Perpanjangan Runway BIM Sudah Mendesak

Sabtu, 20/12/2008 22:32 WIB


padangmedia.com - PADANG - Alasan untuk memperpanjang landasan atau
runway Bandara International Minangkabau, bukan sekedar menagih janji
Presiden SBY beberapa waktu lalu. Tetapi lebih dari karena kondisi riil
BIM yang kurang memadai sebagai bandara internasional. 

"Yang lebih mendesak adalah karena BIM sudah menjadi salah satu
embarkasi haji yang setiap tahunnya dimanfaatkan oleh pesawat haji untuk
ke Jeddah. Ada isu terbaru yang perlu segera disikapi oleh pemerintah
provinsi Sumbar," ucap Darul Siska kepada wartwan saat berdialog di
Padang, Sabtu ( 20/12). 

Isu terbaru yang dikatakan Darul adalah menyangkut sikap dari
pemerintahan Arab yang mengumumkan bakal tidak mengizinkan pesawat kecil
mendarat di bandara mereka seperti Airbus dengan kapasitas 300
penumpang. Pemerintah Arab dalam hal ini hanya akan memperbolehkan dan
memprioritaskan pesawat jenis Boeing 747 dengan kapasitas 500 seat. 

"Kalau kebijakan itu diberlakukan tahun depan oleh pemerintah Arab, kita
akan kesulitan karena pesawat yang membawa jemaah haji dari BIM
kapasitasnya masih 300. Dengan runway ukuran 2750 seperti sekarang, 747
bisa take off dan landing di Bandara tapi tidak dalam full capacity.
Artinya 100 tempat udduk akan kosong," jelas Darul. 


Dalam kondisi demikian, sudah tentu, imbuh Darul, pesawat tidak mau
karena akan merugikan perusahaan. Kalau kita tidak memperpanjang runway,
alternatif lain bisa saja dengan menambah penumpang di tempat lain,
seperti medan, kemudian baru terbang ke Jeddah. Namun hal inipun akan
memberatkan penerbangan. 

"Jadi perpanjangan runway sudah merupakan kebutuhan untuk saat ini agar
jemaah haji dapat terbang langsung ke Jeddah," katanya. 

Rencananya, runway yang semula 2750 meter itu akan dijadikan 3000 meter
itu juga akan diikuti dengan penambahan fasilitas lainnya seperti ruang
tunggu. Menurut Darul, kapasitas Dephub hanya sebatas runway, sementara
kebutuhan untuk ruang tunggu dan fasiliats lainnya adalah tanggung jawab
pihak Angkasa Pura. "Dalam pertemuan terakhir dengan pihak Angkasa Pura,
mereka sudah setuju mensejalankan program pengembangan mereka
disesuaikan dengan program Dephub," tukasnya. (nit)




The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke