Idul Adha di Sumatera Barat Terancam Gelap Gulita Yonda Sisko - detikFinance
Padang - Idul Adha di Sumatera Barat bisa jadi harus dirayakan dalam gelap gulita. Bagaimana tidak, PLN setempat memperkirakan, pada tanggal 7 dan 8 Desember atau bersamaan dengan Idul Adha 1429 H pasokan listrik Sumatera Barat akan defisit 80-50 MW. Demikian disampaikan GM PT PLN Persero Wilayah Sumbar, Hudiono, dalam keterangan persnya di kantor PLN Wilayah Sumbar, jalan Dr. Wahidin Padang, Kamis (4/12/2008). "PLTA Koto Panjang saat ini hanya mampu beroperasi 1x20 MW pada waktu beban puncak karena variasi musim. Selain itu, ketidaksiapan unit pembangkit juga mengakibatkan defisit 200 MW di subsistem Sumbagselteng. Pada 7-8 Desember 2008 periode waktu beban puncak mengalami defisit 80 MW dan 50 MW," urainya. Selain itu defisit juga terjadi karena ada beberapa pembangkit yang dalam proses perawatan. Pembangkit yang sedang mengalami pemeliharaan adalah PLTA Maninjau Unit 3 (MO), PLTU Bukit Asam Unit 1 (Mean Inspection), PLTA Besai Unit 1 dan 2 (TIV), PLTD Sungai Juaro Unit 1 (Top Overhaul). Defisit daya juga disebabkan ketidaksiapan beberapa unit pembangkit yang tidak terencana seperti gangguan stator pada PLTA Singkarak Unit 3, kendala kontrol putaran turbin PLTGU Indralaya ST 1.0, gangguan vibrasi turbin PLTG Pauh Limo Unit, PLTU Ombilin Unit I, dan terbatasnya pasokan BBM PLTG di Jambi. Padahal idealnya kondisi kelistrikan di suatu daerah memiliki cadangan daya yang mampu memasok daya minimal sebesar yang mampu dihasilkan satu unit pembangkit terbesar di daerah bersangkutan. "Dengan demikian, bila terjadi kerusakan atau pemeliharaan satu pembangkit maka perannya bisa digantikan sehingga pemadaman bergilir bisa diminimalisir. Di Sumbar, kondisi defisit daya sudah terjadi terus menerus akibat tidak adanya penambahan daya mampu pasok pembangkit, setelah dioperasikannya PLTA Singkarak sekitar 10 tahun lalu. Sementara, pertumbuhan konsumsi pelanggan mencapai 6-7 persen pertahun," katanya. Agar kondisi kelistrikan di Sumbar tidak semakin parah, Hudiono menghimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan daya, terutama pada saat beban puncak. Hal itu akan sangat berarti setidaknya hingga proyek pembangunan PLTU 10.000 MW rampung dan beroperasi. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: modar-dalam.jpg>>
