alaikumsalam st. lembang alam.

jadi kesimpulankaji basalaman ala
sunda nan paling Islami yo sanak?

wassalam
ajoduta/61

On 12/13/08, Muhammad Dafiq Saib <[email protected]> wrote:
> Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
>
> Calak-calak ganti asah di ari Akaik pagi ko..........
>
> TAK MENYENTUH
>
>
>
> Sejak beberapa bulan yang lalu kita terlibat dalam sebuah kebiasaan yang
> harus. Sebuah upacara sederhana yang kita lakukan mengikuti sebuah tradisi.
> Bersalaman. Dimana-mana lazim saja kita bersalaman. Ketika bertemu, ketika
> berpisah. Ketika hadir di sebuah perhelatan. Ketika berkumpul di tempat
> takziah. Di hari raya Aidil Fitri, ketika kita saling berkunjung ke rumah
> sanak saudara. Dan tentu saja ketika kita hadir di acara HbH alias halal bi
> halal, baik di tingkat RW, di lingkungan teman-teman kantor, HbH alumni, di
> HbH *sa nagari, sa* *kacamatan, sa Minangkabau* dan lain-lainnya lagi. Baik
> di acara HbH ataupun di perhelatan kita biasanya melakukan bersalaman
> massal. Yang dituakan,  kalau di acara HbH, atau yang punya hajad kalau di
> perhelatan, berdiri di tempat sambil menerima ucapan selamat dan menerima
> jabatan tangan para tamu.
>
>
>
> Bersalaman mempunyai banyak variasi tanpa kita sadari. Yang paling umum dan
> mendasar adalah tangan kanan berjabatan dan saling menggenggam. Variasinya
> bisa berupa; tangan kiri ikut  saling menemani menggenggam tangan kanan,
> sama-sama menggoyangkan tangan untuk beberapa saat, lalu sesudah itu
> melepaskan tangan dan membawa kedua tangan ke dada. Ini adalah variasi
> bersalaman yang menunjukkan keakraban versi 'urang siak' di 'nagari
> awak'.  Lebih
> sederhana dari itu cukup berjabatan tangan kanan secara kilat saja. Ada lagi
> versi, sesudah berjabatan biasa itu masing-masing telapak tangan
> dipertemukan. Ini keakraban versi komandan-komandan tentara. Konon ini
> katanya jenis bersalaman 'komando'.  Ada pula bersalaman yang diiringi
> cipika-cipiki alias cium pipi kanan – cium pipi kiri. Walaupun jenis
> bersalaman seperti ini lebih lumrah di kalangan wanita sama wanita, tapi
> akhir-akhir ini jenis ini bahkan sudah melampaui batas bersalaman antara
> pria dan wanita sekalipun.
>
>
>
> Kebalikan dari semua contoh tadi adalah bersalaman  gaya 'Sunda'. Kedua
> tangan ditempelkan jari bertemu jari lalu saling dianggukkan ke tangan lawan
> bersalaman yang juga menempelkan kedua tangannya dengan cara yang sama.
> Masing-masing tangan nyaris tak bersentuhan.  Ketika menganggukkan tangan
> itu biasanya diikuti dengan menggoyangkan badan dengan sedikit menekuk
> lutut.
>
>
>
> Bersalaman ini ternyata diatur pula dalam Islam. Rasulullah SAW  menjabat
> tangan sahabat beliau dengan hangat, menggoyang-goyangkan tangan saat
> bersalaman untuk menunjukkan ketulusan hati. Menurut sebuah hadits,
> bersalaman yang dilakukan dengan cara seperti itu, dan dilakukan dengan
> keikhlasan, akan merontokkan dosa-dosa di antara kedua orang yang
> bersalaman. Tapi, Rasulullah hanya bersalaman dengan sahabat laki-laki saja
> dan tidak bersalaman dengan wanita yang bukan mahram. Beliau melarang setiap
> laki-laki Muslim bersentuhan dengan wanita kecuali dengan anggota keluarga
> atau mahramnya.
>
>
>
> Di 'jaman jahiliyah' dulu, ketika belum mengaji, aku bersalaman dengan siapa
> saja. Umumnya bersalaman secara sederhana, saling menjabat tangan kanan,
> tanpa menggoyangkannya dan tanpa berlama-lama.  Di tempat bekerja yang
> berlingkungan Perancis, dimana orang Perancis tidak hanya sekedar bersalaman
> tapi saling berciuman menempel pipi diiringi kecupan antara laki-laki dan
> perempuan, aku yang sangat geli dan risi melihatnya, cepat-cepat menyodorkan
> tangan ketika berhadapan dengan wanita Perancis. Pergaulanku lumayan baik
> dengan kawan-kawan Perancis ketika itu. Kami saling kunjung mengunjungi,
> tapi untuk urusan bercipika cipiki aku terang-terangan menolak dan hanya
> mengganti dengan bersalaman saja. Yang ternyata bisa dipahami pula oleh
> wanita-wanita bule itu.
>
>
>
> Sesudah ikut mengaji, sesudah dijelaskan bahwa laki-laki Muslim tidak boleh
> bersentuhan dengan wanita yang bukan mahram, akupun segera berubah. Bukankah
> kita harus 'sami'na wa atha'na'? Aku nyatakan dan aku lakukan untuk tidak
> lagi menjabat tangan wanita. Penggantinya, dengan wanita aku bersalaman ala
> Sunda.
>
>
>
> Ketika masih di Balikpapan dulu perubahan itu dicatat dan diikuti begitu
> saja olah sejawat wanita ataupun istri rekan se kantor. Dapat difahami
> dengan mudah oleh teman-teman sepengajian. Dan ketika pindah ke Jakarta, aku
> tetap menjaga untuk tidak bersentuhan dengan rekan-rekan wanita yang aku
> pertahankan sampai pensiun, bahkan sampai sekarang.
>
>
>
> Di HbH kampung kami aku mencoba untuk bersalaman ala Sunda dan ternyata bisa
> pula diterima dunsanak-dunsanak sekampung. Yang agak repot justru ketika
> berkumpul dengan saudara sekaum alias sepayung. Karena kita kan berdunsanak.
> Jadi masih belum bisa aku merobahnya.
>
>
>
> Menarik juga ketika mengamati bahwa semakin banyak sebenarnya orang yang
> menjaga tangan mereka ketika bersalaman. Ketika menyaksikan wisuda puteri
> bungsuku di Sabuga Bandung beberapa pekan yang lalu, aku menonton upacara
> bersalaman yang memakan waktu berjam-jam. Banyak di antara wisudawati yang
> berjilbab yang konsisten untuk bersalam cara Sunda. Ada juga dosen wanita
> yang berlaku demikian. Begitupun di kalangan wisudawan atau dosen laki-laki
> yang menjaga tangan mereka ketika saling memberi hormat kepada wanita.
>
>
>
>
> *****
>
> >
>


-- 
Wassalaamu'alaikum
ajoduta/61/usa

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke