Ketika Silek Tuo Ingin Dibangkitkan Kembali

 

Rabu, 17 Desember 2008

"Dengar Minang, Orang Langsung Ingat Silek"

Silek (silat) Minangkabau, sebuah kekayaan budaya. Pamornya saat ini
lebih dikenal di luar daripada di Minangkabau sendiri. Cerita silek
Minang yang memiliki gerakan indah, pertahanan yang...

...komplit dan penuh filosofi hidup. Namun saat ini, keberadaannya
semakin terkikis zaman disebabkan kurangnya keinginan generasi muda
untuk belajar tradisinya sendiri. Jarum jam menunjukkan pukul 11.00 WIB.
Sisa-sisa gerimis membuat tanah arena sedikit basah dan licin. Dua
pesilat tua maju ke tengah arena. Keduanya langsung melakukan
penghormatan kepada penonton, lalu bersalaman. Beberapa detik kemudian,
keduanya langsung pasang kuda-kuda. Pesilat pertama mengambil kuda-kuda
menyerang dan yang lainnya mengambil kuda-kuda bertahan.

 

Keduanya kemudian menampilkan gerakan-gerakan indah, baik dalam bertahan
maupun menyerang, secara bergantian. Setelah beberapa jurus ditampilkan
dengan gerakan yang indah tersebut, keduanya kemudian bersalaman dan
berpelukan, lalu memberi penghormatan kepada penonton.

 

Itulah satu dari sekian banyak penampilan para pesilat dari berbagai
daerah di Kabupaten dan Kota Solok di Pelataran TK Iksal Saok Laweh
kemarin malam. Pertemuan para pesilat tradisional Minangkabau tersebut
digagas Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anan Tanur dan Anggota DPR RI
Azwir Dainy Tara. Tujuannya untuk membangkitkan kembali silat tradisi
yang telah menjadi ciri khas Minangkabau.

 

Salah seorang tuo silek di Saok Laweh, Ruspin Rajo Mudo mengungkapkan
saat ini keberadaan silek tradisi di Solok, khususnya di Saok Laweh
sudah mulai kembali bangkit. Menurutnya, hal tersebut juga didukung
banyaknya tuo-tuo silek di Saok Laweh untuk kembali membuka sasaran
silek di daerahnya masing-masing.

 

"Silek bukanlah kepandaian yang diperoleh dari lahir. Dia tidak datang
dengan sendirinya, tapi harus dipelajari. Karena itu, kalau tradisi ini
tidak diajarkan, maka bukan sesuatu yang mustahil beladiri tradisi ini
akan ditinggalkan," ujarnya.

 

Ruspin mengharapkan silek Minang yang terdiri dari berbagai aliran harus
dijadikan sebagai salah satu keunggulan budaya Minangkabau. Khususnya
untuk daerah Solok. Ia mengungkapkan meski terdiri dari banyak aliran,
dasar dari silek tetap sama. Paling penting, setiap aliran tersebut
memiliki keunggulan tersendiri.

 

"Setiap aliran memiliki keunggulannya masing-masing. Para murid oleh
gurunya senantiasa ditekankan untuk tidak mempelajari berbagai aliran
silek. Tujuannya agar murid tidak hanya tahu dan menguasai satu jenis
silek saja. Nantinya, murid sendirilah yang akan menentukan aliran mana
yang akan ia dalami lebih dalam. Tergantung sifat, keunggulan dan
keinginan murid masing-masing," lanjutnya.

 

Ruspin juga mengungkapkan aliran silek yang terdapat di Minangkabau
seperti Silek Kumango, Silek Staralak, Silek Langkah Ampek, Silek
Pangian, Silek Lintau, Silek Langkah Tigo, Silek Biaro, Silek Sunua,
Silek Bayang, Silek Pauah, Silek Tikam Tuo dan berbagai aliran lainnya
merupakan aset untuk memperkuat mental dan kepribadian. Namun yang
paling penting menurutnya, filosofi dari silek adalah untuk membuat yang
mempelajarinya lebih dekat ke agama.

 

Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anan Tanur mengungkapkan dirinya pernah
merasa malu tidak mendalami silek tradisi sejak kecil. Hal itu katanya
terjadi saat ini kuliah di IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri
Jakarta) jurusan olahraga. Saat mengambil mata kuliah silat, dosennya
bertanya dari mana ia berasal. Saat dijawab dari Sumbar, dosennya
berkomentar "Wah kalau dari sana, berarti gerakan silat kamu indah dan
sudah matang dong". Komentar tersebut membuat Desra Ediwan terperanjat,
karena ternyata gaung kebesaran silek Minang sudah sampai ke mana-mana.

Anggota DPR RI asal Sumbar dari Partai Golkar Azwir Dainy Tara
mengungkapkan optimismenya silek tradisi ini akan kembali bangkit.
Menurutnya, hal tersebut dapat tercapai kalau seluruh tuo silek memiliki
pemahaman dan keinginan untuk membangkitkannya kembali. (rijal islamy)

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke