Waalaikumsalam w.w. Riri dan para sanak sa palanta,
Walau terasa pahit, namun saya dapat menerima dengan baik peringatan Sanak 
Widoyoko , yang jelas sekali ditulisnya sebagai wujud kecintaan kepada kereta 
api. Bagaimanapun, pulangnya MakItam memang adalah karena kegigihan pak Nofrins 
dkk serta dukungan pak Amran Nur, Walikota Sawah Lunto yang bersemangat 
entrepreneur tersebut. Tentunya didukung oleh pak Gamawan Fauzi. 
Harus kita akui dan dapat diperkirakan bahwa MakItam akan merana dan akan jadi 
besi tua lagi, jika para pengelolanya tidak mempunyai kecintaan seperti 
beliau-beliau ini.
Lantas bagaimana mencegah agar kerisauan Sanak  Widoyoko ini tidak terjadi ? 
Menurut penglihatan saya, caranya adalah dengan sesegera mungkin menyusun dan 
melaksanakan 'grand design' pariwisata Sumatera Barat, dan memberi tempat yang 
jelas bagi MakItam dalam keseluruhan 'grand design' tersebut. 
Sekali lagi, kapan WSTB sebagai wadah koordinasi ini bisa kita wujudkan ?
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]

--- On Wed, 12/31/08, Riri Chaidir <[email protected]> wrote:

From: Riri Chaidir <[email protected]>
Subject: [Pecinta Keretapi] Fwd: [keretapi] Tinjauan kritis ahir tahun 2008: 
Kembalinya E10
To: "Rantau Net" <[email protected]>, "MPKAS" 
<[email protected]>
Date: Wednesday, December 31, 2008, 8:52 AM







Assalamulaikum wr wb.
 
DI bawah ambo copykan posting dari milis keretapi@ tentang kekahawatiran 
penulisnya terhadap "keberlangsungan kesehatan Mak Itam" setelah pulang 
kampuang.
 
Terlepas dari kontroversi yang sebelumnya ini ada, ataupun penuturan yang agak 
bertendensi negatif tentang "kemampuan" lingkungan Mak Itam yang sekarang, saya 
lihat ada yang perlu dicermati dari tulisan ini, yaitu, seberapa lama pemkot 
Sawahlunto, atau siapapun, berminat "memelihara kesehatan Mak Itam" secara 
kontinyu. 
 
Tanpa perlu berpolemik dengan dia, mudah2an kita bisa membuktikan bahwa 
kekhawatiran dunsanak kita nan di subalah tu ndak ka tajadi do.
 
Maaf, dengan memforward ini, bukan berarti saya bermaksud mem"blow up" sesuatu, 
karena toh sebagian dari awak mungkin juga anggota dari keretaapi@ (yang 
anggotanya di atas 1000 orang, dan sekitar 1000 posting per hari), dan di cc 
kan ke irps@ serta keretapi_sejarah_ dan_kenangan@ . Jadi, kalau menurut saya, 
ini sudah public knowledge lah ...
 
Wassalam
 
Riri
Bekasi, L 46
 

 
---------- Forwarded message ----------
From: W Widoyoko <wid_cc...@yahoo. co.uk>
Date: 2008/12/31
Subject: [keretapi] Tinjauan kritis ahir tahun 2008: Kembalinya E10
To: keret...@yahoogroup s.com
Cc: i...@yahoogroups. com, keretapi_sejarah_ dan_kenangan@ yahoogroups. com, 
g...@centrin. net.id, tjahjono_rahardjo@ yahoo.com, sepurklutuk@ yahoo.com, 
mas_ri...@yahoo. com, aditya...@yahoo. com, purakri...@yahoo. com












Yth rekans railfan, Assalamualaikum wr wb, 
  
Terbetik kabar bahwa E10 sudah pulang ke Sumbar, bagi saya hal ini merupakan 
hal terpenting yang saya cermati tahun 2008: Kembalinya E10 ke kampung asalnya. 
Sekilas wajar-wajar saja dan memang seharusnya demikian, tetapi pendapat 
pribadi saya timingnya saat ini kurang pas, terkesan terburu-buru dan tanpa 
persiapan matang. 
  
Awalnya E10 dibawa dari Sumbar ke Ambarawa dalam kondisi rusak, diperbaiki di 
Ambarawa serta dirawat dengan teliti sebagaimana mestinya hingga kondisinya pun 
semakin baik. Akankah sekembalinya ke Sumbar tetap demikian? Masih tanda Tanya 
besar dan saya pesimis akan hal ini. Saya nilai kembalinya E10 hanya untuk 
kepentingan sesaat dari orang-orang tertentu saja. 
  
Apakah niatan sebenarnya mengembalikan E10 sekarang ke Sumbar? Terlalu mahal 
kalau hanya sekedar untuk nostalgia. Kembalinya E10 kemungkinan besar 
diharapkan akan menjadi mesin uang yang diandalkan. Apakah hal ini akan 
terwujud seperti "seSumbar"nya orang-orang tertentu yang menghembus-hembuska n 
angin surga? 
  
Kalau kita lihat kondisi perekonomian dunia yang sedang resesi dan ramalan para 
ahli dalam negeri bahwa perekonomian Indonesia tahun 2009 akan lebih buruk, 
maka mimpi di atas sangat sulit terwujud. Malah kemungkinan besar E10 akan 
banyak nganggurnya daripada mencetak fulus. Dengan melemahnya perekonomian 
dunia (lebih lagi Indonesia) maka lalu-lintas kunjungan wisman dan wisnus pasti 
akan berkurang drastis, apalagi ada pemilu 2009 yang membuat situasi politik, 
ekonomi dan sosial bisa memburuk. 
  
Kalaulah katakan kita optimis kondisi perekonomian Indonesia baik, saya kira 
pendapatan E10 pun tidak akan menyamai pendapatannya di Ambarawa. Berapa sih 
wisman/wisnus yang berkunjung ke Sumbar dan berapa prediksi wisman wisnus yang 
akan mengunjungi museum KA Sumbar? lalu berapa yang akan "nyewa" E10?. 
Perlu promosi besar-besaran dengan biaya yang tidak sedikit untuk mempromosikan 
museum KA Sumbar agar dikenal orang dan setara dengan museum KA Ambarawa. 
  
Saya yakin bahwa 10 tahun pertama (atau bahkan lebih dari itu) E10 cuma akan 
jadi beban Pemda setempat, karena jalan atau tak jalan loko tsb butuh biaya 
pemeliharaan yang tidak sedikit. Katakan pejabat Pemda yang mendukung saat ini 
masih mau membiayai pemeliharaan E10, tetapi ya untuk berapa lama? Apa yang 
akan terjadi jika nanti terjadi pergantian pejabat? Apakah kebijakan pejabat 
lama akan diteruskan lagi? 
  
Kita semua sudah mafhum dan telah menjadi rahasia umum, bahwa kalau ganti 
pejabat bisa dipastikan juga ganti kebijakan dan prioritas. Apakah pejabat baru 
nanti akan mendukung keberadaan E10 ??? Wallahu'alam. Tak usah jauh-jauh lah, 
dilingkungan kecil seperti IRPS saja, pejabat ketua baru juga merombak tetek 
bengek organisasi baik kebijakan maupun prioritas yang sesungguhnya tidak perlu 
dirubah-rubah. 
  
Kembali ke E10 di masa depan dimana pejabat baru dilantik. Kalau pejabat baru 
diberi pilihan apakah dana APBD lebih baik dipakai untuk proyek kesejahteteraan 
masyarakat atau untuk merawat E10 (museum KA) apa pilihan mereka? Saya yakin 
dan sangat wajar kalau mereka akan memilih untuk mengalokasikan APBD untuk 
membiayai program kesra,  mengingat negeri ini bertahun-tahun (sejak 1997) 
belum juga keluar dari krisis ekonomi. Tentu program kesra akan jauh 
meningkatkan pamor pejabat y.b.s. 
  
Jadi berdasarkan analisa saya sekali lagi pindahnya E10 saat ini tidak tepat 
dan akan menjadi beban bagi kas Pemda setempat untuk mensubsidi keberadaan E10. 
Hal ini beresiko besar bahwa nantinya kondisi E10 akan menjadi semakin parah 
kalau subsidi suatu saat dicabut.    
  
Pernyataan ketua IRPS yang menyamakan / memisalkan pemindahan E10 ke Sumbar 
sama seperti pemindahan CC200 ke Surabaya (karena itu patut didukung), Saya 
nilai sebagai upaya pembodohan pada angggota IRPS, mengapa? CC200 pindah dari 
CN ke Surabaya dan bertambah sehat disana, karena teknisi di Surabaya memang 
sudah terlatih memelihara lok diesel, wajar saja kalau CC200 tambah kinclong. 
Sedangkan teknisi E10 di Sumbar masih harus banyak belajar dari crew Ambarawa. 
Yang namanya belajar, belum tentu sang murid bisa 100% menyerap pelajaran dalam 
waktu singkat, bisa menyerap 75% saja sudah bagus. Berarti kalau para guru 
sudah kembali ke Ambarawa kemungkinan kualitas pemeliharaan E10 (kira-kira 
wajarnya) 75% dari yang dialaminya di Ambarawa. Tanpa dukungan (subsidi) biaya 
yang luar biasa, kondisi E10 jelas akan semakin parah.   
  
Selanjutnya anjuran IRPS agar dimasa depan "siapa saja" yang menginginkan 
operasi loko uap agar tidak mencomot loko yang sudah ada (hidup) tetapi harus 
menghidupkan loko lain yang mati, dalam pandangan saya ini anjuran "basa-basi". 
Kenapa? Karena sudah jauh-jauh hari pengurus pusat IRPS mengetahui akan rencana 
pindahnya E10, mengapa anjuran itu tidak dari dulu-dulu saja 
digembar-gemborkan? Tetapi malah turut mendukung dan memuluskan E10 pindah, 
nah… pasti ada udang dibalik bakwan!. 
  
  
Kesimpulan dan saran 
: 

Pemindahan E10 ini sangat riskan, walau didukung oleh pejabat saat ini tetapi 
tidak didukung oleh persiapan yang matang dan dukungan politis jangka panjang 
yang memadai. Niatan kembalinya E10, saya nilai hanya untuk mendulang uang. 
Atau mungkin lebih parah lagi hanya untuk sekedar menghabiskan dana anggaran 
yang akan hangus kalau tidak digunakan tahun ini. 
Melihat perkembangan krisis ekonomi di dunia dan Indonesia, kemungkinan besar 
target pendapatan E10 akan meleset jauh dari harapan. Bahkan, pemeliharaan E10 
bakal menjadi beban APBD karena operasi atau tidak beroperasi loko tsb harus 
dirawat dengan biaya yang tidak sedikit.
Dalam beberapa tahun kedepan, kebijakan pejabat baru belum tentu akan mendukung 
E10, bahkan kran subsidi bisa saja dialihkan untuk hal-hal yang lebih urgen 
seperti proyek kesra yang sangat dibutuhkan masyarakat dijaman sengsara. Nah … 
kalau sudah begini apa jadinya? Toh, kalaupun kita teriak-teriak pada mereka 
pasti pak pejabat baru akan angkat bahu sambil berseru (kira-kira) demikian: 
"Itu kan kebijakan pejabat dahulu, kenapa harus saya bertanggung jawab dan kena 
getahnya"?
Bila ahirnya E10 mangkrak, tidak terurus, dekil, dst, maka kemungkinan besar 
mereka-mereka yang sekarang mendukung E10 pulang kampuang akan CTB atau "Cuci 
Tangan Bersih-bersih" . Walhasil, kondisi E10 akan bertambah parah dan bisa 
saja tiba-tiba "menguap" tanpa bekas. Masih segaar dalam ingatan saya, sekitar 
oktober 2003, dimana saat itu pak Budi Sofyan tiba-tiba menelpon dan berkata , 
"pak Wid, C28 hilang dari dipo Jatibarang !!!". Selanjutnya …. Hingga detik ini 
tidak seorang pun yang tahu, kemana pergi dan raibnya C28, semua angkat bahu. 
Padahal belum ada 3 bulan sebelumnya kami-kami wanti-wanti agar C28 Jatibarang 
dimuseumkan saja. Kejadian "menguapnya" loko uap ini sangat mungkin akan 
terulang lagi. 
Kalaupun IRPS minta jaminan agar E10 dipelihara dan bla-bla lainnya, ini pun 
sia-sia. Paling surat / proposalnya masuk laci dan yang jelas apa pula 
sangsinya kalo sang pejabat gak mau berjanji atau beri jaminan?   
Kalau sekarang E10 sudah terlanjur ada di Sumbar, maka menurut hemat saya 
tindakan tepat bagi para railfan yang peduli pada E10 adalah; Ambil 
ancang-ancang untuk menabung sedikit demi sedikit. Nanti bila ternyata E10 
mangkrak setidaknya sudah ada bekal tabungan untuk membiayai kembalinya E10 ke 
Ambarawa secepatnya (jangan ditunggu sampai "menguap"). Silahkan saja, siapa 
saja boleh dari sekarang untuk mulai mengkoordinir nabung rame-rame. Bagaimana 
mas Deddy dkk, pemerhati loko uap sepertinya harus mulai beraksi dan unjuk 
gigi!. 
  
Demikian uneg-unek saya dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan.        
  
Wassalamualaikum, 
  
Widoyoko 
 




































__._,_.___ 
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic 
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar 
Mungkin ingin belajar & berpenghasilan di internet? Klik disini:  
http://www.AsianBrain.com/index.php?aff_code=587193 

Mari basamo awak maju mampatahankan mak Itam, tarutamo keselamatan asetno di 
Sumatra Barat. 

MARKETPLACE



>From kitchen basics to easy recipes - join the Group from Kraft Foods 
 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 



Recent Activity
Visit Your Group 


Sitebuilder
Build a web site
quickly & easily
with Sitebuilder.

Yahoo! Groups
Going Green Zone
Resources for a greener planet.
Resources for a greener you.

Group Charity
Citizen Schools
Best after school
program in the US
.. 
__,_._,___ 












--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke