Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Menurut penglihatan saya, sangat jarang kita di RN ini membahas masalah balita [walau kita sering bicara tentang 'anak dipangku kemenakan dibimbing']. Di bawah ini saya kutipkan, lagi, sebuah artikel bagus 'Kompas' tentang betapa pentingnya usia balita, yang disebut sebagai 'usia emas', sewatu 80% otak kita berkembang. Dalam hubungan ini saya teringat peringatan pak Hatta dalam tahun 1930-an, bahwa kerusakan otak sewaktu kecil -- misalnya akibat kemiskinan sehingga kurang gizi -- tak dapat diperbaiki sewaktu orang yang bersangkutan sudah dewasa. Semoga bermanfaat.
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) Alternate e-mail address: [email protected]; [email protected] 80 Persen Otak Anak Berkembang di Usia Emas Getty Images / Kompas, Sabtu, 20 Desember 2008 | 10:10 WIB SEKITAR 80 persen otak anak berkembang pada periode yang disebut dengan "golden age", atau masa-masa keemasan, usia 0 hingga lima tahun. Pada masa-masa tersebut, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mengawasi tumbuh dan berkembangnya otak anak. Menurut Psikolog Anak, Desni Yuniarni, masa "golden age" otak anak berkembang sangat cepat sehingga informasi apapun akan diserap, tanpa melihat baik atau buruk. "Tugas orangtua yang mengarahkan anaknya lebih baik, dengan rasa cinta dan kasih sayang," ujarnya. Selain berperan sebagai pengawas tumbuh dan berkembangnya anak-anak mereka, orangtua bertugas menambah pengetahuan, terutama seputar pertumbuhan anak. Namun, orangtua tidak bisa memaksakan pertumbuhan anak sesuai kemauannya, seperti menyuruh belajar di luar kemampuan anak dengan maksud agar anak mereka kelak menjadi pintar. "Yang penting kita sebagai orangtua harus menunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak suka meniru orang-orang terdekatnya," kata Desni. Ia menambahkan, orangtua harus mengawasi anak mereka ketika menonton acara televisi. Karena saat ini banyak sekali program televisi yang tidak cocok bahkan tidak layak ditonton bagi anak-anak karena dikhawatirkan akan ditiru, seperti acara gosip yang menonjolkan isu-isu perceraian selebritis. "Lebih baik televisi dimatikan saja agar anak tidak terkontaminasi dengan program-program televisi tersebut. Kalaupun harus menonton, usahakan kita juga ikut menonton sehingga bisa menjadi sensor acara televisi yang sedang ditonton anak kita," ujarnya. Ia juga berpesan, bagi orangtua yang mempunyai waktu singkat untuk berkumpul dengan anak-anaknya, usahakan anak diasuh oleh orang yang tepat dan harus tetap meluangkan waktu untuk sang buah hati. "Jika tidak memanfaatkan waktu senggang, maka anak tidak akan berkembang dengan optimal," katanya. AC Sumber : Ant function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;} html .fb_share_link { padding:0px 0 0 20px; margin-top:5px; height:16px; background:url(http://static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?2:26981) no-repeat top left; font:normal 11px arial; } Share on Facebook Nilai 4.6 - Beri Rating Artikel - ---------- Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang A A A Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda imran jambak @ Selasa, 23 Desember 2008 | 08:02 WIB Untuk bisa mempunyai pengetahuan dan ketrampilan tentang bagaimana mengasuh dan membina anak balita dengan optimal, orangtua hendaknya mengikuti kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) yang sudah dirintis oleh BKKBN sejak tahun 1984. Dikelompok BKB ini orangtua mendapatkan materi 8 aspek perkembangan anak balita. Jadi tunggu apalagi segera gabung dengan kelompok BKB yg sudah ada disetiap kelurahan/Desa/Nagari. Ok. 1 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
