Assalamu alaikum,
Pak Aim. Buya dapat kabar orang yang berpikir terbalik ada juga,
mereka bersiap-siap kini berbondong-bondong datang ke Bukittinggi, untuak
mancaliek *Jam Gadang nan basalimuik di tahun baru*. Kapatangko buya singgah
sabanta di Melbourne, ado kawan buya David kini alah baganti namo Muhammad
Daud, asli Australia, barancana ka datang ka Sumbar jo kawan-kawannyo untuk
mancaliek Jam Gadang nan basalimuik di tahun baru tu.
Baa pulo ko pak Aim.
Kini buya alah manuju Padang baliek.
Wassalam
BuyaHMA


2008/12/20 Aim Zein <[email protected]>

>  *PENUTUPAN JAM GADANG PADA MALAM TAHUN BARU*
>
>
>
> Assalamualaikum,
>
>
>
> Menurut saya tindakan Pemko ini adalah sensasi yang sengaja dibuat untuk
> memperoleh dukungan politik masyarakat dalam Pemilu Legislative 2009
> mendatang.  Kalau tidak salah Walikota akan maju untuk pemilihan legislatif
> DPR RI 2009 mendatang. Atau bisa juga ini merupakan ketidakmampuan Muspida
> setempat dalam menangani atraksi Wisata yang Cuma datang satu tahun sekali.
> Aneh yo sabana ajaib.
>
>
>
> Perayaan Tahun Baru itu adalah sebuah event Pariwisata setahun sekali yang
> dinantikan banyak orang. Mulai minggu lalu semua hotel, tempat penginapan
> dan losmen sudah habis dibooking wisatawan. Pada umumnya mereka berasal dari
> Jakarta, Riau dan Sumbar sendiri.  Masyarakat  butuh atraksi wisata setahun
> sekali dan ingin menikmati suasana malam tahun baru di Jam Gadang untuk
> melepaskan kejenuhan, stress dan beban pikiran mereka.  Salahnya, beberapa
> orang yang dianggap tokoh, dengan entengnya bilang ini bisa menimbulkan
> maksiat.
>
>
>
> Selama belum bisa merubah paradigma para tokoh / alim ulama ini maka akan
> sangat sulit kita dapat mempromosikan Pariwisata Sumbar.  Ini baru sebuah
> contoh saja. Masih banyak contoh-contoh paradigma keliru lainnya yang selalu
> mengkambing hitamkan Pariwisata dengan mudahnya.
>
>
>
> Perbuatan maksiat adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang atau
> lebih, dimana perbuatan tersebut melanggar aturan agama. Tidak perlu pada
> acara tahun baru atau didalam hotel atau di obyek wisata orang melakukan
> maksiat.  Kita semua yang dewasa disinipun paham, bahwa maksiat dapat
> dilakukan dimana saja  dan kapan saja
>
>
>
> Menurut saya kunci untuk pencegahan maksiat itu berada pada seberapa besar
> tingkat keimanan dan pengontrolan diri masing-masing individu.  Artinya
> disini, peranan pendidikan, orang tua, alim ulama dan pemerintah sejak
> pendidikan usia dini sangat penting.
>
>
>
> Karena tindakan pemerintah itu ekstrem, saya melihat dari sisi yang ekstrem
> juga.  Saya menilai tindakan, perbuatan atau opini yang mengarahkan serta
> mengkambinghitamkan Pariwisata sebagai suatu sumber maksiat adalah Refleksi
> Ketidak Mampuan Mereka dalam melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab Mereka
> sebagaimana disebutkan diatas.  Tanpa pikir panjang dan melihat kerugian dan
> keuntungan yang ditimbulkan , mudah saja mencari biang keladi siapa yang
> harus disalahkan.
>
>
>
> Bukannya memperbaiki sistem keimanan, pendidikan agama serta moral (karena
> tidak mampu), tetapi menyalahkan dan menunjuk hidung orang lain.  Memang
> benar kata pepatah, Semut di Ujung Lautan nampak, tetapi Gajah didepan
> Pelupuk Mata tak terlihat.
>
>
>
> Mari sedikit kita renungkan effeknya:
>
>
>
> 1.       Wisatawan Asing dan Lokal yang sudah sejak lama merencanakan
> liburan tahun baru bersama keluarga di Bukittinggi akan merasa dirugikan dan
> kapok serta tidak akan kembali lagi.   Sulit untuk membangun kembali
> pencitraan ini. Parahnya mereka akan merekomendasikan ke teman-teman atau
> keluarganya untuk jangan berwisata ke Sumatera Barat.
>
> 2.       Devisa yang seharusnya masuk untuk membantu sektor ekonomi dalam
> situasi sulit krisis seperti sekarang akan lari dan sulit untuk kembali lagi
>
> 3.       Menjadi pencitraan yang kontradiktif.  Dengan menutup Jam Gadang,
> malahan membuat kesan masyarakat kota Bukittinggi sudah dikhawatirkan moral
> dan imannya.
>
>
>
> Tentu saja disamping hal tersebut ada hal lain yang terjadi:
>
>
>
> 1.       Pencitraan Pemko atau Walikota yang "CARE" terhadap pencegahan
> maksiat.
>
> 2.       Ongkos biaya Kontrol Keamanan serta pekerjaan tanggung jawab yang
> seharusnya dilakukan oleh SATPOL PP akan menjadi hilang serta tidak perlu
> kerja
>
> 3.       Ada sebuah sektor yang gampang dikambinghitamkan : Pariwisata
>
>
>
> Nah, inilah pendapat pribadi saya mengenai keputusan Walikota Menutup Jam
> Gadang sebagai Obyek Wisata pada Malam tahun baru.
>
>
>
> Karena kesal dan gundah setelah membaca berita ini saya memutuskan untuk
> batal bersama keluarga saya berliburan disana dan saya pastikan saya,
> keluarga saya dan akan saya kampanyekan kepada teman-teman saya untuk tidak
> memilih mereka yang menutup Jam Gadang pada Pemilu 2009 nanti.
>
>
>
> Saya akan beribur dirumah saja sambil menonton TV. Biarlah uang yang sudah
> saya siapkan untuk dibelanjakan pada masyarakat kota Bukittinggi tidak jadi
> saya keluarkan, karena hak individu saya selaku masyarakat untuk melihat jam
> Gadang dikebiri oleh penguasa lokal yang cari perhatian.
>
>
>
> Banyak maaf dan terima kasih.
>
>
>
> Salam,
>
>
>
> Aim Zein
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On Behalf Of
> *Nofiardi
> *Sent:* Thursday, December 18, 2008 6:24 PM
> *To:* [email protected]
> *Cc:* [email protected]
> *Subject:* [West Sumatra Tourism Board] Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di
> Jam Gadang
>
>
>
> Bukittinggi | Jumat, 19/12/2008 07:31 WIB
>
> *Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Jam Gadang*
>
> [image: klik untuk melihat 
> foto]<http://www.antara-sumbar.com/id/foto/berita/tahun-baru-jamgadang.jpg>
> Tahun Baru di Jam Gadang
> Bukittinggi
> (hasdiputra.wordpress.com)
>
> Bukittinggi, (ANTARA) - Komitmen Pemko Bukittinggi, Sumbar, akan menutup
> Jam Gadang dengan kain berwarna marawa pada malam pergantin tahun baru 2009
> mendatang kembali ditegaskan Walikota Bukittinggi, Djufri.
>
> Menurut Walikota Bukittinggi, Drs. H. Djufri, kepada antara-sumbar.com,
> komitmen yang telah dijadwalkan itu akan dilaksanakan pemerintah saat hari
> H, tepatnya pada malam pergantian tahun baru 2009 mendatang.
>
> "Kebijakan itu diambil berdasarkan hasil rapat Muspida," kata walikota.
>
> Kata dia, kebijakan itu merupakan bentuk sikap pemeritah menyikapi keluhan
> dari tokoh-tokoh masyarakat Bukittinggi bahwa perayaan malam tahun baru
> sering dijadikan momen untuk melakukan perbuatan maksiat khususnya pasangan
> muda-mudi.
>
> "Ini tentunya akan mencemari Kota Bukittinggi sebagai Kota Beragama dan
> Beradat," tegasnya.
>
> Menurut dia, dengan ditutupnya Jam Gadang, maka pada malam pergantian tahun
> baru 2009 nanti, tidak ada perayaan di Kawasan Jam Gadang.
>
> "Pemerintah Kota tidak akan memberi izin ataupun memfasilitasi kegiatan
> perayaan malam tahun baru di Kawasan Jam Gadang," ucapnya.
>
> Terang dia, tindakan ekstrim tersebut sengaja diambil pemerintah karena
> indikasi adanya perbuatan maksiat yang terjadi pada malam pergantian tahun
> khususnya pada beberapa tahun terakhir, dimana seperti berserakannya alat
> kontrasepsi di sekitar kawasan Jam Gadang setelah perayaan malam pergantian
> tahun. (ham/wij)
>
>
>
> The above message is for the intended recipient only and may contain
> confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you
> are not the intended recipient, you are hereby notified that any
> dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment,
> is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us
> immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary.
> Please delete the message and the reply (if it contains the original
> message) thereafter. Thank you.
>
>
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - http://www.avg.com
> Version: 8.0.176 / Virus Database: 270.9.19/1856 - Release Date: 12/18/2008
> 8:06 PM
>
>
>
>
>
> *Aim Zein*
>
> www.pronewsfm.com
>
> www.akssb.org
>
> www.wstb.info
>
> private email: [email protected]
>
>
>
> >
>


-- 
Allahumma inna nas-aluka ridhaa-ka wa al-jannah, wa na'uudzu bika min
sakhati-ka wa an-naar
Allahumma ghfir-lana dzunubana, wa li ikhwanina, wa sabaquuna bil-imaan,wa
laa taj'al fii qulubinaa ghillan lil-ladzina aamanuu Rabbana innaka
ghafuurun rahiim.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke