Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Rupanya bukan orang Minang saja yang mengeluh kurangnya peranan di tingkat nasional [Bacalah buku-buku: 'Minangkabau yang Gelisah', 'Minangkabau di Tepi Jurang', 'Masyarakat Adat Minangkabau di Tepi Kehancuran']. Ternyata orang Sunda -- etnik yang nomor dua terbesar di Indonesia - juga demikian. Namun ada yang menarik, yaitu etnik Batak, yang kelihatannya selain tak pernah bersedih, juga sudah memainkan peranan yang bukan main hampir di segala bidang. Siapa yang dapat menerangkan perbedaan sikap yang menyolok di antara tiga etnik ini: Minang, Sunda, Batak ?
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) Alternate e-mail address: [email protected]; [email protected] Kepemimpinan Orang Sunda Tak Terlihat THOMDEAN / Kompas, Rabu, 31 Desember 2008 | 04:05 WIB Jiwa kepemimpinan masyarakat Sunda tidak kunjung hadir di kancah nasional. Penyebabnya adalah minimnya keberanian dan kemampuan masyarakat Sunda melihat permasalahan di luar daerah asalnya. Demikian diungkapkan tokoh Jawa Barat, Tjetje H Padmadinata, dalam seminar bertema "Jejak Politik Orang Sunda: Kegelisahan Oto Iskandar di Nata" di Yayasan Pusat Kebudayaan, Bandung, Sabtu (27/12). Hadir pembicara lain Pemimpin Umum Harian Pikiran Rakyat Syafik Umar, sejarawan Sobana Hardjasaputra, dan penulis buku Oto Iskandar di Nata: the Untold Stories, Iip Yahya. Menurut Tjetje, saat ini kecenderungan orang Sunda di kancah nasional bukan sebagai pemimpin. Kebanyakan hadir sebagai pekerja dan bawahan yang baik. Keberanian dan minimnya infrastruktur dan suprastruktur adalah penyebab utama. Infrastruktur terlihat dari minimnya sarana orang Sunda menyalurkan ide kepemimpinan politik. Suprastruktur terlihat dari masih banyak yang melupakan dasar kepemimpinan, tetapi menginginkan hasil besar. "Akibatnya, kemampuan orang Sunda tertinggal akibat minim pengalaman. Padahal, kalau ingin berhasil di tingkat nasional, ia harus memperlihatkan hasil nyata dan pengalaman tinggi di daerahnya sendiri," katanya. Tjetje menyayangkan hal itu masih terjadi. Alasannya, potensi orang Sunda sebenarnya sangat besar. Buktinya dengan kemunculan Oto Iskandar di Nata. Oto berperan besar dalam kemerdekaan Indonesia. Salah satunya mendorong Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan. "Jejak Oto baik bila diambil api dan abunya. Sebelum meraih kebanggaan nasional, tebarkanlah benih kesadaran bersama antarmasyarakat terlebih dahulu," katanya. Belum dimanfaatkan Sobana mengatakan hal sama. Menurut dia, potensi orang Sunda belum dimanfaatkan sepenuhnya. Potensi itu antara lain berupa fakta bahwa masyarakat Sunda sebagai etnis besar kedua di Indonesia, keberagaman budaya, dan wilayah atau Tatar Sunda yang luas. Penyebabnya, menurut Sobana, adalah lemahnya pewarisan kepemimpinan. Hal itu bertambah berat jika berhadapan dengan sikap mental umum yang lemah, seperti dalam kedisiplinan, ketertiban, keberanian, dan keuletan. Hal ini, kata Sobana, hendaknya tidak berlarut-larut menjadi kelemahan. Sudah saatnya orang Sunda bangkit dan menjadikan kelemahan itu sebagai tantangan. Salah satunya dengan membangun kesadaran pribadi dan bersama memecahkan permasalahan yang ada. Menurut Iip, selain sumbangan pada pendidikan dan dunia politik, Oto juga tidak melupakan kaderisasi kepemimpinan orang Sunda. Munculnya tokoh Sunda, seperti Djuanda dan Sanusi Hardjadinata, tidak lepas dari tangan dingin Oto. (CHE) Sumber : Kompas Cetak function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;} html .fb_share_link { padding:0px 0 0 20px; margin-top:5px; height:16px; background:url(http://static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?2:26981) no-repeat top left; font:normal 11px arial; } Share on Facebook - Beri Rating Artikel - ---------- Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang A A A --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
