Dari tapian ka Sawah Lunto, sayang Sawah Lunto bukik barantai Parasaian badan, parasaian badan, sarupo iko, sayang Aie mato, jatuah badarai
Orang-orang Minang generasi saya, mungkin tidak ada yang tidak mengenal bait-bait lagu "Dari tapian ka Sawah Lunto" yang dilantunkan oleh suara emas biduan Orkes Gumarang Anas Yusuf di akhir tahun lima puluhan. Saya pernah ke Sawah Lunto ketika masih kecil sekali sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas mengenai Kota tersebut. Hari ini Koran Kompas menurunkan artikel dengan nuansa mengenai yang cukup positif mengenai Kota tersebut dengan judul: "Sawahlunto, Kota Arang yang Terjaga" (http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/04/02153482/sawahlunto.kota.arang.yang.terjaga) dan "Kereta Api, Transportasi Batu Bara" (http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/04/02155655/transportasi.batu.bara) Wassalam, HDB SBK (65+) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
