Asslm.Wr.Wb. Terima kasih atas penjelasan mengenai Benteng Stelsel, Cochius.
Perhatian saya pada wilayah, waktu dan pelaku. Perang Padri I, Sumatra Barat 1821 - 1825. Perang Mataram Jawa 1825 - 1830. Perang Padri II, Sumatra Barat 1830 - 1837. Wilayah Mataram, Jawa Tengah + Yogyakarta, Perang Padri, Ulama melawan Adat didukung Kompeni Belanda. Perang Jawa, Pangeran Diponegoro, Putra Sulung Hamengkubuono III, Pewaris Tahta Mataram Islam di Jawa, termasuk wilayah bagian kecilnya (Yogyakarta) Saat itu tidak ada persatuan kesamaan akidah, dan terbatasnya komunikasi. Sehingga Kompeni dengan personel dan logistik terbatas dapat mengalahkan Kerajaan Mataram Jawa, sesudah mengalahkan Kerajaan Bugis, lalu konsolidasi lagi mengalahkan Padri, namun tidak dengan ATJEH yang mendapatkan logistik dari Turki Utsmani (dinar emas dan senjata). Perang saat ini adalah Kompetisi Pemilu setiap lima tahun sekali, Perang Marketing Presiden dan barisan manajemen dan pemilik modal yang berkepentingan dibelakangnya. Obama mulai menjadi Presiden 22 Januari 2009, belum jelas kebijakannya seperti apa ? Pemilu Presiden RI, 2009 perang modal untuk mengatur kebijakan di Kapital, Ibukota Jakarta. BBM Naik berdasarkan MOP Singapura. Harga buruh murah tanpa menyediakan selter, tunjangan perumahan buruh. Jalan Negara di setiap Provinsi, tidak licin dan drainasenya tidak baik, Contoh Trans Sulawesi (Berita Kompas, Desember) dan Trans Sumatra (Saya tidak mendapat datanya). Ekonomi tidak bergerak karena biaya transportasi tinggi, biaya ekonomi RT dan Perusahaan meningkat, inflasi harga barang karena kenaikan BBM, jalan Tol dan kebijakan moneter BI. Syukur, biaya kesehatan sekarang semakin merata dan murah. Melalui Pusat Kesehatan Masyarakat di Kelurahan, Nagari dan Kecamatan, Distrik. Pembangunan dan intensifikasi PDAM di Provinsi dan Kota, dan pembangunan irigasi di Kabupaten. Sekarang kita Perang Marketing dengan Presiden Incumbent dgn kandidat Presiden lainnya. Pemilu 2005 - 2009, Mulai dari Aceh, Tsunami, Bencana banjir, Gempa. Pemilu 2009 - 2013, Modal publikasi @calon minimal 1 milyar. Antara Dolar dan Emas; CPO Malaysia dan Indonesia, melawan Multinasional Kompeni; Bahan Tambang dan Komposit; Minyak dan Gas Ekonomi dan Hidrogen Ekonomi, Air. Pemilu 2013 - 2018, Dehidrasi, kekurangan darah, tingkat kesehatan sudah menurun tidak bisa melakukan perlawanan lagi. Antara Yahudi yang memperalat Nasrani, menjejakkan muslim; Antara Pendeta Yahudi yang mengunakan Romawi menindas Nabi Zakaria A.S, Yahya A.S, Isa A.S. dan Hawariyin.; Antara Israel yang menggunakan A.S. dan E.U. menindas Timur Tengah dan Asia. Eropa dan AS bila dipantau di Internet dan televisi lebih beradab, kini menghargai peradaban dan santun dalam berpikir. Indonesia dirundung amuk massa, kekerasan untuk mempertahankan logistik perut, perebutan kekuasaan, pembunuhan, aborsi, seks bebas, simpang siur berita televisi, kerusakan moral pemimpin dan massanya. Jakarta itu lebih besar dari Singapura, tetapi kini ada komunikasi data melalui Fiber Optik dan transportasi udara Lion Air, administrasi bisa dilakukan di Singapura pertukaran dokumentasi dan data hardisik bisa setiap hari di backup melalui tranportasi Lion Air. Pergantian Manajamen shift tiap minggu bisa terjadi melalui bandara Soekarno-Hatta ke Changi. Operator (dengan gaji yang murah) bisa bekerja 3 Shift 24 jam di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Padang, Medan, Makasar, Gorontalo. Modal dan Invertor, melalui transaksi antar bank (sistem Konvensional), melalui perwakilan Pialang di New York dan London dilakukan di Apartemen, Gedung Pencakar langit di Singapura dan Jakarta. Untuk pertahanan, catur 1. Benteng yang kokoh; Air bersih dan air minum yang cukup, pabrik semen, besi, alumunium, perumahan pegawai sipil dan militer ;benteng pertahanan darat, laut dan udara. Jalan darat, tol, bendungan, drainase, irigasi, pelabuhan laut, dermaga, kolam ikan; bandara dan landasan yang bebas banjir serta navigasi dan komunikasi jarak jauh yang handal. 2. Kendaraan yang tangkas; Pabrik Mobil Proton, BBM Pertamina dan Petronas, Bengkel Jepang dan UKM. 3. Senjata jarak dekat dan jarak jauh; pedang, sangkur, pistol; tombak, panah, mortir, rudal; Pindad, IPTN, PAL, LEN, INTI. Kita mempunyai tanah, sumber daya alam dan SDM yang mumpuni, lulusan Perguruan Tinggi telah banyak dibandingkan tahun 1970. Kini kita set back kembali ke tahun 1970, logistik hanya untuk perut dan membangun benteng. Wallahu Alam Bisshawab. Semoga berguna. Marhaban Muharram, Bulan Suci, menyambut kedatangan Haji dengan aman dan damai, tidak boleh berperang. Wass.Wr.Wb. A U G I augispot.blogspot.com On 12/27/08, Datuk Endang <[email protected]> wrote: > Pak Abraham dan sanak Augi yth. > Pada waktu kunjungan ke Bukit Tajadi beberapa bulan yang lalu saya sempat > berdiskusi lama dengan Kol (pur) Dr. Saleh Djamaris, sejarawan TNI yang > mengambil disertasi di UI tentang Perang Jawa. > > Sebenarnya ada perbedaan mendasar antara Perang Jawa dan Perang Paderi, > yaitu pada Perang Jawa tentara Belanda membangun benteng, sedangkan pada > Perang Paderi justru pasukan Paderi yang membangun benteng. > > Belanda banyak membangun benteng di pantai utara dan selatan Jawa, termasuk > juga di beberapa titik penting seperti benteng Vredeburg di depan kraton > Yogya itu. Benteng-benteng itu cukup kukuh sebagaimana dapat kita lihat > masih berdiri hingga saat ini. Sebagian besar benteng itu dirancang oleh > seorang perwira cerdas Belanda yang bernama Cochius. Dr. Saleh cukup > terkejut ketika mengetahui Cochius datang ke Bonjol pada tahun 1837 untuk > menyusun strategi terakhir penyerbuan ke benteng Tajadi, dan pada saat itu > jabatannya sudah menjadi Panglima Tertinggi Balatentara Hindia Belanda. > Dengan kata lain terjadi lonjakan karir Cochius yang sangat cepat pasca > Perang Jawa (1830) hingga 1837, dari semula perwira zeni menjadi Pangti. > > Dengan demikian bobolnya benteng Tajadi adalah berdasarkan perhitungan yang > cermat dari Cochius (sketsa beliau pernah saya sampaikan), seorang pakar > perbentengan Belanda terpenting pada masa itu. Begitupun dibutuhkan waktu > 1-2 bulan bagi Belanda untuk menjalankan strategi Cochius, termasuk juga 1 > bulan penaklukan total setelah benteng itu dijebol. > > Pola pertahanan benteng ini juga diikuti oleh Tuanku Rao (benteng Amerongen) > dan Tuanku Tambusai (benteng tanah). Dan bila ditinjau lebih ke belakang > hampir semua perlawanan Paderi adalah dengan membangun 'kubu' ukuran lebih > kecil dari benteng, tersusun dari batu-batu yang dapat dibangun dalam waktu > cepat. Sementara bagi Belanda membangun 'stelling', atau lubang/parit > perlindungan. Seni berperang Paderi ini lebih menarik dari Perang Jawa. Satu > pituah mungkin relevan: urang Balando babenteng batu, urang Minang babenteng > adat. > > Sementara demikian sanak. > > Wassalam, > -datuk endang > > Kabid Sejarah dan Tambo LAKM Jabodetabek > Wakil Ketua Lembaga Kajian Gerakan Paderi > > > On 12/27/08, Augi Jusri Djalaluddin <[email protected]> wrote: >> Asslm.Wr.Wb. >> Adat basandi syarak dan syarak basandi kitabullah >> Adat bersendi syariat dan syariat bersendi kitabullah. >> Semangat Imam Bonjol dan dilanjutkan oleh Buya Hamka. Selaras dengan >> Piagam Jakarta pada pembukaan UUD 45, selaras pula dengan semangat >> konstituante sebelum dihentikan oleh Dekrit Presiden 1959, Demokrasi >> Terpimpin. >> >> Perang Padri dan Mataram Diponegoro, dipatahkan bertahap oleh >> Protestan Kompeni. Bila Imam Bonjol, Diponegoro dan tokoh >> Makasar+Gorontalo mempunyai sarana internet, berkomunikasi dan >> bertahan untuk melawan perdamaian sektoral karena kompeni terbatas >> personil dan logistiknya. >> >> Sistem benteng yang mempersempit ruang gerak Pasukan Padri dan Pasukan >> Mataram mudah dihantam serentak di daerah, sementara Pasukan Bugis >> langsung masuk ke Batavia memutuskan komando dan suplai amunisi >> kompeni. Tidak akan mudah kompeni semena-mena menjajah. >> >> Memoriam >> Jendral Andi Muhammad Jusuf Aziz, saat menyerahkan tongkat komandonya >> pada Atase Militer US di Jakarta, sesudah menolak menyerahkan Surat >> Presiden RI pada Wapres George Bush Sr, di Washington DC. >> >> Menyambut Hijrah >> "Janganlah takut dan bersedih hati, sesungguhnya Allah SWT bersama >> kita " Sabda Rasulullah SAW pada Abu Bakar As Siddiq r.a. Saat dalam >> gua terkepung Kafir Quresh perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah. >> >> Semoga berguna >> Wallahu Alam B. >> A U G I >> augispot.blogspot.com. >> >> On 12/26/08, Abraham Ilyas <[email protected]> wrote: >>> *1...Dalam bidang mental, hal ini terkait dengan kenyataan bahwa > doktrin >>> adat basandi syarak syarak basandi Kitabullah (ABS SBK) yang telah >>> dinyatakan sebagai jatidiri Minangkabau ternyata adalah kebijakan > Tuanku >>> Imam Bonjol pada tahun 1832, setelah menyadari bahwa praktek kekerasan >>> Paderi sebelum itu tidak sesuai dengan ajaran Islam yang benar.* >>> >>> *2....Suatu hal yang selama ini kurang difahami adalah kenyataan bahwa >>> tidak >>> ada suatu struktur komando terpusat dari para tuanku dalam gerakan > Paderi. >>> Oleh karena itu setiap tuanku dapat mempunyai kebijakan sendiri dalam >>> daerah >>> pengaruhnya, berbeda dengan kebijakan para tuanku lainnya.* >>> >>> Dt. Endang yth. >>> >>> Menurut pengakuannya Ir. Mangaraja Onggang Parlindungan (MOP), dirinya >>> penganut Islam bermazhab Hambali, sedangkan bapaknya seorang pendeta > agama >>> Kristen yang bernama St. Martua Raja (pernah menjadi ketua Chuo Sangi > Kai >>> Sumatra Timur di Pematang Siantar). Ir. MOP bukan jamaah Ahmadiyah. >>> Setelah mengenal dari dekat, Buya Hamka berkesimpulan: "..saya > sendiri >>> mendapat kesan bahwa mungkin dalam pengetahuan sejarah luas pengalaman >>> Parlindungan, namun dalam hal agama Islam rupanya baru belajar." > (antara >>> Fakta dan Khayal Tuanku Rao hal. 18) >>> >>> Dari kesimpulan angka 1 dan 2 di atas, ambo mendapek gambaran bahwa > perang >>> Padri (1821 - 1837) berbeda penyebab dan caranya dengan perang > Diponegoro >>> atau perang Jawa (1825 - 1830 yang memiliki komando terpusat). >>> Kedua perang ini terjadi dalam waktu bersamaan. >>> Perlawanan Padri tidak memiliki struktur komando terpusat untuk > seluruh >>> alam >>> Minangkabau. >>> Perang Padri dimulai dengan perang batu antar pendukung sistim adat >>> (dipimpin oleh para pangulu) dengan pendukung sistim islam Wahabi >>> (dipimpin >>> oleh para Tuanku), yang kemudian ditunggangi oleh Belanda. >>> >>> "Islam politik wahabi" melegalisir sistim kekalifahan/amir, > di lain pihak >>> apabila Tuanku imam itu seorang penganut tarekat maka hal ini akan > menjadi >>> dilemma tersendiri untuk beliau sebagai pemimpin perang. >>> Dari sini bisa dipahami mengapa perang Padri lebih lama terjadi dari >>> perang >>> Diponegoro. >>> >>> *Ambo raso iko memang sudah merupakan ciri khas budaya Minangkabau nan >>> barajo surang (dalam pengertian positif lho !). >>> Tidak pernah ada "raja" dan tidak pula ada > "kawula" Minangkabau seperti >>> yang >>> ada di daerah lainnya. >>> Khusus untuk anak-kamanakan kito nan kini alah manjadi orang > Indonesia, >>> perlu diingatkan bahwa budaya Minang tidak mengenal istilah "wong > cilik" >>> ataupun "kawula muda". * >>> >>> Menurut ambo hal ini telah sesuai dengan adagium adat: luak bapangulu >>> (musyawarah para kamanakan di dalam komunitas), rantau barajo (para > kawula >>> yang diperintah). >>> Hanya kesamaan nasib yang dapat dan bisa menyatukan/marapek-alam >>> orang-orang >>> Minangkabau di dalam berbagai perlawanan/perang terhadap kekuasaan > asing >>> ataupun mungkin menghadapi berbagai permasalahan lainnya masa kini dan > di >>> masa-masa yad. >>> >>> Perang Silungkang (perang ini berlangsung pula di luar nagari > Silungkang), >>> perang Batipuah (perang ini berlangsung pula di luar nagari > Batipuah), >>> perang Kamang (perang ini berlangsung pula di luar nagari Kamang), > bahkan >>> perlawanan PRRI sangat dipengaruhi oleh keikutsertaan masing-masing >>> komunitas lokal (sebut saja: nagari, di mana saat itu setiap > walinagari >>> membubuhkan stempelnya pada uang kertas yang beredar sebagai tanda >>> keikutsertaan komunitasnya dalam perlawanan). >>> >>> Bukti stempel di atas uang kertas merupakan dokumen resmi yang sangat >>> jelas >>> dan sangat mudah diketahui oleh musuh dibandingkan dokumen-dokumen >>> lainnya. >>> Seolah-olah setiap walinagari ingin menyatakan, inilah nagari kami, > ikut >>> dalam peperangan ini. >>> saat itu tidak ada terbentuk walinagari-pusat yang berlawanan dengan >>> walinagari asli/prri. >>> Ketika PRRI kalah dari tentara Pusat/Rezim Soekarno, barulah diadakan >>> istilah "tepatan Walinagari" sebagi pengganti walinagari > asli. >>> Begitupun dalam sebutan piagam *marapek-alam* tidak hanya terjadi di >>> bukik *Marapalam >>> *yang berada beberapa ratus meter jaraknya dari Bukik Tajadi, tapi ado >>> pulo >>> puncak yang banamo Marapalam letaknya di perbatasan Lintau dengan > nagari >>> Tanjuang-Sungayang (sering pula disebut sebagai puncak Pato). >>> >>> Di lokasi ini tg 12 April 1821 terjadi pertempuran besar yang > melibatkan >>> lk. >>> 12.000 kaum adat/dibantu Belanda >>> dengan dubalang Padri pengikut Tuanku Lintau.) lihat: >>> http://td73.nagari.org/cc.html >>> >>> Yang menjadi pertanyaan, - apakah Marapalam itu, nama yang diberikan >>> sesudah >>> perang Padri untuk mengukuhkan kalimat perdamaian: adat basandi > syarak, >>> syarak basandi adat, adat jo syarak sanda-basanda ? >>> Pernah pula terbaca dalam milis ini beberapa waktu yang lalu bahwa > puncak >>> Marapalam itu terdapat pula di Luak 50 Koto. >>> >>> Catatan: Istilah ABS-SBA serta adat jo syarak sanda-basanda, adalah >>> kalimat-kalimat tentang adat nan diberitahukan oleh ibu ambo wakatu >>> anak-anak dulu. >>> >>> Wa allohu 'aklamu bish showab. >>> >>> Wassalam >>> Abraham Ilyas, 63 >>> www.nagari.org dan www.nagari.or.id > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
