From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of arman bahar
Sent: Friday, January 02, 2009 8:01 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Info Silsilah kerajaan Sumatera Barat

 

Assalamualaikum ww

 

Dahulu kok indak salah ingek antaro tahun 1998 - 2000 ado beberapa postingan
ambo tantang Minangkabau dan silsilah rajo2 Minangkabau Kuno ka rantaunet
ko, antah ado juo lai di-file RN antah indak, bahkan salah satu tulisan ambo
pernah dipajang dihalaman utama website [email protected] tapi kudian
antah apa sabab indak ado tampak lai doh

Darul responsed ....... 

Banyak nan basuo kok, diantarono iko :

 

[...@ntau-net] Melayu Minangkabau-ma-Islam-kan urang Islam di Minangkabau 

 

Assalamulaikum ww
Sebagaimana disebutkan pertengahan abad 7M muncul 2 super power Asia
dizamannya yang menguasai perdagangan internasional yaitu Dinasti Tang yang
Budha (607-908M) dikawasan Timur Jauh dan Umayah yang Islam (661 - 750M) di
Timur Tengah, kedua super power ini saling berusaha menguasai jalur
strategis
Selat Malaka, dimana persaingan ini berimbas ke kawasan Selatan terutama
Kerajaan Melayu dan Sriwijaya (Budha) pulau Andalas namun satu hal yang
dinilai
positif adalah diperkenalkan-nya Islam oleh para pelaut / pedagang
Hadhramaut
Laut Merah Arab kekawasan Nusantara ini sebagaiman menurut sumber India
tentang
adanya korespondensi Maharaja Lokitawarman dari Kerajaan Melayu yang
ber-istana
di Muara Sabak (Prop. Jambi sekarang) dengan Khalifah Umayah dipusat Islam
sono

Batua Mak Lembang bahaso di abaik 12 Kerajaan Islam Pertama di Nusantara
adalah Kerajaan Samudra Pasai yang didirikan oleh Malikul Shaleh walau belum
diketahui tanggal dan tahun pastinya namun berdasarkan salah satu sisi mata
uang
logam tertera angka 1207 untuk gambar kepala Malikul Shaleh yang kalau angka
ini
dijadikan patokan pemerintahannya berarti 85 tahun sebelum Raden Wijaya
mendirikan kerajaan Mojopahit (1292), tidak diketahui siapa pengganti
Malikul
Shaleh namun 90 tahun kemudian terdapat mata uang logam lainnya ber-turut2
yang
diyakini sebagai raja2 Pasai adalah Muhammad al Zahir (1297-1326), Muhammad
Malik al Zahir (1326-1345), Mansyur Malik al Zahir (1345-1346), Akhmad Malik
al
Zahir (1346-1383), Zainal Abidin Malik al Zahir (1383-1455), Mahmud Malik al
Zahir (1455-1477), Zainul Abidin (1477-1500), Abdullah Malik al Zahir
(1501-1513) dan Sulthan Zainal Abidin (1513-1524) dan untuk raja2
selanjutnya
termasuk Sulthan Iskandar Muda tidak lagi mencetak uang logam
baru karena disibukkan dengan kedatangan para kafir ke Tanah Rencong dan
pengiriman para Mujahidin untuk menghalau kafir Portugis yang berusaha
menjajah
Bandar Malaka (Sekilas info go eh, Lamno adalah perkampungan masyarakat
keturunan Portugis, beberapa waktu yang lalu banyak para muda yang datang
kesini
untuk mendapatkan calon istri keturunan Portugis bermata biru namun setelah
tsunami diberitakan tidak satupun diantara mereka yang tersisa kecuali saat
itu
berada diluar jangkauan atau merantau ketempat lain)

Masih ingat Pangeran Adhityawarman yang menjabat sebagai Khuraja (Raja Muda
/
Wapres) Mojopahit yang hengkang dari Mabesnya di Palembang ke Pagaruyuang
lalu
menggantikan posisi Ibunya Dara Jingga dan sejak itu menabalkan diri sebagai
Maharaja Diraja Kerajaan Melayu Swarnabhumi (1347-1375) yang berusaha
menanamkan
pengaruhnya sepanjang pesisir barat Sumatera dari pengaruh Islam dari utara?
Tentu saja Adhityawarman tidak mampu membendung Islam kecuali hanya
menempatkan
aparat2nya sebagai Administrator Pelabuhan / Syahbandar terutama dalam hal
pemungutan pajak pelabuhan (Dancing Ubur2 Gantung Kemudi) kapal2 yang
singgah

Adhityawarman mangkat penggantinya Ananggawarman tidak sekuat ayahnya dan
adanya kemelut internal Istana Pagaruyuang melemahkan kontrol terhadap
wilayah
pesisir sehingga pelabuhan2 utama sejak Tiku, Pariaman, Padang, Painan dan
Bengkulu berada sepenuhnya dibawah bayang2 Aceh, yang selanjutnya selama
ratusan
tahun itu pula raja2 Pasai disuppport Kilafah Osmani Turki dan Abbasiyah
Bagdad
terus menerus menyebar mujahid dan dai keberbagai pelosok Nusantara sejak
dari
negeri2 Melayu, Jawa, Sulu, Filipina, Maluku dan tentu saja tetangga dekat
Pagaruyuang pedalaman Minangkabau, aktifitas ini mulai berkurang sejak
disibukkan dengan kedatangan kafir barat kenegeri ini

Pertanyaan kapan Islam masuk ke Minangkabau jawabnya tentu tidak sekaligus,
kalau yang dimaksudkan dengan Minangkabau itu juga termasuk zaman kerajaan
Melayu kuno tentunya sejak dinasti Muawiyah (661M) ketika Maharaja
Lokitawarman
menjadi Raja Melayu di Muara Sabak Jambi, tapi bila yang dimaksudkan dengan
Minangkabau adalah termasuk Pesisir Barat Sumatera dipastikan sejak Kerajaan
Islam Pasai berkembang berkisar di-abad ke12 jauh sebelum Adhityawarman
bertahta
di Pagaruyuang

Adalah seorang muda Katik Pono bersuku Guci nak rang Batipuah Pariangan
Padang
Panjang setelah 13 tahun berguru kepada Shekh Abdur Rauf di Singkel Aceh
kembali
ke Ranah Bundo dengan menyandang gelar Shekh Burhanuddin selanjutnya dari
Markas
Besar Ulakan Pariaman berda'wah hingga kepedalaman Minangkabau setelah lebih
dulu mampir ke istano Datuak Bandaro dari Sungai Tarab Shekh Burhanuddin
sampai
ke Istano Basa Pagaruyuang men tarbiyah sang penguasa yang kemudian resmi
memakai gelar "Daulat Nan Dipituan Sati Tuangku Alif Khalifatullah dan
menyatakan Islam sebagai agama resmi dan sejak itu Shekh Burhanuddin dan
murid2nya bebas bergerak berda'wah dan men-tarbiyah muyang2 kito nan alah
Islam
juga ketika itu

Berbeda dengan ditanah Jawa para da'i dalam menyebarkan Islam berasimilasi
dengan budaya setempat, dipedalaman Sumatera no way, semua ajaran dan faham
Hindu Budhisme dirombak total diganti dengan Melayu Islamisme lihat saja
dalam
Tambo Alam Minangkabau, Hikayat Raja2 Pasai, Sejarah Melayu yang semua ini
mengambil asal usul raja2nya dari zuriat Iskandar Zulkarnain sebagaimana Al
Quranulkarim surah 18 al Kahfi ayat 83 -101

Selama masa2 Da'wah Islamiyah di Sumatera terutama Minangkabau dibanjiri
berbagai aliran dan sekte sebut saja misalnya Syi'ah yang masih terlihat
bekas2nya di Pariaman (Tabuik) dan Bengkulu (Tabot), Tharekah as Satariyah
di
Ulakan Pariaman, Payakumbuah, Kampar dan Pasaman, Tarekah Saman yang tidak
begitu banyak tersisa pengikutnya, Tarekah Naksabandiyah dihampir merata
Tanah
Darek dan lain sebagainya yang semua ini menjadikan Islam warna warni sampai
akhirnya masuk faham Wahabiyah diakhir abad 17 yang kelak menjadi ber-darah2
dan
berakhirnya Dinasti Kerajaan Melayu Minangkabau Pagaruyuang itu

Bagaimana para muda Minangkabau membersihkan Islam dari berbagai warna warni
yang telah bercampur kurafat dan jahiliyah itu dalam pergolakan dan revolusi
Islam di Minangkabau? Jangan kemana2, tetaplah disaluran anda
Minangrantauaunet
dot com

Wasalam
Sidi Arman Bahar Piliang Malin Bandaro

Datuk Endang <datuk_end...@...
<http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/post?postID=rUQUEjAvwLygPrkpwjZxUkj
QHDK9RDtUpVkYsPVdAcErLv5mmMs3oTyOSOMKHEGMTtu7-r-WQSwyw7MOPuJfIw> > wrote:
Angku Malin Bandaro ysh,

Cukup menarik yang angku sampaikan, dan silahkan dikembangkan kelanjutannya.
Saya hanya mengomentari sedikit untuk bahan perbandingan saja. Mengenai
sejarah
jalan rempah, coba saya forward-kan sebuah postingan di milis Referensi
sebagaimana di bawah.

Saya coba menyampaikan pandangan yang berbeda dan dapat dijadikan
pertimbangan
bersama. Bilamana saya memperkirakan masuknya Islam ke Minangkabau adalah
dari
timur. Pada masa dahulu jalur perdagangan yang populer adalah melalui Selat
Malaka, sehingga jalur-jalur Sungai Kampar Kiri dan Kanan serta Inderagiri
merupakan akses yang sering digunakan oleh para pedagang. Jalur timur dan
selatan juga sebelumnya digunakan bagi masuknya agama Budha ke Minangkabau.
Jadi
pemahaman ugama mandaki adat manurun adalah melalui jalur timur.

Sewaktu Adityawarman membangun istana di Pagaruyung (1347), sebenarnya telah
terbentuk komposisi 3 agama (Islam-Hindu-Budha) yang seimbang di
Minangkabau.
Hingga akhirnya Sultan Alif memeluk agama Islam pada tahun 1560.
..................(Dikuduang kan alah kito baco yo...?)

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke