koceknya, hebat memang.
>
>
>
> Gaya klasik Tukul tentunya tidak lepas dari dari cangkemnya yang berlebih,
> begini kira-kira gaya "trade mark" seorang Tukul, tangannya meraih mulut
> yang berlebih itu beberapa kali lalu kedua tangannya merapikan rambutnya
> yang berdiri seperti sapu ijuk yang tidak pernah dikasih sampo pelembab
> (Conditioner) . Seperti gaya Standing Style Gogon yang sering saya peragakan
> di muka cermin berdiri, gaya tukul ini iseng saya coba beberapa kali ulang,
> ahaaaa jauh dari harapan berlagak seperti Tukul saya di depan cermin tidak
> lebih tidak kurang setelah saya pandang-pandang gaya Tukul yang saya tirukan
> tersebut saya kelihatan seperti orang yang baru stress kemaren sore,
> Untungnya adalah,  tidak dilihat sama anak dan  istri saya, sempat
> ditontonnya bisa jadi dia agak prihatin ada apa ini dengan Babe ya….?
> Ha..ha..ha.
>
>
>
>
>
> Begitulah DuniaHumor bagi saya, dia semacam obat, teraphi dan candu yang
> kadang-kadang cukup mujarab ketika saya suntuk, jenuh, boring dan sedih.
> Apalagi jika dihadapkan pada beban kerja yang memadat dan belum menemukan
> sebuah solusi yang tepat dalam memecahkan masalah, biasanya saya break
> sejenak lalu menghirup kopi panas. Selanjutnya tangan saya bentangkan
> dibelakang kepala sambil tersenyum sendiri megingat-ingat (mereview) apa
> saja kejadian yang lucu-lucu di panggung hiburan lawak, cerita humor atau
> saya mentertawai diri saya sendiri.
>
>
>
> Bukan hal aneh lagi teman satu ruangan saya mempergoi saya tersenyum
> sendirian, Pak Haji Toto nama teman satu ruang saya tersebut atau akrab saya
> panggil Pak Haji .
>
>
>
> "Pak Jepe…Pak Jepe kok anda tersenyum sendirian, wah lagi banyak uang ya"
> Pak Toto bikin kaget saya saat tersenyum sendirian
>
>
>
> "Ahhhh iya nih Pak Haji saya lagi banyak uang tapi sayang dibawa kabur
> Tukul semua"
>
>
>
>
> *Salam Humor, Pekanbaru, **2 November 2008*
>
> ------------------------------
>  Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya?
> <http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Aq66bQhFy7sa9ckgheu3rETJRAx.;_ylv=3?qid=20080123200658AAOcxGm>
> Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
> >
>


-- 
[ Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau }}
www.ephi.web.id | http://blog.ephi.web.id

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke