Buya Syafii Kikuk Disanjung

Sabtu, 01 November 2008 | 15:27 WIB


TEMPO Interaktif, Padang: Ahmad Syafii Ma'arif, penerima Magsasay Award dari  
Filipina Agustus lalu,   kikuk penghargaannya itu dirayakan oleh Pemerintah 
Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (1/11). Ia marasa dibesar-besarkan. "Padahal  
saya tak sebesar itu," ujarnya merendah.

Pada 1 Agustus 2008 lali mantan Ketua  Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pendiri 
Maarif Institute, dianugerahi Magsaysay Award 2008 kategori Perdamaian dan 
Pemahaman Internasional. Dewan Pengawas Ramon Magsaysay Award Foundation di 
Manila, 

Pria kelahiran Sumpur Kudus, Sumatera Barat, 31 Mei 1935, itu tak bisa mengelak 
mendapat anugerah.  Pun ia tak bisa menghalangi warga Sumatera Barat  ikut 
bergembira. Acara syukuran ini diprakarsai  pemerintah daerah dan disokong PT 
Semen Padang, Muhamadiyah dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.

Di hadapan sektar 700 undangan, Buya, panggilan Syafii Ma'arif, berceritera 
banyak orang Minang yang merasa kehilangan kejayaan masa lampau seakan kejayaan 
itu sudah berlalu, apalagi ditambah dengan pengalaman pahit masa lalu.  “Akibat 
PRRI itu kita merasa topaniang. Sudah, biarkanlah itu berlalu,”  hadirin 
tertawa karena memakai bahasa Sumpur Kudus.

Ia memuji Gamawan Fauzi, Gubernur Sumatera Barat, yang  menjadi pionir dalam 
penerapan pemerintahan  bersih dari korupsi dan  kini diikuti daerah kabupaten 
dan kota lainnya di Indonesia. 
“Untuk memberantas korupsi, yang harus dikembangkan itu industri hati,” pesan 
Syafii. 

Membalas pujian  Syafii, Gamawan Fauzi mengatakan, penghargaan dari pemerintah 
Sumatera Barat dalam bentuk perayaan untuk Syafii bukan untuk mengenang 
kejayaan tokoh Minang masa lalu.  “Penghargaan untuk Buya Syafii ini menjawab 
kerisauan orang Minang selama ini karena tidak ada tokoh Minang yang lahir di 
masa sekarang. Apalah artinya acara ini dengan penghargaan Magsasay yang 
dianggap nobel Asia," balas Gamawan Fauzi.

Sebelumnya, Pengurus Pusat Muhammadiyah juga menggelar syukuran atas 
penghargaan Magsaysay Award yang diperoleh Ahmad Syafii Ma'arif. Ia adalah 
orang Indonesia yang ke-19 yang mendapat penghargaan tersebut. 

Syafii dinilai pantas menerima penghargaan Ramon Magsaysay karena kepeduliannya 
terhadap penderitaan kaum miskin. Ia juga aktif memimpin gerakan moral di 
tengah hirup pikuk politik yang mementingkan diri sendiri maupun kelompok. Ia  
berpesan  pemimpin Indonesia  meniru perilaku Ramon Magsaysay yang berpihak 
pada rakyat miskin. Inilah salah satu cara mengurangi kemiskinan.

Febrianti 


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke