Di daerah Sawahlunto saat ini, sebuah suku sedang perang dingin. Bukan hanya antar paruik, tapi sesama paruik dan mereka baru berada pada level berbeda nenek. Penyebabnya, di tanah mereka sedang ada rencana pembangunan sebuah proyek. Pemerintah daerah dan investor rumornya sudah menetapkan harga yang cukup bagus. Bukan lagi ganti rugi, Konon sudah ganti untung. Cuma tampaknya para pemilik ulayat belum sepakat soal pembagian internal mereka sapasukuan. Besar kemungkinan proyek ini akan mundur. Bisa jadi sampai pada situasi investor mamanggok, dan berpindah ke tempat lain. Lalu kita malapeh hawo.
Di pasukuan saya, juga sempat ada situasi tidak bakalamakkan hati. Lahan kecil di pekarangan belakang rumah dunsanak kami (backyard bahaso mak Zul Kaharnyo) dipakai untuk menara BTS. Sang pemilik rumah diberi uang senilai 60 juta. Tanah itu memang sudah diperuntukkan untuk rumah parumahan mereka. Semua orang dikampung menggili dan mengusili keberuntungan ini. Friksi-friksi kecil sempat terjadi. Lebaran kemarin saya sempat diprovokasi, bahwa uang 60 juta harus kembali ke tangan suku. Saya tidak setuju. Saya itu menganggap keberuntungan keluarga tersebut. Akhirnya di Halal bi Halal suku kami, keluarga yang mendapat uang 60 juta menyumbang keramik untuak surau kaum lengkap dengan biaya pemasangan. Saya dan beberapa kawan adalah pelopor untuk suara koor setuju dan mengajak hadirin agar bakarilaan dengan rezeki 60 juta dunsanak kita. Usul ini diterima oleh hadirin. Pasti ada yang dalam hati sedikit mangupek atau dongkol. Tapo bodo amat. Di nagari sebelah, ada seorang yang hendak menanamkan modal membuat pabrik pengolahan karet. Lokasi sudah disetujui. Izin prinsip dan seterusnya dari pemerintah juga sudah didapatkan. Harga tanah yang ditawarkan investor juga sudah jauh di atas harga pasar di kampung tersebut. Apalagi mengingat lokasi sangat jauh dari pusat kampung dan jalan raya. Namun investor memutuskan tidak jadi membuat pabrik disana, dipindah ke daerah sarolangun. Konon ketidakjadian ini disebabkan oleh, harga tanah yang sangat menggila. Hampir mendekati harga tanah di daerah Balaraja, Tangerang. Kabar burungnya, terjadi karena mamak kepala kaum didesak oleh keponakan-keponakannya yang ingin mendapatkan rasaki harimau dari penjualan tanah ini. Menurut palangkin saya orang nagari ini, para keponakan tersebut membayangkan di tanah mereka akan dihasilkan babungkah-bungkah emas. Investor adalah orang yang punya banyak duit tapi bodoh. Lahan 10 hektar, mereka hargai hampir 6 milyar. Pasaran di kampung tersebut untuk harga tanah kebun adalah di kisaran 100 juta/hektar. Wassalam, MS/29 From: Muzirman -- <[EMAIL PROTECTED]> To: rantaunet <[email protected]>; MuzIrman <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, November 21, 2008 1:55:22 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Antisipasi dan assessment, adanya BLOK MINYAK? -------------->Diatas adalah kutipan yg diambil dari Padankini.com, yg jelas terbaca "Yang pasti akan ada yang melewat tanah ulayat...."Nah disini lah kita secara bersama meng antisipasi/assessment kira2 apa yg akan ber impak pd tanah ulayat tsb? kalau mau di pakai bgmn sistem nya, disewa atau hak guna usaha,.dll,Bgmn harga nya, atau harga nya akan di tekan krn demi kepentingan nasional/propinsi dll? Ninik mamak, cadiak pandai , sanak2 di bidang nya terkait ,..dari sekarang harus siap dgn langkah2 yg akan di ambil, jaan sampai ada gula, semut banyak badatangan, jaan sampai semut tsb, mengerayangi/merayapi tonggak rumah kito". dan yg penting jaan pulo awak sampai di tuding "mengrorong pembanguan", baa caro nya "melalui tapung dari banang, awak manang urang lain indak maraso kalah". hati Gajah samo di kacah, hati nyamuak samo di cacah. Pertanyaan nya adalah " siapa mendapatkan apa dgn adanya blok Minyak tsb? Brp percent yg akan di tarik oleh Pusat?, brp yg tinggal di propinsi? jangan sampai, sekitar 15 thn yg lalu saya liwat dr PKU ke Dumai, anak2 pedalaman berdiri (keluarga Sakai ?) berdiri di tepi pipa besar tempat menyalurkan minyak, dgn segala buruk, baju lusuh, tanpa alas kaki, dan kurus kurang gizi. Dan sekarang saya tidak tahu lagi informasi nya. Mungkian ada yg bantu, trims. Brp percent kah anak2 Irian masih pakai koteka? hasil perut bumi nya telah terkuras, dan teluk laut nya yg tercemar tempat pembuangan "ailing'? sehingga tidak bisa lkan2 berkembang sebagai sumber protein perikanan masayarakat desa sekitanya telah punah. PT. Freeport, yg sering di gugat , tp tetap gagahnya?? Kasus Lapindo, bgmn penyelesai nya sampai sekarang? Antalah sanak,. who cares, yg jelas Mhs. ITS sdh jadi korban di DO (drop out) krn demontrasi memberla rakyat yg kena lumpur tsb. Pmrth mulai (sdh) menyatakan "bencana Nasional", yg implikasi nya adalah "menjadi tangungan Negara". Mungkin lumput tsb akan juga terjadi di kampuang awak, blok Singkarak sekitarnya. Mohon 2 sanak2 yg ahli di bidang nya utk memberikan input pada kami. Apa yg perlu di lakukan? Utk antisipasi dan mengurangi "eksternalitias" bg dunsanak kita mari kita diskusi bbrp points : 1. Bersiap-siap meng seritifkasi tanah yg mungkin terkena project tsb, bisa saja nanti akan dikatakan ini tanah negara, dan dapat di gunakn utk kepentingan nasional,.. bla..blaa. Ingat kasus Lapindo, rakyat yg tidak punya sertifikat tanahnya di berikan ganti rugi yg berbeda. 2. Para niniak mamak, cadiak pandai dan dunsanak yg bidang nya terkait utk segera membentuk wadah " menyatukan suara" dan mencoba utk meng akses' kemungkian2 yg akan terjadi di masa depan dan kaitanya dgn project blok minyak ini. Sekian saja dulu, Wass. Muzirman Tanjung(rantau jauah). --~--~ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
