Cepat dia berpaling menatap Aswin,"Apa yang kau masukan dalam mulut aku?" tanyanya kebingungan.
"Aku masukan daki di ketiakku ke dalam mulutmu," kata anak nakal itu dengan terbahak-bahak. Tapi Karim merupakan anak yang cerdik sekali, sebelum dia menelan sempat dia merasakan benda yang masuk mulutnya itu terasa licin dan bulat kecil jadi dia tahu pasti itu bukan daki seperti yang dikatakan Aswin. Menurut pemikiran cerdiknya daki itu kalau dibulatinpun tidak akan terasa licin seperti yang dia rasakan di mulutnya itu. Jadi dia tahu Aswin membohonginya, timbul keinginannya untuk balas mengisengin temannya walau sebenarnya dia ingin segera menyusul kakek dan paman yang terluka itu. "Wah dakimu enak yah Win, lain kali boleh aku coba lagi, benar-benar enak banget,' katanya sambil mendecak-decakan mulutnya seperti orang yang mencicipi makanan enak. Aswin yang membayangkan Karim mencicipi dakinya, merasa perutnya langsung mual dan ingin muntah, cepat dia menutup mulutnya agar tidak muntah, karena dia bisa ditertawakan oleh Karim kalau sampai terjadi. Buru-buru dia mengajak Karim kembali ke nagari untuk menyusul gurunya dan orang terluka itu, dalam hati dia mengutuk habis-habisan temannya yang balik mengerjai dia. Sedangkan Karim menahan geli melihat wajah Aswin yang menahan muntahnya tadi, dia ingin tertawa keras-keras tapi entah kenapa dia merasa tidak mampu melakukannya, dia masih mencemaskan keadaan paman Manik itu. Segera Aswin menarik tangan temannya untuk segera berlari cepat menyusul, karena Aswin sudah memiliki tenaga dalam maka dengan mudahnya dia membantu temannya untuk mengimbangi ilmu lari cepatnya, sehingga kedua bocah ini bisa dengan cepat sampai di rumah Aswin. Sesampai mereka di rumah itu, kelihatan kesibukan terjadi di ruang pengobatan, tapi Aswin sudah tidak melihat gurunya lagi. Tiba-tiba dia mendengar suara gurunya di telinganya," Aswin, hari ini sampai di sini dulu latihan kita, kamu temani temanmu Karim bermain dan jaga-jaga kondisi paman yang terluka itu, jika terjadi sesuatu yang sangat berbahaya kamu panggil kakek segera." "Baik, kek," sahut Aswin pelan. Sementara itu Siti sibuk mengobati pria yang terluka itu, luka sabetan golok melintang di dadanya terlihat mengerikan sekali karena di pinggiran luka terlihat seperti melepuh yang menjadi ciri khas dari Golok Angek, dan di paha kanannya ada luka berwarna kehijauan yang berarti luka tersebut beracun, tapi bagusnya racun itu tidak menjalar sampai ke atas. Di sekujur tubuhnya penuh dengan sayatan-sayatan halus sepertinya dia terkena puluhan benda tajam yang kecil, itulah kehebatan ilmu Pencabik Nyawa. Untung sebelumnya dia sudah mendapat bantuan pengobatan dari Datuak Inyiak Balang, sehingga lebih memudahkan Siti untuk melakukan pengobatan selanjutnya. Setelah membersihkan semua luka, Siti meminumkan obat hasil ramuan dari daging ikan Karak Batu (sejenis ikan yang berwarna coklat gelap dan bersisik keras seperti batu) merupakan ikan jenis langka sekali yang bisa ditemukan di kedalaman lautan pada saat bulan purnama penuh dengan remasan bunga kenanga merah yang ditemukan di dasar Gunung Merapi. Obat ini berkhasiat untuk membersihkan segala macam racun jahat yang ada di dalam tubuh pasiennya. Bersambung.... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
