Sanak di Palanta, Ini juga bagian dari budaya minang tampaknya " Kita bisa apa?.." Apalagi berhadapan dengan orang punya duit... dan terkenal. Namun disini ada usaha untuk pembenaran atas tindakan yang jelas-jelas membuat citra etnis minang di mata etnis lain di rendahkan. di cemo'oh, diper olok-olokan. Kalau dimasukan ke dalam kasus hukum bisa jadi ini lebih berat dari pencemaran nama baik karena disini yang dicemarkan adalah sebuah etnis bukannya hanya orang tertentu.
Saya juga, bila ada yang mendeklarasikan di buang dalam adat, juga tidak akan apa-apa. Itu secara pribadi namun saya rasa anak keponakan saya, generasi saya berikutnya dan orang Minang lainnya akan menyadari kenapa sangsi adat tersebut dikenakan. Apakah ini tidak tidak punya arti?.... Saya rasa kalau memamng ada yang mempunyai kewenangan dalam hal ini, seharusnya memang dilakukan. Namun perlu dipahami memberikan sangsi adat ini juga tidak dilakukan begitu saja. Disinilah peranan angku-angku yang memegang gala adat, harus ada tindakan dalam rangka menjalankan amanah yang angku terima. Jangan hanya untuk berebut gala tersebut anda mau berselisih paham dengan sanak keluarga bahkan ada yang berbuat keji, namun gilaran martabat etnis anda dicemarkan, dilecehkan anda hanya tidak berbuat pembelaan bahkan ada yang berusaha membenarkan. Saya tidak meminta BCL untuk berpakaian layaknya orang Minang, namun saya tidak terima pakaian pengantin yang dia pakai di katakan sebagai pakaian adat Minang, ini jelas pencemaran dan pelecehan atas etnis Minang, karena tidak ada pakaian adat Minang seperti itu. Itu bukan pakaian adat Minang bla.. bla... Apa yang dapat kita perbuat ?... Partamo : Kita harus melakukan penolakan, dengan menyatakan melalui apapun yang kita bisa, agar etnis lain tahu bahwa pakaian pengantin tersebut bukanlah pakaian adat Minang ala manapun. Kaduo : Angku-angku pemangku adat, tentunya akan melakukan hal sesuai dengan aturan adat apakah hal ini perlu diberikan sangsi sesuai adat, atau hal ini akan diterima sebagai modernisasi. Jalankan tugas angku sasuai amanah nan angku tarimo. Katigo : Kalau ada yang merasa dirugikan, dilecehkan dan punya keinginan untuk membawa ke jalur hukum, paling tidak keluarga BCL menyampaikan permintaan ma'af kepada masyarakat Minang yang merasa tercemar dan dipermalukan. Wassalam, Zulidamel (46) Jakarta ----- Original Message ----- From: Riri Chaidir To: [email protected] Sent: Wednesday, November 12, 2008 1:03 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: MANA KONTROL DARI NINIAK MAMAK DAN ALIM ULAMA MINANG ???? Sanak Mantari Sutan. Maaf ambo comment, walaupun ambo bukan Uda Zul. .... Concern saya adalah, ketika itu dikaitkan dengan pakaian pengantin Minang. Saya merasa anaeh, karena belum pernah melihat anak daro pakai baju seperti itu sebelumnya. Dan saya rasa, concern beberapa orang di palanta lain (seperti kaskus) ya itu juga. Tentang "kita bisa apa?" He he, normatif sekali memang. Memang kita tidak bisa apa2, karena kita - at least saya - tidak punya kapasitas untuk menuntuu. Tetapi bukankah di RN ini kita sangat sangat sering mendiskusikan berbagai hal yang - secara hukum - "kita bisa apa" ? Atau kalau ada yang melontarkan isu2 yang "kita bisa apa" langsung threadnya buru2 ditutup. he he Riri Bekasi, L 46 2008/11/12 Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]> Uda Zul nan ambo hormati, Dideklarasikan mereka bukan lagi orang minang, mungkin mereka juga tidak akan apa-apa. Jadi kita bisa apa?? Zulidamel wrote: > Dunsanak di palanta !... > Zaman boleh berubah, Katuju silahkan pakai, ndak katuju tinggakan namun > jangan ada unsur pelecehan warisan leluhur etnis sendiri. Kalau sarupo iko > mengaku dara Minang dan menggunakan adat Minang namun nayatonyo lain yo > paralu kito tanyo sia mamaknyo sanak!... kan baitu caro awak. Lain > masalahnyo kalau kelurgako mangatokan ndak pakai adat mano juo, sasuko > atinyo lah, salamo ndak basingguangan jo masalah hukum. > Dalam hal iko, boleh ada yang bilang keluargako ndak salah, boleh jadi > sistem value mereka menganggap adat hanyalah sebuah estetika belaka tapi > bersinggungan dengan nama baik etnis Minang. Disini ada yang merasa > dipermalukan. Ada tindakan perusakan terhadap adat istiadat yang dibanggakan > oleh etnis Minang, apa ini bukan kesalah besar. Setiap kesalahan tidak boleh > dibiarkan. Setiap kesalahan pasti ada sangsinya. Yang ndak sengaja saja > harus minta ma'af apalagi ini benar-benar suatu kesengajaan. > Kalau memang keluarga ini tidak mengandalkan niniak mamak, karena mereka > secara value memang mapan, kenapa harus bilang menggunakan adat Minang. > Urang Minang barajo ka mamak sanak!... jadi ndak mungkin mamaknyo ndak tau > soal iko. > Sekarang tanyalah nurani masing-masing. Apakah anda merasa dipermalukan > karena karena ulah BCL anda do ceme 'e dek kawan-kawan. anda jadi > perolok-olokan, anda direndahkan dan bukan hanya anda tapi etnis minang ?... > Apakah anda masih enjoi dengan apa yang anda banggakan ternyata di obrak > abrik oleh seseorang ?... Ternyata seseorang itu juga mengaku berasal dsari > etnis anda sendiri?... Nyatanya saya sendiri yang sering berkata banyak > kesalahan dalam adat minang merasa sangat kecewa dengan hal ini, bagaimana > dengan sanak nan begitu membanggakan adat minang itu!... > Apakah adat Minang akan menjadi masa lalu?... siapa yang akan mencegah hal > itu ?... Percuma sanak bicara soal adat, percuma sanak bangga dengan > ABS-SBK, bila berhadapan dengan seseorang seperti BCL melakukan pelecehan > terhadap apa yang anda banggakan ternyata anda melakukan pembenaran terhadap > pelecehan tersebut. > Yang saya tau, tak satupun pakaian adat Minang yang mengumbar sahwat. > Sekarang ada sesorang yang berpakaian mengumbar sahwat mengatakan bahwa itu > adalah pakaian adat minang, apakah itu dapat dibenarkan ?.... apakah itu > boleh digolongkan kepada modernisasi?... Kalau itu dapat dibenarkan untuk > apa ABS-SBK?...... > wassalam, > Zulidamel (46) > Jakarta > ----- Original Message ----- > From: "Mantari Sutan" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Cc: <[email protected]> > Sent: Wednesday, November 12, 2008 9:31 AM > Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: MANA KONTROL DARI NINIAK MAMAK DAN ALIM ULAMA > MINANG ???? > Bundo Hifni yang ambo hormati, > Bahwa bukan niniak mamak dan alim ulama yang salah. Zaman sudah berubah, > adat menjadi sesuatu yang arbitrer. Ia akan menjadi estetika belaka, > pelengkap sebuah pesta. Kalau katuju silakan pakai, ndak katuju tinggalkan. > Katuju sabagian, ambillah yang sebagian itu. > Kalau zaman dulu memang. Lenggek suntiang saja diatur oleh karapatan adat. > Di beberapa tempat dikaitkan dengan besarnya alek, mambantai kambing kah > atau kerbau. Ada juga didasar pada status sosial adat dan riwayat > berkampungnya keluarga besar mereka. Saat ini, mau berlenggek berapa, > terserah kita. Apalagi di kota-kota besar. Pesta adat memang sudah sangat > disesuaikan dengan situasi metropolitan. Berapa orang diantara kita yang > masih duduk berjamba (at least berkursi lah) di 5 undangan terakahir > perkawinan berpelaminan minang? > Adat