Assalamualaikum ww Tarimokasih mak Darul
Alhamdulillah, lai juo ado mah yo, dek awak indak pakai UPS, pernah harddisc rusak dek arus PLN acok iduik mati tanpa lapor dulu ka-ambo sahinggo saluruah file ilang tanpa bekas kecuali saketek bana nan ado difolder my document Kayaknyo file-ko nan ambo posting di-ateh 2005 sasudah ambo pulang dari tugas kemanusiaan didaerah bencana tsunami Aceh, iko ambo tandoi dari kato2 'Tsunami dan Lamno" dalam tulisan tu Kok ado mamak dunsanak lai manyimpan file nan labiah tuo, sangaik ambo nanti-an, mokasi sabalun dan sasudah-nyo Wasalam armansamudra Pada tanggal 02/01/09, Darul M <[email protected]> menulis: > > > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On > Behalf Of *arman bahar > *Sent:* Friday, January 02, 2009 8:01 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* [...@ntau-net] Re: Info Silsilah kerajaan Sumatera Barat > > > > Assalamualaikum ww > > > > Dahulu kok indak salah ingek antaro tahun 1998 - 2000 ado beberapa > postingan ambo tantang Minangkabau dan silsilah rajo2 Minangkabau Kuno ka > rantaunet ko, antah ado juo lai di-file RN antah indak, bahkan salah satu > tulisan ambo pernah dipajang dihalaman utama website > [email protected] tapi kudian antah apa sabab indak ado tampak lai > doh > > Darul responsed ………………… > > Banyak nan basuo kok, diantarono iko : > > > > [...@ntau-net] Melayu Minangkabau-ma-Islam-kan urang Islam di Minangkabau > > > > Assalamulaikum ww > Sebagaimana disebutkan pertengahan abad 7M muncul 2 super power Asia > dizamannya yang menguasai perdagangan internasional yaitu Dinasti Tang yang > Budha (607-908M) dikawasan Timur Jauh dan Umayah yang Islam (661 – 750M) di > Timur Tengah, kedua super power ini saling berusaha menguasai jalur > strategis > Selat Malaka, dimana persaingan ini berimbas ke kawasan Selatan terutama > Kerajaan Melayu dan Sriwijaya (Budha) pulau Andalas namun satu hal yang > dinilai > positif adalah diperkenalkan-nya Islam oleh para pelaut / pedagang > Hadhramaut > Laut Merah Arab kekawasan Nusantara ini sebagaiman menurut sumber India > tentang > adanya korespondensi Maharaja Lokitawarman dari Kerajaan Melayu yang > ber-istana > di Muara Sabak (Prop. Jambi sekarang) dengan Khalifah Umayah dipusat Islam > sono > > Batua Mak Lembang bahaso di abaik 12 Kerajaan Islam Pertama di Nusantara > adalah Kerajaan Samudra Pasai yang didirikan oleh Malikul Shaleh walau > belum > diketahui tanggal dan tahun pastinya namun berdasarkan salah satu sisi mata > uang > logam tertera angka 1207 untuk gambar kepala Malikul Shaleh yang kalau > angka ini > dijadikan patokan pemerintahannya berarti 85 tahun sebelum Raden Wijaya > mendirikan kerajaan Mojopahit (1292), tidak diketahui siapa pengganti > Malikul > Shaleh namun 90 tahun kemudian terdapat mata uang logam lainnya ber-turut2 > yang > diyakini sebagai raja2 Pasai adalah Muhammad al Zahir (1297-1326), Muhammad > Malik al Zahir (1326-1345), Mansyur Malik al Zahir (1345-1346), Akhmad > Malik al > Zahir (1346-1383), Zainal Abidin Malik al Zahir (1383-1455), Mahmud Malik > al > Zahir (1455-1477), Zainul Abidin (1477-1500), Abdullah Malik al Zahir > (1501-1513) dan Sulthan Zainal Abidin (1513-1524) dan untuk raja2 > selanjutnya > termasuk Sulthan Iskandar Muda tidak lagi mencetak uang logam > baru karena disibukkan dengan kedatangan para kafir ke Tanah Rencong dan > pengiriman para Mujahidin untuk menghalau kafir Portugis yang berusaha > menjajah > Bandar Malaka (Sekilas info go eh, Lamno adalah perkampungan masyarakat > keturunan Portugis, beberapa waktu yang lalu banyak para muda yang datang > kesini > untuk mendapatkan calon istri keturunan Portugis bermata biru namun setelah > tsunami diberitakan tidak satupun diantara mereka yang tersisa kecuali saat > itu > berada diluar jangkauan atau merantau ketempat lain) > > Masih ingat Pangeran Adhityawarman yang menjabat sebagai Khuraja (Raja Muda > / > Wapres) Mojopahit yang hengkang dari Mabesnya di Palembang ke Pagaruyuang > lalu > menggantikan posisi Ibunya Dara Jingga dan sejak itu menabalkan diri > sebagai > Maharaja Diraja Kerajaan Melayu Swarnabhumi (1347-1375) yang berusaha > menanamkan > pengaruhnya sepanjang pesisir barat Sumatera dari pengaruh Islam dari > utara? > Tentu saja Adhityawarman tidak mampu membendung Islam kecuali hanya > menempatkan > aparat2nya sebagai Administrator Pelabuhan / Syahbandar terutama dalam hal > pemungutan pajak pelabuhan (Dancing Ubur2 Gantung Kemudi) kapal2 yang > singgah > > Adhityawarman mangkat penggantinya Ananggawarman tidak sekuat ayahnya dan > adanya kemelut internal Istana Pagaruyuang melemahkan kontrol terhadap > wilayah > pesisir sehingga pelabuhan2 utama sejak Tiku, Pariaman, Padang, Painan dan > Bengkulu berada sepenuhnya dibawah bayang2 Aceh, yang selanjutnya selama > ratusan > tahun itu pula raja2 Pasai disuppport Kilafah Osmani Turki dan Abbasiyah > Bagdad > terus menerus menyebar mujahid dan dai keberbagai pelosok Nusantara sejak > dari > negeri2 Melayu, Jawa, Sulu, Filipina, Maluku dan tentu saja tetangga dekat > Pagaruyuang pedalaman Minangkabau, aktifitas ini mulai berkurang sejak > disibukkan dengan kedatangan kafir barat kenegeri ini > > Pertanyaan kapan Islam masuk ke Minangkabau jawabnya tentu tidak sekaligus, > kalau yang dimaksudkan dengan Minangkabau itu juga termasuk zaman kerajaan > Melayu kuno tentunya sejak dinasti Muawiyah (661M) ketika Maharaja > Lokitawarman > menjadi Raja Melayu di Muara Sabak Jambi, tapi bila yang dimaksudkan dengan > Minangkabau adalah termasuk Pesisir Barat Sumatera dipastikan sejak > Kerajaan > Islam Pasai berkembang berkisar di-abad ke12 jauh sebelum Adhityawarman > bertahta > di Pagaruyuang > > Adalah seorang muda Katik Pono bersuku Guci nak rang Batipuah Pariangan > Padang > Panjang setelah 13 tahun berguru kepada Shekh Abdur Rauf di Singkel Aceh > kembali > ke Ranah Bundo dengan menyandang gelar Shekh Burhanuddin selanjutnya dari > Markas > Besar Ulakan Pariaman berda'wah hingga kepedalaman Minangkabau setelah > lebih > dulu mampir ke istano Datuak Bandaro dari Sungai Tarab Shekh Burhanuddin > sampai > ke Istano Basa Pagaruyuang men tarbiyah sang penguasa yang kemudian resmi > memakai gelar "Daulat Nan Dipituan Sati Tuangku Alif Khalifatullah dan > menyatakan Islam sebagai agama resmi dan sejak itu Shekh Burhanuddin dan > murid2nya bebas bergerak berda'wah dan men-tarbiyah muyang2 kito nan alah > Islam > juga ketika itu > > Berbeda dengan ditanah Jawa para da'i dalam menyebarkan Islam berasimilasi > dengan budaya setempat, dipedalaman Sumatera no way, semua ajaran dan faham > Hindu Budhisme dirombak total diganti dengan Melayu Islamisme lihat saja > dalam > Tambo Alam Minangkabau, Hikayat Raja2 Pasai, Sejarah Melayu yang semua ini > mengambil asal usul raja2nya dari zuriat Iskandar Zulkarnain sebagaimana Al > Quranulkarim surah 18 al Kahfi ayat 83 –101 > > Selama masa2 Da'wah Islamiyah di Sumatera terutama Minangkabau dibanjiri > berbagai aliran dan sekte sebut saja misalnya Syi'ah yang masih terlihat > bekas2nya di Pariaman (Tabuik) dan Bengkulu (Tabot), Tharekah as Satariyah > di > Ulakan Pariaman, Payakumbuah, Kampar dan Pasaman, Tarekah Saman yang tidak > begitu banyak tersisa pengikutnya, Tarekah Naksabandiyah dihampir merata > Tanah > Darek dan lain sebagainya yang semua ini menjadikan Islam warna warni > sampai > akhirnya masuk faham Wahabiyah diakhir abad 17 yang kelak menjadi > ber-darah2 dan > berakhirnya Dinasti Kerajaan Melayu Minangkabau Pagaruyuang itu > > Bagaimana para muda Minangkabau membersihkan Islam dari berbagai warna > warni > yang telah bercampur kurafat dan jahiliyah itu dalam pergolakan dan > revolusi > Islam di Minangkabau? Jangan kemana2, tetaplah disaluran anda > Minangrantauaunet > dot com > > Wasalam > Sidi Arman Bahar Piliang Malin Bandaro > > Datuk Endang > <datuk_end...@...<http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/post?postID=rUQUEjAvwLygPrkpwjZxUkjQHDK9RDtUpVkYsPVdAcErLv5mmMs3oTyOSOMKHEGMTtu7-r-WQSwyw7MOPuJfIw>> > wrote: > Angku Malin Bandaro ysh, > > Cukup menarik yang angku sampaikan, dan silahkan dikembangkan > kelanjutannya. > Saya hanya mengomentari sedikit untuk bahan perbandingan saja. Mengenai > sejarah > jalan rempah, coba saya forward-kan sebuah postingan di milis Referensi > sebagaimana di bawah. > > Saya coba menyampaikan pandangan yang berbeda dan dapat dijadikan > pertimbangan > bersama. Bilamana saya memperkirakan masuknya Islam ke Minangkabau adalah > dari > timur. Pada masa dahulu jalur perdagangan yang populer adalah melalui Selat > Malaka, sehingga jalur-jalur Sungai Kampar Kiri dan Kanan serta Inderagiri > merupakan akses yang sering digunakan oleh para pedagang. Jalur timur dan > selatan juga sebelumnya digunakan bagi masuknya agama Budha ke Minangkabau. > Jadi > pemahaman ugama mandaki adat manurun adalah melalui jalur timur. > > Sewaktu Adityawarman membangun istana di Pagaruyung (1347), sebenarnya > telah > terbentuk komposisi 3 agama (Islam-Hindu-Budha) yang seimbang di > Minangkabau. > Hingga akhirnya Sultan Alif memeluk agama Islam pada tahun 1560. > ..................(Dikuduang kan alah kito baco yo...?) > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
