Bagus sekali perumpamaannya/ Memang kalau Buk Hifni yg menulis  tulisannya 
bernas dan menyentuh 
terima kasih  akan saya simpan dalam Blog
 
salam
 
K Suheimi

--- On Wed, 11/12/08, HIFNI HFD <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: HIFNI HFD <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] PERSAHABATAN BAGAI " KEPOMPONG " by 3vyniz
To: "milis rang minang" <[email protected]>, "taragak basuo" <[EMAIL 
PROTECTED]>
Date: Wednesday, November 12, 2008, 9:54 PM







 Persahabatan bagai Kepompong 
Oleh : 3vyniz
  
  
Sejak dari masa kanak-kanak doeloe hingga menginjak remaja saya adalah orang 
yang selalu membangga banggakan persahabatan. Bagi saya persahabatan sarana 
kita saling berbagi rasa  baik duka maupun bahagia. 
Mengamati prilaku doeloe itu, ketika terdengar dentingan serta bunyi 
kring.kering sepeda pak Pos , membuatku segera menghambur berlari menuju si 
tukang Pos. Pak Pos pun akan tersenyum.. ketika wajah gadis remaja itu 
sumringah menyambut sepucuk surat darinya. Pak Pos  adalah fasilitas fisik 
bergerak untuk pengantaran surat dan paket pos pada masa itu. Seorang Pak pos 
sudah paham betul tingkah laku pelanggan bila melihat seorang anak remaja 
menunggu surat-surat dari para sahabatnya. 
Tidak melulu anak-anak remaja. Semenjak remaja hingga saat ini  - secara 
pribadi aku masih memiliki sahabat pena dengan seorang perempuan tua yang 
berusia sudah 87 tahun. Walau ia masih terbilang kerabat, apa yang ditulisnya 
sering mendera bathin ini ketika ia sering ia menulis : Evy,… mata mintuo sudah 
semakin kabur namun hati tak pernah suram…untuk berkirim surat padamu. 
Lain kali beliau menulis : ananda Evy… mungkin ini surat Mintuo yang terakhir … 
entah umur mintuo panjang mintuo akan terus menulis surat padamu. … dan yang 
lebih menyentuh didalam suratnya ia sering menulis : “ Walau tangan tak 
mencapai biarlah hati yang menggapai…….. 
Aku meneteskan air mata karena terharu dan akhirnya merengek kepada – suami 
agar Ia bersedia mengantarkan aku ke kota tempat tinggalnya. Disinilah aku 
merasakan hikmat bersahabat dengannya – ia seorang isteri Mamak (Oom) – yang 
cerdas dan tidak pernah pikun karena usia. Walaupun ia saat ini sudah 10 tahun 
duduk dikursi roda. Walau tangannya yang semakin gemetar – karena kemampuan 
motorik berkurang - ia tetap rutin menulis surat kepadaku. Bagiku ia adalah 
bagaikan sebuah jembatan menuju masa lalu, yang kita tidak pernah ketahui dan 
kita alami. Dari para orang tualah kita mengenal dunia masa lalu. 
  
Begitulah cerita tempo doeloe, bagaimana cara membangun jaringan persahabatan 
dikalangan anak-anak dan remaja. Dulu memiliki sahabat pena, tidak jauh berbeda 
dengan memiliki persahabatan dialam maya. Kita mengenal ratusan dan bahkan 
ribuan orang yang kita tidak bisa membayangkan wajahnya seperti apa. Putih ….  
cakep ….  hitam … ganteng … rancak  ?. Yang pasti sahabat kita di alam maya -  
semisal Group Google – Group yahoo – hanyalah, ketika  menilai bentuk 
tulisannya,  yang merupakan tutur kata dan kearifan yang dibawanya dalam ber 
milis.  Perlukah pertemuan di alam maya menjadi dialam nyata. Tergantung.. 
bagaimana kita menilai kelanjutan persahabatan itu. Sejauh mana kapasitas dan 
kepentingan dalam merealisasikan persahabatan itu menjadi pertemuan dialam 
nyata. 
Acungan jempol kita berikan kepada member Cimbuak yang membuahkan karya Yayasan 
Palanta Cimbuak sebagai realisasi perwujudan silaturahmi dialam maya menjadi 
silaturahmi dialam nyata. Demikian pula teman-teman dimilist RantauNet, yang 
akhirnya mampu menjalin persahabatan dialam maya menjadi dialam nyata. 
  
Seorang mahasiswa fakultas kedokteran mengartikan persahabatan sebagai berikut 
: 
“ persahabatan itu bagaikan sistem endokrin. Contohnya, 
Renin-Angiotensin-Aldosteron.
Ketika volume darah berkurang maka reseptor renin di juxtaglomerulus ginjal 
mengirim sinyal ke sel angiotensinogen, Hormon untuk mengeluarkan angiotensin I 
yang selanjutnya akan berubah di paru-paru menjadi angiotensin II yang 
berfungsi untuk vasospasme. Keadaan volume darah akan kembali ke normal. Begitu 
pula jika volume darah berlebih maka mekanisme sebaliknya pun akan berlaku dan 
menyebabkan volume darah menurun dan kembali normal. 
Aku menyimpulkan bahwa jika seseorang memiliki sahabat – akan menyembuhkan 
penyakit darah jangkung alias darah tinggi….. Betulkah ..? mari kita tanya sama 
Pak Dokter.. 
  
Lalu apa beda teman dengan sahabat ? pertanyaan ini ku coba lontarkan pada 
seorang anakku masih ABG. Wah.. tak kalah dengan pemikiran orang gedean ia 
bersuara : “ Ma..temen boleh banyak, tapi cuma beberapa orang dari mereka yang 
kita anggep sobat. 
temen boleh tau banyak tentang kita, tapi sobat musti tau detail tentang 
RAHASIA kita.. 
Jadi… sahabat itu pasti teman kita, akan tetapi teman belum tentu sahabat..... 
  
Nah dari uraian ku yang panjang ini ada sebuah lyric lagu dari Sindentosca Band 
yang berjudul Kepompong…., yang menurutku mengandung falsafah yang tinggi.  
Amatilah lirik lagunya “ 
  
dulu kita sahabat 
teman begitu hangat 
mengalahkan sinar mentari 

dulu kita sahabat 
berteman bagai ulat 
berharap jadi kupu-kupu 

* kini kita melangkah berjauh-jauhan 
kau jauhi diriku karna sesuatu 
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan 
namun itu karna ku sayang 

reff: 
persahabatan bagai kepompong 
mengubah ulat menjadi kupu-kupu 
persahabatan bagai kepompong 
hal yang tak mudah berubah jadi indah 

------------------   dst 
  
Aku mengartikan lirik lagu yang dibuat oleh group band itu adalah bahwa 
persahabatan adalah simbol dari keselarasan dan ke-egois-an kehidupan 
manusia...... Sesuatu hal yang tak mudah berubah menjadi indah.  Persahabatan 
sering berakhir ketika maksud dan tujuan telah tercapai, seperti persahabatan 
didunia politik. Seorang politikus  menjelma menjadi kupu kupu dan  berpindah 
pindah karena mencari tempat untuk merasa nyaman..... 

  
Sementara itu apa peranan Kepompong dalam perumpaan persahabatan ?  
Ia adalah bagai rahim seorang ibu. Ia mengatur pernafasan makhluk hidup dengan 
sistem pernapasan yang canggih – yang  tidak mungkin mampu berbuat sendiri. 
Inilah bukti ke-Mahakuasaan Allah dan kasih sayang-Nya diantara sesama makhluk 
agar dapat meniupkan nafas kehidupan dengan mudah. Akan tetapi makhluk-makhluk 
yang yang berada dalam kepompong kini telah menjadi dewasa dan siap untuk 
keluar dan terbang, maka ia menjadi makhluk yang egois  dalam kehidupannya.    
  
Walaupun persahabatan itu terkadang seperti mata dan tangan. Ketika mata 
menangis, tangan menghapus air mata. ketika tangan terluka - mata menangis. 
Ketika mata tidak bisa melihat - tangan membantu untuk meraba. Akan tetapi ia 
menganut  easy come…. Easy go… 
  
Nah bagaimana dengan kita……???? Padahal sungguh aku menginginkan persahabatan 
itu seperti mata dan tangan….. dan bukan sebagai kepompong…     Namun apa 
daya…….???? 
  
  
Tangerang, 13 November 2008 
  
 
 Wassalam


  3vy Nizhamul 

http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com



 









      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke