Ass.Wr.Wb, Ummaik sa Palanta. Tarimokasiah ateh infonyo.
Iyo bana barek maknanyo, Permissive (Soziologi), Assimilasi (Soziologi), Integrasi (Soziologi). ................ Wassalam, Muljadi,German -------- Original-Nachricht -------- > Datum: Thu, 6 Nov 2008 11:36:53 +0700 > Von: "Nofend Marola" <[EMAIL PROTECTED]> > An: [email protected] > CC: [EMAIL PROTECTED] > Betreff: [EMAIL PROTECTED] Budaya Permisifisme di Minangkabau > > > Opini/Artikel lah agak lamo dari Harian Singgalang > http://www.hariansinggalang.co.id Senin, 20 Oktober 2008, bagus juo untuak > di baco2, apalagi melanjutkan masalah seri adat, fungsi niniak mamak dan > ABSSBK. > > Salam. > > ============= > Oleh Upik Kamalia > (Guru SMA PP M.Natsir Alahan Panjang dan Tentor Nurul Fikri Cabang Padang) > > AKHIR-akhir ini banyak sekali sorotan yang ditujukan kepada orang Minang, > ranah Minang dan Sumatra Barat khususnya. Sorotan tersebut terutama > tertuju > pada semakin merosotnya moral generasi muda Minang dari hari ke hari. > Buntutnya keabsahan dan kebenaran sebutan Adat Bersendi Syara' Syara' > Bersendi Kitabul lah pun mulai digugat orang. Dimanakah gerangan falsafah > itu sekarang? Apakah keberadaan nya saat ini sekadar pengisi literatur > sejarah Minangkabau? Kemerosotan moral generasi muda kita terlihat dengan > sema-kin maraknya prostitusi, judi dan zina. Sikap generasi muda yang > tidak > lagi mengacuhkan rasa malu ketika berpakaian seronok di keramaian atau > ketika berdua-duaan di tempat sepi. Tidak terbatas di kota besar, hal > demi-kian dengan mudah dapat kita temukan dipelosok desa ter-pencil. > > Permisifme, barangkali inilah kata yang dapat mewakili muara dari > terjadinya > berbagai kemero sotan moral itu. Secara sederhana kata itu dapat diartikan > mem-bolehkan, membiarkan atau tidak melarang. Ketika hal tersebut telah > menjadi kebiasaan ia men-jadi bagian dari budaya, budaya permisifme yang > berarti budaya yang serba membolehkan atau membiarkan. > > Budaya inilah yang sekarang sedang menggejala dalam masya rakat kita. > Bermula dari keluarga yang membiarkan anak-anaknya, yang cendrung > menyerahkan semua urusan pada sang anak, yang tidak mau repot mengurusi > mau > kemana anak, mau berteman dengan siapa. Gejala itu kemudian berkembang di > tengah masyarakat ditunjukkan dengan saling tidak perduli. Sedikit sekali > anggota masyarakat yang mau menegur seorang anak yang merokok bila yang > merokok itu bukan anak nya. Jarang masyarakat sekarang yang mempersoalkan > remaja yang duduk berdua-duaan di tengah malam sekalipun. > > Yang terdengar hanyalah bisik-bisik ketidaksukaan. De-ngan perkataan lain > masyarakat kita telah kehilangan kontrol sosialnya. Semuanya menjadi serba > boleh. Pada akhirnya pandangan terhadap sesuatu yang selama ini dianggap > tabupun berubah. Dulu tabu sekarang boleh. Lebih aneh lagi, bila dulu > seseorang yang mengingatkan dianggap orang baik maka seka rang mereka yang > coba mengingatkan yang tabu-tabu itu justu dianggap aneh, sok tahu dan > ikut > campur urusan orang. > > Norma dan nilai-nilai dalam masyarakat telah berubah. Perta-nyaanya > sekarang > apakah sum-ber utama penyebab perubahan tersebut? Berkembangnya buda ya > permisifine di tengah-tengah masyarakat kita sesungguhnya memperlihatkan > ketidakmam puan kita memfilter budaya asing yang masuk. > > Berkaca pada sejarah, jelas bisa dikatakan bahwa permisifine bukanlah > budaya > kita. Masya rakat kita adalah masyarakat yang memiliki kontrol sosial yang > tinggi. Memegang teguh norma-norma agama dalam kehidupan nya sehari-hari. > > Jika budaya permisifine ini terus berkembang maka jati diri kita sebagai > bangsa beradat akan hilang. Dan ini merupakan suatu kehilangan yang besar. > > Melihat pola kehidupan gene-rasi muda saat ini kekhawatiran tersebut > sepertinya tidak berle-bihan. Kecendrungan ke arah itu telah terlihat > nyata. > Globalisasi sebenarnya hanya media yang menyampaikan berkembangnya budaya > permisifine di masya rakat kita. > > Hal utama menjadi penyebab mudahnya budaya itu berkem bang adalah adanya > semacam ketakutan-ketakutan dalam ma-syarakat kita. Ketakuatan itu > diantaranya menghadapi kemis kinan. Masyarakat kita takut miskin sehingga > tidak berani menolak, menegur atau mengingatkan seseorang terlebih orang > tersebut berkedudukan lebih tinggi dari dirinya. > > Masyarakat cendrung diam atau bersikap pura-pura tidak tahu. Mereka takut > bila bersuara maka pada masa mendatang urusan mereka menjadi tidak lancar > dan akan merugikan diri dan kelompoknya. Maka jika ada yang korupsi atau > meminta bagian secara langsung setelah urusan selesai diam-diam sajalah, > anggap hal itu sebagai ucapan terima kasih. > > Ketakutan akan hilangnya kekuasaan dan jabatan juga menjangkiti masyarakat > kita. Menegur atau memperingatkan seseorang dianggap sebagai hal yang akan > mengurangi penghor matan dan dukungan. Sebaliknya sikap membolehkan atau > mem > biarkan terhadap suatu pelang garan yang dilakukan anggota masyarakat > dilihat sebagai lang-kah strategis untuk menarik dukungan. > > Pandangan seperti inilah yang menyebabkan mereka yang ber kuasa tidak > berani > mengingatkan dan menghukum pelanggar nor ma. Alasan lain yang dipakai > biasanya adalah takut terlibat masalah jika melarang sesuatu perbuatan > pelanggaran. > > Masyarakat kita saat ini tidak berani bertindak terhadap se-suatu yang > ganjil karena mereka tidak mau terbawa masalah. Akibatnya muncul sikap > tidak > perduli, cuek dan semau gue dari orang yang melanggar norma tadi. Takut > terlibat masalah juga berarti tidak mau repot mengu rusi orang lain. > > Berkembang suatu pandangan dalam masyarakat kita bahwa manusia modern > adalah > yang tidak mengurusi orang lain, orang yang demokratis adalah yang > memberikan kebebasan pada orang lain untuk melakukan apapun yang dia mau. > > Disebut orang tua modern oleh anak-anak muda sekarang bila membebaskan dan > mendu kung apa-apa yang ingin mereka lakukan, meski bertentangan dengan > nilai dan norma. Sebalik nya mereka yang mengingatkan, menegur dianggap > manusia kolot dari zaman batu. > > Jika ditelusuri lebih jauh, semua ketakutan itu segaris dengan semakin > jauhnya masya rakat kita dari nilai-nilai agama. Kalaupun sekolah-sekolah > agama terus menghasilkan orang-orang yang hafal Alquran, yang mampu > mengkaji > kitab dan ayat-ayat Allah namun itu semua sebatas pengetahuan saja > umumnya. > Tidak sedikit yang melakukan pelangggaran norma adalah lulu-san sekolah > agama atau ustazd yang kian kemari memberikan ceramah. > > Banyak kita jumpai ulama yang anaknya tidak menutup aurat padahal ayahnya > menyuruh orang memakai jilbab. Guru agama yang berkelahi dengan > pimpinannya, > padahal ia lah yang semestinya mencegah hal itu. Atau seorang garim masjid > yang telibat judi dan perselingkuhan. Semua itu adalah bukti-bukti ajaran > agama hanya dipahami sebagai ilmu pengetahuan saja. Simbol saja. Dengan > kata > lain kita semakin sekuler. > > Berangkat dari persoalan tersebut maka tidak ada jalan lain untuk > memperbaiki keadaan selain memperkuat kontrol sosial. Kita harus > menyatukan > suara untuk menyatakan baik dan buruk sesuatu. Jangan sampai ada > ketimpangan > ketika satu kelom pok menyatakan ini jelek, kelom-pok lain mendiamkannya > saja. Jika ini terjadi, maka kita tunggu kehancuran yang lebih parah akan > menimpa negeri kita.n*** > > -- GMX Download-Spiele: Preizsturz! Alle Puzzle-Spiele Deluxe über 60% billiger. http://games.entertainment.gmx.net/de/entertainment/games/download/puzzle/index.html --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
