Ndak usah susah dan paniang pikia  di Sumbar kan ado LKAAM, di Jakarta
ado Gebu Minang, atas nama itu sudah cukup untuk membuat surat teguran
keras atas pelecehan budaya, yang mengatur bumi ini adalah orang yang
mau berpikir dan bertindak, bukan orang yang punya duit, Rasulullah SAW
menggerakkan Umat bukan dengan duit, Mahatma Gandhi menggerakkan
rakyatnya bukan dengan duit, Tokoh kita, Bung Hatta, HAMKA, M.Natsir,
tidak dengan duit tapi dengan kekuatan idealisme, pikir dan tindak.
 
Jangan terlalu banyak diskusi, kalau dilecehkan, protes buat surat
terbuka, kerjakan, sampaikan...demikian...
 
Wassalam
Dedi Yusmen/35+
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Zulidamel
Sent: Wednesday, November 12, 2008 3:44 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: MANA KONTROL DARI NINIAK MAMAK DAN ALIM ULAMA
MINANG ????
 
Sanak di Palanta,
Ini juga bagian dari budaya minang tampaknya " Kita bisa apa?.." Apalagi
berhadapan dengan orang punya duit... dan terkenal. Namun disini ada
usaha untuk pembenaran atas tindakan yang jelas-jelas membuat citra
etnis minang di mata etnis lain di rendahkan. di cemo'oh, diper
olok-olokan. Kalau dimasukan ke dalam kasus hukum bisa jadi ini lebih
berat dari pencemaran nama baik karena disini yang dicemarkan adalah
sebuah etnis bukannya hanya orang tertentu.
 
Saya juga, bila ada yang mendeklarasikan di buang dalam adat, juga tidak
akan apa-apa. Itu secara pribadi namun saya rasa anak keponakan saya,
generasi saya berikutnya  dan orang Minang lainnya akan menyadari kenapa
sangsi adat tersebut dikenakan. Apakah ini tidak tidak punya arti?....
Saya rasa kalau memamng ada yang mempunyai kewenangan dalam hal ini,
seharusnya memang dilakukan. Namun perlu dipahami memberikan sangsi adat
ini juga tidak dilakukan begitu saja.
 
Disinilah peranan angku-angku yang memegang gala adat, harus ada
tindakan dalam rangka menjalankan amanah yang angku terima. Jangan hanya
untuk berebut gala tersebut anda mau berselisih paham dengan sanak
keluarga bahkan ada yang berbuat keji, namun gilaran martabat etnis anda
dicemarkan, dilecehkan anda hanya tidak berbuat pembelaan bahkan ada
yang berusaha membenarkan.
 
Saya tidak meminta BCL untuk berpakaian layaknya orang Minang, namun
saya tidak terima pakaian pengantin yang dia pakai di katakan sebagai
pakaian adat Minang, ini jelas pencemaran dan pelecehan atas etnis
Minang, karena tidak ada pakaian adat Minang seperti itu. Itu bukan
pakaian adat Minang bla.. bla...
 
Apa yang dapat kita perbuat ?...
Partamo : Kita harus melakukan penolakan, dengan menyatakan melalui
apapun yang kita bisa, agar etnis lain tahu bahwa pakaian pengantin
tersebut bukanlah pakaian adat Minang ala manapun.
 
Kaduo : Angku-angku pemangku adat, tentunya akan melakukan hal sesuai
dengan aturan adat apakah hal ini perlu diberikan sangsi sesuai adat,
atau hal ini akan diterima sebagai modernisasi. Jalankan tugas angku
sasuai amanah nan angku tarimo.
 
Katigo : Kalau ada yang merasa dirugikan, dilecehkan dan punya keinginan
untuk membawa ke jalur hukum, paling tidak keluarga BCL menyampaikan
permintaan ma'af kepada masyarakat Minang yang merasa tercemar dan
dipermalukan.
 
Wassalam,
Zulidamel (46)
Jakarta
  
 
----- Original Message ----- 
From: Riri <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  Chaidir 
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, November 12, 2008 1:03 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: MANA KONTROL DARI NINIAK MAMAK DAN ALIM ULAMA
MINANG ????
 
Sanak Mantari Sutan.
 
Maaf ambo comment, walaupun ambo bukan Uda Zul.
 
....
 
Concern saya adalah, ketika itu dikaitkan dengan pakaian pengantin
Minang. Saya merasa anaeh, karena belum pernah melihat anak daro pakai
baju seperti itu sebelumnya. Dan saya rasa, concern beberapa orang di
palanta lain (seperti kaskus) ya itu juga.
 
Tentang "kita bisa apa?" He he, normatif sekali memang. Memang kita
tidak bisa apa2, karena kita - at least saya - tidak punya kapasitas
untuk menuntuu.
 
Tetapi bukankah di RN ini kita sangat sangat sering mendiskusikan
berbagai hal yang - secara hukum - "kita bisa apa" ? Atau kalau ada yang
melontarkan isu2 yang "kita bisa apa" langsung threadnya buru2 ditutup.
he he
 
Riri
Bekasi, L 46
 


 
2008/11/12 Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]>

Uda Zul nan ambo hormati,

Dideklarasikan mereka bukan lagi orang minang, mungkin mereka juga tidak
akan apa-apa.

Jadi kita bisa apa??

Zulidamel wrote:
> Dunsanak di palanta !...
> Zaman boleh berubah, Katuju silahkan pakai, ndak katuju tinggakan
namun
> jangan ada unsur pelecehan warisan leluhur etnis sendiri. Kalau sarupo
iko
> mengaku dara Minang dan menggunakan adat Minang namun nayatonyo lain
yo
> paralu kito tanyo sia mamaknyo sanak!... kan baitu caro awak. Lain
> masalahnyo kalau kelurgako mangatokan ndak pakai adat mano juo, sasuko
> atinyo lah, salamo ndak basingguangan jo masalah hukum.
> Dalam hal iko, boleh ada yang bilang keluargako ndak salah, boleh jadi
> sistem value mereka menganggap adat hanyalah sebuah estetika belaka
tapi
> bersinggungan dengan nama baik etnis Minang. Disini ada yang merasa
> dipermalukan. Ada tindakan perusakan terhadap adat istiadat yang
dibanggakan
> oleh etnis Minang, apa ini bukan kesalah besar. Setiap kesalahan tidak
boleh
> dibiarkan. Setiap kesalahan pasti ada sangsinya. Yang ndak sengaja
saja
> harus minta ma'af apalagi ini benar-benar suatu kesengajaan.
> Kalau memang keluarga ini tidak mengandalkan niniak mamak, karena
mereka
> secara value memang mapan, kenapa harus bilang menggunakan adat
Minang.
> Urang Minang barajo ka mamak sanak!... jadi ndak mungkin mamaknyo ndak
tau
> soal iko.
> Sekarang tanyalah nurani masing-masing. Apakah anda merasa
dipermalukan
> karena karena ulah BCL anda do ceme 'e dek kawan-kawan. anda jadi
> perolok-olokan, anda direndahkan dan bukan hanya anda tapi etnis
minang ?...
> Apakah anda masih enjoi dengan apa yang anda banggakan ternyata di
obrak
> abrik oleh seseorang ?... Ternyata seseorang itu juga mengaku berasal
dsari
> etnis anda sendiri?... Nyatanya saya sendiri yang sering berkata
banyak
> kesalahan dalam adat minang merasa sangat kecewa dengan hal ini,
bagaimana
> dengan sanak nan begitu membanggakan adat minang itu!...
> Apakah adat Minang akan menjadi masa lalu?... siapa yang akan mencegah
hal
> itu ?... Percuma sanak bicara soal adat, percuma sanak bangga dengan
> ABS-SBK, bila berhadapan dengan seseorang seperti BCL melakukan
pelecehan
> terhadap apa yang anda banggakan ternyata anda melakukan pembenaran
terhadap
> pelecehan tersebut.
> Yang saya tau, tak satupun pakaian adat Minang yang mengumbar sahwat.
> Sekarang ada sesorang yang berpakaian mengumbar sahwat mengatakan
bahwa itu
> adalah pakaian adat minang, apakah itu dapat dibenarkan ?.... apakah
itu
> boleh digolongkan kepada modernisasi?... Kalau itu dapat dibenarkan
untuk
> apa ABS-SBK?......
> wassalam,
> Zulidamel (46)
> Jakarta
> ----- Original Message -----
> From: "Mantari Sutan" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: <[email protected]>
> Sent: Wednesday, November 12, 2008 9:31 AM
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: MANA KONTROL DARI NINIAK MAMAK DAN ALIM
ULAMA
> MINANG ????
> Bundo Hifni yang ambo hormati,
> Bahwa bukan niniak mamak dan alim ulama yang salah. Zaman sudah
berubah,
> adat menjadi sesuatu yang arbitrer. Ia akan menjadi estetika belaka,
> pelengkap sebuah pesta. Kalau katuju silakan pakai, ndak katuju
tinggalkan.
> Katuju sabagian, ambillah yang sebagian itu.
> Kalau zaman dulu memang. Lenggek suntiang saja diatur oleh karapatan
adat.
> Di beberapa tempat dikaitkan dengan besarnya alek, mambantai kambing
kah
> atau kerbau.  Ada juga didasar pada status sosial adat dan riwayat
> berkampungnya keluarga besar mereka. Saat ini, mau berlenggek berapa,
> terserah kita. Apalagi di kota-kota besar. Pesta adat memang sudah
sangat
> disesuaikan dengan situasi metropolitan.  Berapa orang diantara kita
yang
> masih duduk berjamba (at least berkursi lah) di 5 undangan terakahir
> perkawinan berpelaminan minang?
> Adat memang sudah menjadi estetika. Tak ada konsekuensi logis dari
setiap
> yang melewati pakemnya. BCL tak salah, ayah dan ibunya juga.karena
system
> value mereka terhadap adat sebatas estetika.
> MS/29
> HIFNI HFD wrote:
>> Salam Engku Riri,
>>
>>  Kok sarupo iko modenyo.. katiko ambo mancaliek indak cukuik jo
ucapan
>> asytagfirullah al adziim.. indak cukuik jo geleng geleng kapalo...
>> Akhirnyo ambo bisa menyimpulkan :
>>  a. Indak ado hubungan antaro alim ulama minang - untuak masalah
ko...
>>  b. Kok nan lai.... adolah ... keluarga tuh... indak mangandalkan
ninik
>> mamaknyo lai... dek inyo alah bakamampuan tagak surang... Mungkin nan
ado
>> hanyolah peran urang Sumando Gadang Malendo... Ka baa juo lai.....
>>  c. Samentaro itu... anak daro indak bisa dipasalahkan do... karano
inyo
>> membanggakan bahwa rancangan baju nyo adolah rancangan sang Bunda...
>>
>>  Sebagai ~ padusi ~ minang, saya betul betul malu.... dengan komentar
>> teman teman dikantor : " Bu hifni.... ayo dipostingkan tuh di blognya
-
>> sebagai pakaian minang modern.
>>  Panas hatiku rasanya dan spontan saya menjawab : " Wah ndak lah
yao...
>> itu bukan pakaian orang minang....!!!!
>>  Panjang lebar saya menjelaskan bahwa baju pengantin etnis minang dan
>> pelaminan, selalu bernuansa merah, kuning, hitam dan hijau.... karena
>> mengandung makna atas pemilihan warna itu...
>>
>>  Sekali lagi saya merenung dan geleng-geleng kepal ktika melihat
website
>> yang Sanak tunjukkan. Nauzubillahh....
>>
>>  Wassalam
>>
>>  3vy Nizhamul http://hyvny.wordpress.com
<http://hyvny.wordpress.com/> 
>> http://bundokanduang.wordpress.com
<http://bundokanduang.wordpress.com/> 
>>
>>  --- On Tue, 11/11/08, Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>>  From: Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> Subject:
[EMAIL PROTECTED]
>> Fwd: [SaudagarMinang] MANA KONTROL DARI NINIAK MAMAK DAN ALIM ULAMA
MINANG
>> ???? To: [email protected] Date: Tuesday, November 11, 2008,
7:38
>> PM
>>  Dunsanak Sapalanta,
>>
>>  Di bawah ambo forwardkan dari milis subalah.
>>
>>  Ambo sabalunnyo ndak tau (he he, mungkin ambo kurang gaul) kalau BCL
tu
>> urang Minang, dan tadi baru ambo tau kalau pestanyo ruponyo memang di
>> declare pake "adat minang" di video
>> http://www.sctv.co.id/video.php?id=21159
>>
>>  Komentar lain (plus ado foto - nan katonyo ndak sajaleh yang
disiarkan di
>> TV) ambo baco juo di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1184824
dan
>> http://forum.detik.com/showthread.php?p=5208329
>>
>>  Riri
>>  Bekasi, L 46
>>
>>
>>
>>
>>  ---------- Forwarded message ---------- From: emailnyaoji <
>> [EMAIL PROTECTED] > Date: 2008/11/11 Subject: [SaudagarMinang]
MANA
>> KONTROL DARI NINIAK MAMAK DAN ALIM ULAMA MINANG ???? To:
>> [EMAIL PROTECTED]
>>  Saya sebenarnya gak suka dengan segala sesuatu yg berbau
artis,apalagi
>> nonton infotainment. Mohon maap bagi yg suka mengikuti berita2
>> infotainment.
>>  Tadi pagi saya mendapat sebuah pesan singkat di HP dari seorang
teman
>> yang isinya cukup membuat saya berfikir, APA SAYA MASIH BISA BANGGA
JADI
>> ORANG MINANG ??? APA ORANG MINANG MASIH BERLANDASKAN ADAT BASANDI
SYARA',
>> SYARA' BASANDI KITABULLAH ???
>>  "lu liat liputan perkawinannya BCL gak ??? emang pakaian penganten
wanita
>> orang minang boleh menjual dada spt itu ??? mana nih peran ninik
mamak dan
>> alim ulamanya yg terkenal sangat menjaga adat dan kuat berpegang pada
>> agama ??? jangan sampai adat sendiri di rusak oleh generasi mudanya
>> bro......." . demikian isi smsnya. namun saya gak bisa lihat
liputannya di
>> infotainment krn harus berangkat liputan pagi hari.
>






<BR

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke