Kepariwisataan kita kurang populer dibandingkan dengan daerah-daerah dan
negara-negara lain, karena pariwisata di Sumbar ini tidak dibenarkan
dengan kegiatan hiburan diskotik, sex serta sejenisnya yang sangat
bertentangan dengan karakter budaya dan filosofi adapt basandi syarak,
syarak basandi kitabullah sebagai jati diri masyarakat di daerah ini.
Tetapi kita tetap yakin bahwa dunia pariwisata Sumbar akan tetap
mendapat tempat yang layak dan baik sesuai dengan potensi alam dan
budaya yang unik serta didukung oleh dunia," kata Gamawan kepada 15
calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) saat
bersilaturahmi, di Gubernuran, Senin (15/12) seperti dikutip siaran pers
Humas Pemprov Sumbar.

 

 

Pak Saaf dan Pak Noersal serta sanak sapalanta

 

 

Seperti pernyataan Gubernur Sumbar (Padangkini, 15/12), memang begitulah
dunia Parawisata kita, menurut saya kita tidak bisa menyamakan ratakan
kondisi Parawisata suatu daerah di Indonesia dengan Ranah Minang. Bukan
tidak ada "esek2" di Parawisata kita tapi jikapun ada sepanjang yang
saya amati "penuh dengan ketakutan melakukannya" sembunyi2 tidak terbuka
sebagaimana daerah2 lain di Indonesia terutama daerah tujuan Parawisata.

 

Jika dunia Parawisata identik dengan Kehidupan malam yang gemerlap
seperti Diskotik, Bar, Judi, Prostitusi dan hiburan2 liar lainnya,
Sumbar bukan pilihan untuk berwisata. Jika ada pasangan yang illegal
apakah pacar gelap, selingkuhan, istri gelap dan sejenisnya Sumbar bukan
pilihan menarik dan nyaman  berwisata bagi orang-orang seperti itu.

 

Saya memang cukup puas berwisata ke Ranah Minang bersama anak-anak dan
sebagai orang Minang anehnya saya tidak pernah merasa bosan apakah itu
wisata bahari, wisata hutan gunung dengan pemandangan yang indah2,
wisata kuliner (ini apalagi) maupun wisata budaya, sejarah, kesenian,
tradisi. Yang saya rasakan jika tujuan kita berwisata seperti itu maka
ke Sumbar adalah pilihan yang sangat nyaman bagi keluarga.

 

Sekali lagi jika ada hal-hal yang bertentangan seperti pernyataan
Gubernur diatas esek2 dan sejenisnya, sangat kecil sekali mencemari
dunia Parawisata di Sumbar, bukan tidak ada...ada tapi para pelakunya
penuh bisik-bisik dan bermain "gelap-gelap" sebagai contoh jika daerah
lain seseorang berwisata pantai misalnya, menghilangkan suntuk dengan
kegiatan Dugem yang negative maka dia tidak perlu Tanya sana sini lagi
dimana tempatnya cukup pergi ke diskotik yang terang2an berpromosi atau
tempat-tempat warung-warung atau kafe yang dari luar kesannya sekedar
tempat minum-minum tapi "nafas" warung dan kafe ini sudah terasa bagi
pengunjung yang baru dan belum kenal kota ini bahwa tempat tersebut
tempat prostitusi dan sejenisnya.

 

Nah ini sangat berbeda di Ranah kita, jika ada pengunjung yang pertama
kali berwisata ke Ranah Minang dan dia ternyata ingin berdugem ria
dengan segala kehidupan malam yang negative, maka dijamin dia kebingunan
dan bertanya "Dimana ya", dia perlu dipandu oleh orang yang
"bisik-bisik" dan bermain "gelap-gelap"  jika ingin membutuhkan hiburan
"esek2" ini.

 

Seperti yang ditulis wartawan detik yang pernah diposting disini, dimana
wanita PSK harus mutar-mutar memburu mangsa di dalam taksi dan tidak mau
terang-terangan secara terbuka misalnya diwarung remang-remang,
diskotik, bar karena Sumbar sangat ketat dalam hal ini.

 

Jadi dunia Parawisata Sumbar ,  jika berbicara seperti Bali misalnya
disamping wisata alam, kultur, budaya, kuliner, pantai dlll tapi Bali
juga marak dengan dunia malam yang gemerlap dengan segala ekses
negatifnya, lain dengan Sumbar kita berwisata ke Ranah Minang lebih
kepada ya itu tadi menikmati pemandangan laut, pantai, sawah, gunung,
lembah, sungai , danau yang indah dan rancak. Wisata Budaya dan sejarah
Minangkabau yang banyak terdapat di Tanah datar (Batu Sangkar), Wisata
Kesenian Tradisi, Wisata even2 permainan rakyat (pacu itiak, adu kerbau,
festival alang-alang dll). Nah ini dia yang paling menarik bagi saya
yaitu Wisata Kuliner yang memang nggak ada matinya di Ranah Minang.
Begitu beragam pilihannya dan semua selalu mengundang selera jika memang
kita bisa menandakan dimana Rumah2 Makan, Restoran, Pondok2 Makan, Los2
lambuang yang enak2 dan makanannya dibuat dengan sentuhan tradisional
yang dalam..khas pusaka kuliner Minang dari sejarah dan tradisi yang
panjang dari ninik-ninik kita. Belum lagi oleh2 serta panganan/ jajanan
pasarnya yang berbahan dasar hasil pertanian ranah minang yang tanahnya
subur semua mengundang selera.

 

Jika anda ke Sumbar atau Ranah Minang sebagai daerah tujuan anda
berwisata fokuskan semata-mata melihat segela keindahan alam. Budaya,
sejarah, kesenian, adapt istiadat serta kulinernya. Disinilah parawisata
Ranah Minang bermain. Ranah Minang memang kalah denyut Parawisatanya
dibandingkan daerah atau kota tujuan wisata lainnya di Indonesia jika
dilihat dari kaca mata Parawisata yang berbalut Dunia Gemerlap,
Diskotik, Esek2, narkoba dan sejenisnya yang bertentangan dengan
pernyataan Gubernur yang saya kutip diatas.

 

Terima kasih

 

Wass-Jepe

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: Monday, December 15, 2008 10:38 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Arti Kato Tourism Nan Dipatanyokan

 

Waalaikumsalam w.w. Sanak Noersal Samad dan para sanak sa palanta,

Ambo alah mambaco situs nan Sanak tunjuak. Isinyo adolah berita koran,
bukan hasil dari suatu kajian nan komprehensif tantang pariwisata
Sumbar. Tantu indak paralu kito bantah apo nan dibaritokan tu memang
bisa tajadi dalam pariwisata.

Namun manyapurantau sajo bahaso sagalo kegiatan pariwisata saroman tu,
agaknyo iyo agak bakalabiahan, karano dalam wisata alam urang kan hanyo
mancaliak pamandangan dan mangodak-ngodak, dalam wisata kuliner urang
mancari makanan nan lamak-lamak, wisata sejarah mancaliak tampek-tampek
nan basejarah, wisata religi pai ziarah ka tampek-tampek nan punyai
nilai kaagamoan, dan sataruihnyo.

Janlah karano mancik saikua lumbuangnyo nan dibaka.

 

Wassalam,
Saafroedin Bahar

(L, masuk 72 th, Jakarta)

Alternate e-mail address: [email protected];

[email protected]

 

 

 

________________________________

From: Noersal Samad <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, December 15, 2008 4:07:57 PM
Subject: [...@ntau-net] Arti Kato Tourism Nan Dipatanyokan

Assalamua'laikum W.W.,

Sanak Dr. Saafroedin BAHAR dan para sanak sapalanta RN nan 
ambo hormati,

Ambo ampia lupo pertanyaan, yang membuat Sanak Dr. Saafroedin 
Bahar agak takajuik, mengenai arti kato "Tourism", yang sabalumnyo 
alah ambo jawek ala  kadarnya, sambia manunggu reaksi atau 
tanggapan dari sanak-sanak sapalanta.. Ruponyo ndak kungjuang 
datang, sadangkan wakatu bajalan juo. Tau-tau Mak Itam lah tibo
di kampuang.

Tanpa sangajo tabukak dek ambo sabuah situs yang di bawah ko:


Pariwisata, Hotel, Cafe dan Pelacur <http://tinyurl.com/5hdeug> 


Dalam hati ambo, barangkali sesudah di klik situs ko, 
Sanak Dr. Saafroedin BAHAR bisa manarimo salah
satu arti Tourism ( karano cukup banyak), nan ambo tulih
babarapo waktu yang lalu. 

Kalau jenis dan definisi "kebudayaan" saja lebih dari 100, 
manuruik salah seorang profesor di UI, kalau ambo ndak 
salah ingek, tidak heran kalau definisi kata "Tourism" bisa 
pulo banyak. 

Para sanak tahu betul bahwa aset pariwisata terdiri dari 2 (dua) 
kelompok besar. (1) The creation of God disebut "nature" dan 
(2) The creation of man yang disebut "culture". Dalam kerangka 
ini, maka "Tourism"  bisa kito bicarokan dari beberapa suduik 
atau titik pandang yang babeda-beda pula. 

Bari maaf ambo karano lah meungkik-ungkik nan
lah dilupokan. Kan Sajak manusia mulai rami di dunia
ini "penyakit" dalam situs di ateh  sudah ado.

Sudah beberapa puluh nabi dan rasul silih berganti, 
ternyata penyakit ini telah berlangsung demikian 
lama sekali, tanpa bisa  dihitung  manusia jumlah 
abatnya, tetap saja tidak mau menghilang dari 
muka bumi ini. Na'uzubillah  min zalik. 

Tidak heran, kalau  di beberapa kota di Indonesia 
diadakan yang sering disebut  "lokalisasi" (termasuk judi),
yang  sepintas lalu  terkesan perbuatan ini di-"halalkan". 

Bukan berarti saya setuju atau mengusulkan agar 
di Ranah kito ko dituru / di lakukan hal yang samo/sarupo. 
Solusinya ambo hanyo bisa manyarahkan  kapado 
para Sanak, cadiek pandai, alim ulama, pemangku 
adat, dst.

Moga-moga Allah SWT menunjuki kita jalan keluar
yang diridhaiNya, tanpa menurunkan bala kepada
kita semuanya. Amin.

Wassalam bil maaf,  

Kando Marajo
L dakek 72
Bogor

To: [email protected]
Sent: Tuesday, December 9, 2008 9:59:42 AM
Subject: Balasan: [...@ntau-net] Re: Kesan urang ka awak, solusinyo baa.

 


"Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]> wrote:

 

Sanak Noersal Samad dan para sanak sapalanta,

 

Baru kali ko ambo mambaco arati kato 'tourism' sarupo nan Sanak tulih
tu.

 

------------------------------------------------------------------------
-------------------- 

Sanak Dr. Saafroedin BAHAR dan para sanak sapalanta RN nan 
ambo hormati,

Salah satu definisi kamus (lexical meaning), "Tourism" is "cultivated 
prostitution".

 
------------------------------------------------------------------------
------------------

 

 

________________________________

Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis.
Download Yahoo! Toolbar sekarang . 


<http://sg.rd.yahoo.com/id/search/toolbar/mail/signature/*http:/id.toolb
ar.yahoo.com/> 





--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke