Weleh...weleh... ini yang saya hindari dari dulu... Mohon dg amat sangat agar wacana2 seperti ini tidak dikembangkan utk saya. Nanti semua aktifitas kita utk bergerak di Sumbar jadi terhambat oleh Bapak-Bapak kita tsb. Ntar dikirain saya bakal jadi saingan mereka utk mau maju lg... No way lah... Saya cuman tukang kodak yang bisanyo cuman dg modal basorak-sorak suok kida sajo...:) Anggap saja memajukan kampung halaman dg membuat obyek-obyek yang akan menarik buat saya dan kawan2 utk difoto...:) Tidak lebih...
Pak Aim, maksud saya mikir positip itu cuman satu: 'ngeledek' aja sebetulnya. Rugi dua kali ntar kalau kita ngomel-ngomel terus. Badoso pulu kecek urang gaek-gaek he..he.. Jadi rugi dua kali ntar... Makanya kita publikasikan dan undangin aja skln orang sebanyak mungkin untuk menyaksikannya biar makin rame...:) Kadang dalam "membina" orang lain dengan menggunakan "tangan ketiga" cukup berhasil atau setidaknya menambah wawasan lah...:) Saya berharap pembungkusan SENI INSTALASI Jam Gadang tsb akan diekspose oleh TV-TV secara Internasional...! Bagus kan utk Prwsta Sumbar...? Langka lho...:) Mohon maaf Pak Aim kalau talabiah takurangnyo. Capee dehh mikir serius mulu ah...:D Salam, Nofrins Aim Zein <[email protected]> wrote: v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} Kalau saja Pak Walikotanya Pak Nofrins, mungkin saja benar di ini bisa jadi backfire / briliant idea. Sayangnya enggak !! Tidak mungkin ini yang diharapkan karena kalau memang iya, harusnya dia kan koordinasi dulu dengan kita-kita. Capeeek deeee disuruh mikir positip terus dan bantu pemerintah terus, sementara kebijakan mereka aneh bin ajaib gitu. Dangkal sekali pemikiran orang-orang yang menyebut dirinya atau ingin disebut sebagai tokoh-tokoh tersebut. Kemana aja selama ini dalam pembangunan Pariwisata ? Jauh mendingan Pak Nofrins, biar di Jakarta namun bisa nge “goyang” pemerintah pusat dan KAI membawa pulang Mak Itam ke Sumbar dan merintis kembali jalur KA Wisata. Bravo untuk anda. Makanya, next election harus ada yang berani maju jadi Walikota. Kota Pariwisata walikotanya harus orang Pariwisata atau setidaknya mengerti tentang Pariwisata. Gimana Pak Nofrins minat ? he…he… Aim Zein www.pronewsfm.com www.akssb.org www.wstb.info private email: [email protected] From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Yulnofrins Napilus Sent: Friday, December 19, 2008 12:10 AM To: [email protected]; [email protected] Subject: [West Sumatra Tourism Board] Re: Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Jam Gadang - Brilliant Idea...! Alaikumsalam ww Keliatannya, ketakmampuan mengurus sebuah kota dilampiaskan dengan "mancabiak baju didado"... Antahlah.. Nuansa politis sih jelas ada. Tetapi mungkin beliau lupa bahwa dampaknya Nasional dan bahkan Internasional. Jam Gadang saat ini bukan hanya milik orang Bukittinggi. Tetapi sudah jadi Aset Sejarah Nasional dan salah satu ikon Nasional. Bukan cuman ikon Bkt atau Sumbar doang tuh...! Jangan-jangan dengan pengumuman luas seperti ini bisa-bisa jadi backfire utk Bkt. Semakin banyak dan bakal semakin pusing ntuh ngurusin tamu yang lebih membludak. Atau malah ini memang yang diinginkan...:) Jadi mari kita sama-sama berpikir positif sbg pemeduli dan operator pariwisata. Kalau bagi Operator, ini kesempatan besar untuk mencetak uang dg segera membuat paket-paket Malam Tahun Baru ke Bkt. Dengan membuat paket-paket wisata malam tahun baru ke Bkt, anda telah ikut serta meningkatkan PAD Sumbar. Krn wisatawan yang anda ajak pasti bawa uang masuk ke Sumbar utk dibelanjakan...! Melihat kuantitas, kualitas dan kompetensi para anggota yang aktif plus fitur2 yang ada, Fesbuk adalah salah satu sarana ampuh utk berpromosi saat ini. Setidaknya mayoritas para membernya adalah orang-orang yang punya channels of influence yang cukup lebar diluar sana...:) Ini tag line saya di Facebook sore ini: 31 Des 2008 mlm, SENI INSTALASI: Jam Gadang Bkt akan ditutup Kain Warna Bendera Jerman (htm,mrh,kng) sbg penutup VIY2008. Buruan pesan Hotel dr skrg...! Dan sejak Februari 2008 lalu diumumkan rencana ini, saya masih konsisten dan positif thd rencana Pak Wako ini. Gak percaya..? Silahkan baca komentar2 saya di karya foto M. Fadli yg berjudul "Welcome 2008" ini: http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_ybggal&Itemid=77&pdisp=photographer&picid=1786&uid=1081 Wassalam, Nofrins www.nofrins.west-sumatra.com aimzein <[email protected]> wrote: PENUTUPAN JAM GADANG PADA MALAM TAHUN BARU Assalamualaikum, Menurut saya tindakan Pemko ini adalah sensasi yang sengaja dibuat untuk memperoleh dukungan politik masyarakat dalam Pemilu Legislative 2009 mendatang. Kalau tidak salah Walikota akan maju untuk pemilihan legislatif DPR RI 2009 mendatang. Atau bisa juga ini merupakan ketidakmampuan Muspida setempat dalam menangani atraksi Wisata yang Cuma datang satu tahun sekali. Perayaan Tahun Baru itu adalah sebuah event Pariwisata setahun sekali yang dinantikan banyak orang. Mulai minggu lalu semua hotel, tempat penginapan dan losmen sudah habis dibooking wisatawan. Pada umumnya mereka berasal dari Jakarta, Riau dan Sumbar sendiri. Masyarakat butuh atraksi wisata setahun sekali dan ingin menikmati suasana malam tahun baru di Jam Gadang untuk melepaskan kejenuhan, stress dan beban pikiran mereka. Salahnya, beberapa orang yang dianggap tokoh, dengan entengnya bilang ini bisa menimbulkan maksiat. Selama belum bisa merubah paradigma para tokoh / alim ulama ini maka akan sangat sulit kita dapat mempromosikan Pariwisata Sumbar. Ini baru sebuah contoh saja. Masih banyak contoh-contoh paradigma keliru lainnya yang selalu mengkambing hitamkan Pariwisata dengan mudahnya. Perbuatan maksiat adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih, dimana perbuatan tersebut melanggar aturan agama. Tidak perlu pada acara tahun baru atau didalam hotel atau di obyek wisata orang melakukan maksiat. Kita semua yang dewasa disinipun paham, bahwa maksiat dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja Menurut saya kunci untuk pencegahan maksiat itu berada pada seberapa besar tingkat keimanan dan pengontrolan diri masing-masing individu. Artinya disini, peranan pendidikan, orang tua, alim ulama dan pemerintah sejak pendidikan usia dini sangat penting. Karena tindakan pemerintah itu ekstrem, saya melihat dari sisi yang ekstrem juga. Saya menilai tindakan, perbuatan atau opini yang mengarahkan serta mengkambinghitamkan Pariwisata sebagai suatu sumber maksiat adalah Refleksi Ketidak Mampuan Mereka dalam melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab Mereka sebagaimana disebutkan diatas. Tanpa pikir panjang dan melihat kerugian dan keuntungan yang ditimbulkan , mudah saja mencari biang keladi siapa yang harus disalahkan. Bukannya memperbaiki sistem keimanan, pendidikan agama serta moral (karena tidak mampu), tetapi menyalahkan dan menunjuk hidung orang lain. Memang benar kata pepatah, Semut di Ujung Lautan nampak, tetapi Gajah didepan Pelupuk Mata tak terlihat. Mari sedikit kita renungkan effeknya: Wisatawan Asing dan Lokal yang sudah sejak lama merencanakan liburan tahun baru bersama keluarga di Bukittinggi akan merasa dirugikan dan kapok serta tidak akan kembali lagi. Sulit untuk membangun kembali pencitraan ini. Parahnya mereka akan merekomendasikan ke teman-teman atau keluarganya untuk jangan berwisata ke Sumatera Barat. Devisa yang seharusnya masuk untuk membantu sektor ekonomi dalam situasi sulit krisis seperti sekarang akan lari dan sulit untuk kembali lagi Menjadi pencitraan yang kontradiktif. Dengan menutup Jam Gadang, malahan membuat kesan masyarakat kota Bukittinggi sudah dikhawatirkan moral dan imannya. Tentu saja disamping hal tersebut ada hal lain yang terjadi: Pencitraan Pemko atau Walikota yang “CARE” terhadap pencegahan maksiat. Ongkos biaya Kontrol Keamanan serta pekerjaan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan oleh SATPOL PP akan menjadi hilang serta tidak perlu kerja Ada sebuah sektor yang gampang dikambinghitamkan : Pariwisata Nah, inilah pendapat pribadi saya mengenai keputusan Walikota Menutup Jam Gadang sebagai Obyek Wisata pada Malam tahun baru. Karena kesal dan gundah setelah membaca berita ini saya memutuskan untuk batal bersama keluarga saya berliburan disana dan saya pastikan saya, keluarga saya dan akan saya kampanyekan kepada teman-teman saya untuk tidak memilih mereka yang menutup Jam Gadang pada Pemilu 2009 nanti. Saya akan beribur dirumah saja sambil menonton TV. Biarlah uang yang sudah saya siapkan untuk dibelanjakan pada masyarakat kota Bukittinggi tidak jadi saya keluarkan, karena hak individu saya selaku masyarakat untuk melihat jam Gadang dikebiri oleh penguasa lokal yang cari perhatian. Banyak maaf dan terima kasih. Salam, Aim Zein From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Nofiardi Sent: Thursday, December 18, 2008 6:24 PM To: [email protected] Cc: [email protected] Subject: [West Sumatra Tourism Board] Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Jam Gadang Bukittinggi | Jumat, 19/12/2008 07:31 WIB Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Jam Gadang Tahun Baru di Jam Gadang Bukittinggi (hasdiputra.wordpress.com) Bukittinggi, (ANTARA) - Komitmen Pemko Bukittinggi, Sumbar, akan menutup Jam Gadang dengan kain berwarna marawa pada malam pergantin tahun baru 2009 mendatang kembali ditegaskan Walikota Bukittinggi, Djufri. Menurut Walikota Bukittinggi, Drs. H. Djufri, kepada antara-sumbar.com, komitmen yang telah dijadwalkan itu akan dilaksanakan pemerintah saat hari H, tepatnya pada malam pergantian tahun baru 2009 mendatang. "Kebijakan itu diambil berdasarkan hasil rapat Muspida," kata walikota. Kata dia, kebijakan itu merupakan bentuk sikap pemeritah menyikapi keluhan dari tokoh-tokoh masyarakat Bukittinggi bahwa perayaan malam tahun baru sering dijadikan momen untuk melakukan perbuatan maksiat khususnya pasangan muda-mudi. "Ini tentunya akan mencemari Kota Bukittinggi sebagai Kota Beragama dan Beradat," tegasnya. Menurut dia, dengan ditutupnya Jam Gadang, maka pada malam pergantian tahun baru 2009 nanti, tidak ada perayaan di Kawasan Jam Gadang. "Pemerintah Kota tidak akan memberi izin ataupun memfasilitasi kegiatan perayaan malam tahun baru di Kawasan Jam Gadang," ucapnya. Terang dia, tindakan ekstrim tersebut sengaja diambil pemerintah karena indikasi adanya perbuatan maksiat yang terjadi pada malam pergantian tahun khususnya pada beberapa tahun terakhir, dimana seperti berserakannya alat kontrasepsi di sekitar kawasan Jam Gadang setelah perayaan malam pergantian tahun. (ham/wij) The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. No virus found in this incoming message. Checked by AVG - http://www.avg.com Version: 8.0.176 / Virus Database: 270.9.19/1856 - Release Date: 12/18/2008 8:06 PM No virus found in this incoming message. Checked by AVG - http://www.avg.com Version: 8.0.176 / Virus Database: 270.9.19/1856 - Release Date: 12/18/2008 8:06 PM --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
