Kamis, 11 Desember 2008
Ribuan kilometer engkau tempuh, ribuan kilometer kau kawal. Kau antar Mak Itam ke kampung halamannya. Lelah kau tepis, kantuk pun kau lawan. Terima kasih, Pak! Tak kan terbalaskan jasamu demi Mak Itam.” Agaknya begitulah deskripsi Hendri Alia Putra yang mengabadikan perjalanan panjang loko uap dari Ambarawa ke Sumatra Barat, sebagaimana dikutip dari situs West Sumatera.com. Ucapan itu tentu saja ditujukan kepada belasan orang yang mengawal perjalanan pulang Mak Itam. Memang, perjalanan pulang loko uap yang diberi gelar Mak Itam itu dikawal belasan orang. Mereka adalah pencinta kereta api, yang terhimpun dalam wadah Masyarakat Pencinta Kereta Api Sumatra Barat (MPKAS) dan MAPPAS. Para pengawal itu seakan tidak pernah merasa penat. Mereka terus mengawal perjalanan Mak Itam untuk sampai di ranah Minang. Mereka juga tak henti-hentinya mengucapkan rasa terima kasih kepada awak trailer yang begitu sabar mengendalikan truk demi keselamatan Mak Itam. Dari Ambarawa ke Jakarta, awak trailer itu sempat dua kali mengganti dua buah ban di jalan tol Gatot Subroto, Jakarta. Bahkan, puluhan ban serap sudah disediakan di mobil pendamping. Luar biasa! Hanya dalam satu jam saja, kedua ban tersebut selesai diganti plus istirahat sejenak. Bahkan, tak terbayangkan bagaimana mendongkrak Mak Itam dengan bobot 45 ton tersebut. Ternyata tim tersebut memang siap dengan alat jacking khusus. Untuk mengawal perjalanan Mak Itam juga, Dewan Pengawas RRI Pusat menginstruksikan ke semua RRI mulai dari Lampung, Sumsel, Jambi hingga Sumbar agar selalu memonitor keberadaan Mak Itam tersebut 24 jam. Perjalanan Mak Itam sehabis merantau dari Ambarawa memang menjadi perhatian masyarakat luas. Bahkan, ketika sempat istirahat sejenak di Km 52 tol Jakarta-Cikampek, Mak Itam menjadi pusat perhatian setiap kendaraan yang lewat. “Elok-elok di jalan Mak, semoga selamat sampai tujuan,” teriak seorang pengendara kendaraan yang diyakini sebagai urang awak. Rabu kemarin, Mak Itam sudah melawati Palembang, setelah istirahat di Restoran Bunga Tanjung. Bahkan, jika perjalanan lancar, hari ini kereta uap itu sudah berada di wilayah Sumatra Barat. Anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) ikut mengawal Mak Itam dari perbatasan Lampung hingga Sawahlunto. Sebagaimana dikatakan Sekjen MPKAS, Nofrins Napilus, untuk peresmian dan uji coba kereta uap pada jalur Padang - Lembah Anai - Padang Panjang - Singkarak - Solok - Sawahlunto yang direncanakan pada 20 Desember mendatang, akan dilakukan dengan pakaian ala tahun 1930-an. Konon PT KAI Sumbar sudah memesan 50 stel pakaian pegawai KA ala zaman Belanda tempo dulu lengkap dg topi dan asesorisnya atas perintah Direktur PT KAI. Wako Sawahlunto, Amran Nur juga sudah pesan pakaian khusus untuk itu. “Utk 20 Desember ini, bisa saja berubah. Karena akan ada tamu RI-1 (presiden,Red). Tetapi, dipercepat sebelum 20 Desember, nampaknya akan sulit. Kita tunggulah,” ujar Nofrins. o* No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.552 / Virus Database: 270.9.16/1842 - Release Date: 10-Des-2008 18:53 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