memang sudah menjadi estetika. Tak ada konsekuensi logis dari setiap > yang melewati pakemnya. BCL tak salah, ayah dan ibunya juga.karena system > value mereka terhadap adat sebatas estetika. > MS/29 > HIFNI HFD wrote: >> Salam Engku Riri, >> >> Kok sarupo iko modenyo.. katiko ambo mancaliek indak cukuik jo ucapan >> asytagfirullah al adziim.. indak cukuik jo geleng geleng kapalo... >> Akhirnyo ambo bisa menyimpulkan : >> a. Indak ado hubungan antaro alim ulama minang - untuak masalah ko... >> b. Kok nan lai.... adolah ... keluarga tuh... indak mangandalkan ninik >> mamaknyo lai... dek inyo alah bakamampuan tagak surang... Mungkin nan ado >> hanyolah peran urang Sumando Gadang Malendo... Ka baa juo lai..... >> c. Samentaro itu... anak daro indak bisa dipasalahkan do... karano inyo >> membanggakan bahwa rancangan baju nyo adolah rancangan sang Bunda... >> >> Sebagai ~ padusi ~ minang, saya betul betul malu.... dengan komentar >> teman teman dikantor : " Bu hifni.... ayo dipostingkan tuh di blognya - >> sebagai pakaian minang modern. >> Panas hatiku rasanya dan spontan saya menjawab : " Wah ndak lah yao... >> itu bukan pakaian orang minang....!!!! >> Panjang lebar saya menjelaskan bahwa baju pengantin etnis minang dan >> pelaminan, selalu bernuansa merah, kuning, hitam dan hijau.... karena >> mengandung makna atas pemilihan warna itu... >> >> Sekali lagi saya merenung dan geleng-geleng kepal ktika melihat website >> yang Sanak tunjukkan. Nauzubillahh.... >> >> Wassalam >> >> 3vy Nizhamul http://hyvny.wordpress.com >> http://bundokanduang.wordpress.com >> >> --- On Tue, 11/11/08, Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> From: Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] >> Fwd: [SaudagarMinang] MANA KONTROL DARI NINIAK MAMAK DAN ALIM ULAMA MINANG >> ???? To: [email protected] Date: Tuesday, November 11, 2008, 7:38 >> PM >> Dunsanak Sapalanta, >> >> Di bawah ambo forwardkan dari milis subalah. >> >> Ambo sabalunnyo ndak tau (he he, mungkin ambo kurang gaul) kalau BCL tu >> urang Minang, dan tadi baru ambo tau kalau pestanyo ruponyo memang di >> declare pake "adat minang" di video >> http://www.sctv.co.id/video.php?id=21159 >> >> Komentar lain (plus ado foto - nan katonyo ndak sajaleh yang disiarkan di >> TV) ambo baco juo di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1184824 dan >> http://forum.detik.com/showthread.php?p=5208329 >> >> Riri >> Bekasi, L 46 >> >> >> >> >> ---------- Forwarded message ---------- From: emailnyaoji < >> [EMAIL PROTECTED] > Date: 2008/11/11 Subject: [SaudagarMinang] MANA >> KONTROL DARI NINIAK MAMAK DAN ALIM ULAMA MINANG ???? To: >> [EMAIL PROTECTED] >> Saya sebenarnya gak suka dengan segala sesuatu yg berbau artis,apalagi >> nonton infotainment. Mohon maap bagi yg suka mengikuti berita2 >> infotainment. >> Tadi pagi saya mendapat sebuah pesan singkat di HP dari seorang teman >> yang isinya cukup membuat saya berfikir, APA SAYA MASIH BISA BANGGA JADI >> ORANG MINANG ??? APA ORANG MINANG MASIH BERLANDASKAN ADAT BASANDI SYARA', >> SYARA' BASANDI KITABULLAH ??? >> "lu liat liputan perkawinannya BCL gak ??? emang pakaian penganten wanita >> orang minang boleh menjual dada spt itu ??? mana nih peran ninik mamak dan >> alim ulamanya yg terkenal sangat menjaga adat dan kuat berpegang pada >> agama ??? jangan sampai adat sendiri di rusak oleh generasi mudanya >> bro……." . demikian isi smsnya. namun saya gak bisa lihat liputannya di >> infotainment krn harus berangkat liputan pagi hari. > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
