Tarimo kasih Sanak Nofiardi , yang telah mamposting tantang Silek Tuo
di Nagari Saok Laweh , Mudah-mudahan acara ini bukan merupakan silek
politik  karena saya tahu yang terlibat dalam acara pertemuan silek
tuo dinagari Saok Laweh tersebut tak lepas dari acara kampanye
menjelang pemilu 2009 . 

Salam : zul amry piliang .

[email protected], "Nofiardi" <nofia...@...> wrote:
>
> Ketika Silek Tuo Ingin Dibangkitkan Kembali
> 
>  
> 
> Rabu, 17 Desember 2008
> 
> "Dengar Minang, Orang Langsung Ingat Silek"
> 
> Silek (silat) Minangkabau, sebuah kekayaan budaya. Pamornya saat ini
> lebih dikenal di luar daripada di Minangkabau sendiri. Cerita silek
> Minang yang memiliki gerakan indah, pertahanan yang...
> 
> ...komplit dan penuh filosofi hidup. Namun saat ini, keberadaannya
> semakin terkikis zaman disebabkan kurangnya keinginan generasi muda
> untuk belajar tradisinya sendiri. Jarum jam menunjukkan pukul 11.00 WIB.
> Sisa-sisa gerimis membuat tanah arena sedikit basah dan licin. Dua
> pesilat tua maju ke tengah arena. Keduanya langsung melakukan
> penghormatan kepada penonton, lalu bersalaman. Beberapa detik kemudian,
> keduanya langsung pasang kuda-kuda. Pesilat pertama mengambil kuda-kuda
> menyerang dan yang lainnya mengambil kuda-kuda bertahan.
> 
>  
> 
> Keduanya kemudian menampilkan gerakan-gerakan indah, baik dalam bertahan
> maupun menyerang, secara bergantian. Setelah beberapa jurus ditampilkan
> dengan gerakan yang indah tersebut, keduanya kemudian bersalaman dan
> berpelukan, lalu memberi penghormatan kepada penonton.
> 
>  
> 
> Itulah satu dari sekian banyak penampilan para pesilat dari berbagai
> daerah di Kabupaten dan Kota Solok di Pelataran TK Iksal Saok Laweh
> kemarin malam. Pertemuan para pesilat tradisional Minangkabau tersebut
> digagas Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anan Tanur dan Anggota DPR RI
> Azwir Dainy Tara. Tujuannya untuk membangkitkan kembali silat tradisi
> yang telah menjadi ciri khas Minangkabau.
> 
>  
> 
> Salah seorang tuo silek di Saok Laweh, Ruspin Rajo Mudo mengungkapkan
> saat ini keberadaan silek tradisi di Solok, khususnya di Saok Laweh
> sudah mulai kembali bangkit. Menurutnya, hal tersebut juga didukung
> banyaknya tuo-tuo silek di Saok Laweh untuk kembali membuka sasaran
> silek di daerahnya masing-masing.
> 
>  
> 
> "Silek bukanlah kepandaian yang diperoleh dari lahir. Dia tidak datang
> dengan sendirinya, tapi harus dipelajari. Karena itu, kalau tradisi ini
> tidak diajarkan, maka bukan sesuatu yang mustahil beladiri tradisi ini
> akan ditinggalkan," ujarnya.
> 
>  
> 
> Ruspin mengharapkan silek Minang yang terdiri dari berbagai aliran harus
> dijadikan sebagai salah satu keunggulan budaya Minangkabau. Khususnya
> untuk daerah Solok. Ia mengungkapkan meski terdiri dari banyak aliran,
> dasar dari silek tetap sama. Paling penting, setiap aliran tersebut
> memiliki keunggulan tersendiri.
> 
>  
> 
> "Setiap aliran memiliki keunggulannya masing-masing. Para murid oleh
> gurunya senantiasa ditekankan untuk tidak mempelajari berbagai aliran
> silek. Tujuannya agar murid tidak hanya tahu dan menguasai satu jenis
> silek saja. Nantinya, murid sendirilah yang akan menentukan aliran mana
> yang akan ia dalami lebih dalam. Tergantung sifat, keunggulan dan
> keinginan murid masing-masing," lanjutnya.
> 
>  
> 
> Ruspin juga mengungkapkan aliran silek yang terdapat di Minangkabau
> seperti Silek Kumango, Silek Staralak, Silek Langkah Ampek, Silek
> Pangian, Silek Lintau, Silek Langkah Tigo, Silek Biaro, Silek Sunua,
> Silek Bayang, Silek Pauah, Silek Tikam Tuo dan berbagai aliran lainnya
> merupakan aset untuk memperkuat mental dan kepribadian. Namun yang
> paling penting menurutnya, filosofi dari silek adalah untuk membuat yang
> mempelajarinya lebih dekat ke agama.
> 
>  
> 
> Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anan Tanur mengungkapkan dirinya pernah
> merasa malu tidak mendalami silek tradisi sejak kecil. Hal itu katanya
> terjadi saat ini kuliah di IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri
> Jakarta) jurusan olahraga. Saat mengambil mata kuliah silat, dosennya
> bertanya dari mana ia berasal. Saat dijawab dari Sumbar, dosennya
> berkomentar "Wah kalau dari sana, berarti gerakan silat kamu indah dan
> sudah matang dong". Komentar tersebut membuat Desra Ediwan terperanjat,
> karena ternyata gaung kebesaran silek Minang sudah sampai ke mana-mana.
> 
> Anggota DPR RI asal Sumbar dari Partai Golkar Azwir Dainy Tara
> mengungkapkan optimismenya silek tradisi ini akan kembali bangkit.
> Menurutnya, hal tersebut dapat tercapai kalau seluruh tuo silek memiliki
> pemahaman dan keinginan untuk membangkitkannya kembali. (rijal islamy)
> 
>  



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke