Dunsanak,

Mak Itam yang baru pulang kampuang ini cukup unik dan tidak banyak ditemukan
dalam literatur perkeretaapian. Berikut beberapa catatan yang saya kumpulkan
dari berbagai literatur.


   - Mak Itam yang baru pulang itu dibuat oleh *Maschinenfabrik Esslingen*,
   Jerman tahun 1966, dan dikapalkan ke Indonesia tanggal 21 Oktober 1966
   adalah kereta uap terakhir yang dibuat di Eropa Barat.
   - Mak Itam yang bernomor E1060 ini merupakan *"limited edition"* hanya
   dibuat 5 buah yaitu E1056 s/d E1060 khusus untuk Sumatera Barat.(Sebelumnya,
   tahun 1964 ada 4 buah, E1051-E1054; tahun 1967 ada 7 lagi, tapi itu buatan
   Jepang). "Limited edition" ini kemudian terbukti bahwa roda gigi (rack) nya
   tidak bisa difungsikan di sekitar Ambarawa - yang ukuran rack nya berbeda.
   - Huruf E dalam pengklasifikasian kereta di Jerman menunjukkan bahwa dia
   memiliki 5 sumbu roda penggerak (artinya = 10 roda utama)
   - Dalam sistem Whyte Notation, Mak Itam ini termasuk dalam klasifikasi
   0-10-0RT. 0-10-0 berarti punya 10 roda penggerak, tanpa roda depan atau
   ekor. T berarti punya tangki, yang menunjukkan ini adalah kereta uap.
   - Tentang kode R, ini merupakan keunikan lainnya. Ada 2 macam penggunaan
   kode R, yang pertama Reversed - artinya lok ini bisa bergerak ke dua arah
   (maju atau mundur) dengan kekuatan dan kecepatan yang sama. Yang kedua, R
   juga berarti Rack - artinya ini untuk kereta yang berjalan di rel bergigi.
   Nah untuk  Mak Itam ini R ini berarti kedua-duanya.
   - Teknologi 0-10-0 ini sebetulnya kurang populer (mungkin ini
   penyebabnya, kenapa jarang sekali literatur memuat jenis lokomotif ini).
   Mulai diperkenalkan tahun 1905 oleh New York Central, teknologi 0-10-0
   dianggap tidak bisa berjalan cepat dan bukan "jago tikungan"; sehingga lebih
   cocok digunakan untuk pegunungan, kereta langsir, atau kebutuhan perjalanan
   dengan kecepatan rendah lainnya (he he, jadi supir Mak Itam indak buliah
   ngebut lho). Setelah variannya 0-10-2 dan 2-10-2 (memiliki roda depan dan
   roda ekor), lok 0-10-0 ini sangat jarang dibuat. Amerika meninggalkannya
   tahun 1950an, Eropa Barat terakhir ya Mak ITam itu, berikutnya masih ada di
   Jepang dan Rusia)
   - Selain Mak Itam, di kelas 0-10-0 ini ada lagi yang unik, yaitu
   "mammoth", yang dimiliki Duluth, Missabe & Northern's. Disebut mammoth
   karena memang besar dan berat, 352,000 pounds (176 ton), bandingkan dengan
   Mak Itam yang beratnya 40an ton.

Dengan segala keunikannya ini, tadi malam saya juga email da Nofrins yang
sedang di Sumbar, bukan tidak mungkin ini juga bisa "diiklankan" untuk
penggemar keretaapi mancanegara ...

Riri
Bekasi, L 46

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke