Tulisan Ajo Suryadi sungguh sangat menarik. Melihat situasi administrasi hindia belanda dari sisi lain. Menurut kaca mata saya, kota-kota di sumatera barat di masa itu adalah sebuah kota yang cukup diperhitungkan. Ataukah memang administrasi hindia belanda cukup bisa meratakan pengembangan kawasan. Walaupun tentunya tetap mementingkan kepentingan ras eropa. Charlie Chaplin, di masa jayanya berkunjung ke Bandung. Kalau sekarang, para pesohor dunia kalau berkunjung hanya ke Jakarta. Karl May pernah berkunjung ke Padang. Ini sama membayangkan dengan JK Rowling berkunjung ke Kota Padang di zaman sekarang.
Bagaimana dengan lemari pendingin ya Jo? Kota-kota di sumatera barat termasuk jajaran pertama kota di Hindia Belanda yang punya lemari pendingin tersebut. Bagaimana tanggapan masyarakat kita ketika melihat dan merasakan es pertama kali. Pramudya Toer di cerita Ontosorohnya pernah memberi perhatian soal lemari pembuat es ini. Membahas keingintahuan orang yang belum pernah melihat es. Wassalam, MS/29 huruf "R" alah iduik baliak di keyboard ________________________________ From: Lies Suryadi <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, November 25, 2008 5:37:27 PM Subject: [EMAIL PROTECTED] Balasan: [EMAIL PROTECTED] Re: NONTON BIOSKOP DI PADANG TEMPO DOELOE (Artikel Suryadi) Pak Saaf yang baik, Terima kasih atas infonya. Sebenarnya menarik jika Pak Saaf mulai maansua-ansua manulih memoar. Pengalaman Pak Saaf yang banyak dan kaya itu mesti dituliskan. Pasti amat berguna untuk generasi yang akan datang. Saya betul salut dngan Buya Hamka yang menulis apapun yang ia alami. Ingatan beliau luar biasa sekali kuatnya. Salam, Suryadi --- "Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Sanak Suryadi, rumah orang tua saya di Pasar Usang > Padang Panjang terletak persis di sebelah bioskop > Rex, yang kemudian berganti nama jadi bioskop > Globe. Jangan-jangan bioskop itu dulu 'langganan' > Buya Hamka. Waktu kecil dulu, sudah barang tentu > saya mengenal penjaga pintu bioskop itu, dan ia > mengenal saya yang tinggal di samping bioskop. Kalau > saya mau menonton, saya menunggu film main dulu, > kalau sudah gelap biasanya penjaga pintu mengizinkan > saya masuk tanpa bayar, karena saya menunggu dekat > pintu masuk sambil memasang muka memelas, he > he. Maklum, mana ada uang untuk beli karcis. > Wassalam, > Saafroedin Bahar > (L, masuk 72 th, Jakarta) > Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]; > [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > ________________________________ > From: Jupardi <[EMAIL PROTECTED]> > To: [EMAIL PROTECTED] > Cc: [email protected] > Sent: Tuesday, November 25, 2008 5:09:31 PM > Subject: [EMAIL PROTECTED] NONTON BIOSKOP DI PADANG TEMPO > DOELOE (Artikel Suryadi) > > > > NO > Dimuat di harian Padang Ekspres, Minggu, 23 November > 2008 > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
