Pak Aim,
   
  Utk kita sbg masyarakat, berita mana yang bisa kita pegang nih...? Berita di 
Padangkini.com ini atau yang dari Ketua PDDI Pemko Bkt tsb? Thanks.
   
  Salam,
  Nofrins
   
  Delapan Pemanjat Tebing Latihan Menutup Jam Gadang
  
 
  PadangKini.com | Kamis, 25/12/2008, 18:03 WIB
  
 
  BUKITTINGGI--Sebanyak delapan pemanjat tebing (climber) memasang cincin 
pengaman di Jam Gadang, Kamis (25/12). 

Cincin itu dipasang untuk mengaitkan tali  tubuh pemanjat yang akan memasang 
marawa (bendera) kain yang akan menutup Jam Gadang, 31 Desember mendatang. 

Dari pantauan PadangKini.com di lapangan, aksi delapan pemanjat itu menarik 
perhatian pengunjung Jam Gadang. Mereka antusias melihat kelincahan kaki para 
pemanjat dari Federasi Pemanjat Tebing Indonesia (FPTI) Bukittinggi itu.

Ketua FPTI Bukittinggi, Hendra Kimin yang menjadi salah seorang pemanjat yang 
akan memasang kain penutup Jam Gadang mengatakan, cincin pengaman dipasang 
untuk menggantungkan tali yang akan digunakan para pemanjat, 31 Desember 
mendatang.

"Kita diminta Pak Wali Kota untuk memasang marawa pada tanggal 31 Desember 
sore, marawa itu sekaligus sebagai penutup Jam Gadang, hari ini sekaligus kita 
menguji coba marawanya," kata Hendra disela-sela pemanjatan.

Menurut Hendra, dari delapan pemanjat tersebut, empat orang akan berada di 
bawah sebagai pengamanan dan empat lainnya yang naik keatas. ( met/o)

  

Note: forwarded message attached.

       
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

--- Begin Message ---
Salam,

 

Tadi pagi sampai sore saya pergi ke Bukittinggi untuk acara pelantikan RAPI
Wilayah Bukittinggi.  Menurut agenda, yang akan membuka adalah Pak Walikota.
Nah.. kebetulan, saya akan punya akses langsung untuk bertanya kepada beliau
apa dan bagaimana sebenarnya mengenai isu penutupan Jam Gadang tsb.  Untuk
memastikannya, sekitar pukul 9 pagi saya telpon beliau, namun yang
mengangakat ajudannya. Katanya dia sedang sibuk. Saya titipkan pesan pada
tuan ajudan bahwa saya akan kesana dan mohon agar Pak Wali hadir sekaligus
sya mau bicara-2 soal Pariwisata dan sudah konfirm.

 

Singkat cerita, ketika menghadiri acara tersebut, eh..ternyata Pak Wali
batal hadir karena ada acara lain di Payakumbuh. Dia mengirim wakilnya Pak
Halim Syah, ketua PDDI (Pusat Data dan Informasi – koreksi saya kalau
salah). Nah, khusus untuk hal penutupan Jam Gadang tersebut, disampaikan
secara langsung kepada saya bahwa berita penutupan Jam Gadang tersebut
dengan kain adalah tidak benar dan dilebih-lebihkan saja. Pandai-pandainya
orang wartawan saja.

 

Yang benar menurut pak Halim ini adalah, akan adanya pembatasan untuk
keramaian diarea sekitar Jam Gadang. Area Pas dibawah jam gadang tersebut
akan ditutup, maksudnya dipagari, dan dibatasi orang lalu lalang disana. Ini
mengingat untuk menjaga bangunan tersebut. Pada tahun lalu banyak pengunjung
yang membakar mercon / kembang api lalu mengarahkannya kepada Jam Gadang
sehingga ada fisik bangunan yang rusak / kaca pecah.

 

Adapun “pengelambuan” Jam Gadang tersebut adalah tidak benar. Maksudnya
ditutup bukan menutup fisiknya dengan kain, tetapi menutup areal sekitar jam
gadang agar tidak terlalu ramai “over crowded” dan tidak mengadakan acara
khusus disana. Ini dilakukan demi faktor keamanan bangunan dan manusia
sendiri. Demikian informasi yang saya terima siang tadi dari Bapak Halim
tersebut.

 

Salam,

 

Aim Zein

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
WEST SUMATRA TOURISM BOARD
Anda menerima email ini karena terdaftar pada Google Groups "wstb" group.
Untuk mengirim email kepada group ini, kirim ke alamat [email protected]
Untuk berhenti/keluar dari group ini, kirim emal ke alamat 
[email protected]

Untuk pilihan lain silakan kunjungi alamat ini: 
http://groups.google.com/group/wstb?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


--- End Message ---

Kirim email ke