Riri, kalau untuak STSI surang ambo setuju mambiakannyo jalan surang. Nan kito inginkan kan saluruah Ranah maju, paliang indak untuak Padang Panjang. Lagi pulo kan sayang baitu banyak potensi wisata di padang Panjang indak basinergi.
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) Alternate e-mail address: [email protected]; [email protected] --- On Sun, 1/4/09, Riri Chaidir <[email protected]> wrote: From: Riri Chaidir <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Wisata Seni Budaya ke STSI Padang Panjang. To: [email protected] Cc: "WEST SUMATRA TOURISM BOARD" <[email protected]> Date: Sunday, January 4, 2009, 7:43 PM Pak Saaf, Satau ambo, STSI Padangpanjang ini malah sudah "jauh berlari" dan go international. Ini bisa dilihat dari berbagai berita di websites. Kalau ini memang benar, lebih baik dibiarkan dulu lah dia "berjalan di jalannya", tidak usah dipaket2kan dulu. Riri Bekasi, L 46 2009/1/4 Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Assalamualaikum w.w. rekan-rekan para pegiat wisata Sumatera Barat, Saya teruskan artikel di Pos Metro Padang tentang Wisata Seni Budaya di STSI Padang Panjang ini, sebagai salah satu lokasi yang respresentatif untuk paket Wisata Seni Budaya, di samping wisata alam, wisata sejarah, dan lain-lain. Rasanya belum banyak terdengar STSI dijadikan obyek wisata, bisa masuk dalam paket KA Wisata. Bisa masuk salah satu acara dalam Sarasehan Pariwisata Sumbar yang akan datang. Omong-omong, rasanya Padang Panjang berpotensi untuk menjadi tujuan wisata kedua setelah Bukit Tinggi , karena: berada di jalur KA Wisata Padang-Sawah Lunto, udara nyaman, pemandangan indah, ada STSI, ada Sekolah Dinyah Putri, ada sekolah Thawalib yang bersejarah, ada Radio PCA pinjaman dari Belanda, ada stasiun BMG, ada SMA 1 Teladan di lokasi yang juga warisan Belanda, ada asrama batalyon yang 160 tahun yang lalu pernah diserbu orang Batipuh pasca Perang Paderi, ada PDIKM, ada Minang Village, ada restoran Mak Datuk, ada Sate Syukur, ada Lubuk Mata Kucing, ada pabrik kapur di Bukik Tui, ada Pacuan Kuda Bancah Laweh. [Jangan lupa di Aia Angek ada Rumah Puisinya Bung Taufiq Ismail ]. Cukup untuk wisata tiga hari. Rasanya yang kurang adalah hotel yang representatif. Tolong pak Aim garap bersama teman-teman di PHRI dan ASITA. Rasanya pas untuk diacarakan bulan Juni dan Desember setiap tahun. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) Alternate e-mail address: [email protected]; [email protected] Jalan-Jalan ke STSI Padangpanjang, Dari Seni Tradisi Hingga Kontemporer pdf | cetak | Pos Metro Padang, Minggu, 21 Desember 2008 Padangpanjang memang kaya dengan aset wisata yang menawan. Bukan hanya wisata alam seperti Lubuak Mato Kuciang atau wisata semi modern seperti Minang Fantasy. Namun, dunia pariwisata Kota Serambi Mekkah ini juga dikenal dengan wisata seni kampus yaitu Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Padangpanjang. Sebagai satu-satunya lembaga pendidikan tinggi seni di pulau Sumatera, STSI sangat kaya dengan karya berupa pertunjukan, karya rekam, hingga karya rupa. Karya-karya tersebut kerap di pertunjukkan atau di pamerkan pada momen-momen seperti musim ujian tugas akhir, dies natalis, ujian semester, penerimaan tamu, dan lain-lain. Puluhan karya pertunjukkan berupa pemetasan teater, musik orkestra klasik dan modern, musik tradisi, tari tradisi dan kontemporer dapat disaksikan di kampus ini. Karya rekam berupa film cerita dan dokumenter, rekaman musik, video art dan lain-lain. Karya rupa berupa lukisan, patung, kriya, kerajinan, tekstil, fotografi dan lain-lain. Untuk karya pertunjukan dan videografi bisa dinikmati di gedung Pementasan Hoerijah Adam yang berstandar internasional, Auditorium Boestanul Arifin yang elegan, Gedung jurusan teater yang bernansa kontemporer, Gedung musik nusantara yang kental dengan nuansa tradisi atau yang di gelar di tempat terbuka seperti taman-taman nan indah di dalam kampus. Yang luar biasa, karya-karya tersebut bisa dinikmati secara free alias gratis! Hal ini sangat menarik, bila dibandingkan dengan sebuah konser musik klasik skala Jakarta dimana seorang penonton harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah hanya untuk memesan satu kursi. Sementara konser yang tak kalah hebatnya bisa dinikmati di STSI tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun. Untuk karya rupa bisa dinikmati di gallery seni murni, gallery kriya, jurusan televisi, dan kerap juga di gedung-gedung pertunjukan. Sementara proses penciptaannya bisa dilihat di bengkel-bengkel kriya, studio seni murni, dan studio televisi. Kita bahkan bisa mengikuti proses penciptaan sebuah karya. Setiap hari selalu ada proses latihan untuk pertunjukan atau pembuatan karya rupa. Sebagai tamu, anda akan beruntung bisa bertemu langsung dengan sang seniman untuk berdiskusi atau sekedar mengikuti geliat penciptaan karya yang dilaluinya. Wisata Seni Budaya Melirik STSI Padangpanjang kita akan bisa melihat kebudayaan tari Minangkabau yang merupakan salah satu cabang seni daripada produk budaya itu dan terdiri dalam kategori tari tradisi, tari entertainment dan tari kontemporer (contemporary). Tari-tari tradisi Minangkabau yang umumnya tidak diketahui siapa penciptanya. Tarian jenis ini hidup dan dikenal sebagai milik suatu daerah dalam budaya Minangkabau, dipelihara oleh masyarakat daerahnya dan dinyatakan sebagai identitas kedaerahan. Beberapa dari tarian tradisi itu bahkan harus disebutkan nama daerah pemiliknya seperti Mancak Kotoanau, Sado Pariangan, Piriang Saniangbaka dan lain sebagainya. Tari Minangkabau entertainment adalah jenis tarian hiburan yang ditata oleh penata tari Minangkabau dengan menggunakan vokabuler tari tradisi Minangkabau. Beberapa di antaranya telah dikenal dan disukai oleh para penari dan grup-grup kesenian di Indonesia, di Malaysia dan di negara-negara yang banyak perantau Minangnya. Tari Minangkabau jenis ini sering dipakai untuk memeriahkan acara-acara hiburan tertentu, seperti helat kawin, pembukaan atau penutupan konferensi, promosi pariwisata dan lain sebagainya. Tari Minangkabau kontemporer agak sulit ditiru dan dilakukan oleh siapa pun kecuali oleh koreografer penciptanya bersama penarinya. Salah satu ciri utama dari tarian jenis ini adalah individualitas koreografernya. Beberapa karya koreografi sekaligus koreografernya, telah dikenal melampaui batas geografis Sumatera Barat. Tarian jenis ini sering ditampilkan pada berbagai festival-festival seni serius dan konferensi-konferensi yang mengusung issue kehidupan seni pertunjukan dan sosial yang umumnya dilakukan pada dunia akademis. Adalah Hoerijah Adam, koreografer Minangkabau yang pertama kali mengubah orientasi Tari Minangkabau pada 1968-1971, yang sebelumnya berasaskan pada gerak Tari Melayu kepada gerak yang berasaskan pancak (silat) Minangkabau (Sal Murgiyanto, 2000). Usaha tersebut dilakukan mengikut kepada perspektif tari tradisi Minangkabau yang juga berasaskan kepada gerakan pancak. Oleh Sal Murgiyanto, Hoerijah Adam disebut sebagai redefining Minangkabau dance (peneguh kembali Tari Minangkabau). Pada tahun 1987, Gusmiati Suid bersama group Gumarang Sakti tampil pada forum festival dan seminar teater internasional di Calcutta, India. Penampilan group tari Minangkabau yang diwakili oleh Gusmiati Suid itu, telah membukakan mata dunia secara lebih luas terhadap fenomena pancak (silat) Minangkabau sebagai asas daripada gerak Tari Minangkabau. Sejalan dengan itu, keberadaan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) sebagai lembaga pendidikan tinggi kesenian di Sumbar, dulu bernama Konservatori Karawitan (KOKAR) Jurusan Minangkabau, berdiri 1966, seterusnya berubah nama menjadi Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) Padangpanjang yang ikut memberi pengaruh terhadap wacana perkembangan tari Minangkabau. Di lembaga ini kegiatan menggali, membina dan mengembangkan tari tradisi Minangkabau (pamenan) sangat digalakkan. Aktivitas menggali dan membina dilakukan melalui proses pembelajaran, penelitian, magang, dan latihan-latihan di studio yang melibatkan seniman-seniman tradisi tempatan. Dalam perjalanannya sampai saat ini, lembaga tersebut telah pula melahirkan para koreografer Minangkabau yang berkiprah dalam medan juang tari Indonesia, sehingga ikut mempengaruhi pembentukan identitas Minangkabau dalam tari dan memberi dampak yang luas kepada masyarakat umum. Sekarang, para koreografer itu berada tersebar pada berbagai daerah di dalam dan di luar Sumbar. Seperti, Tari Minangkabau yang berkembang di Malaysia, adalah jenis tarian entertaintment yang didapatnya melalui program muhibah kebudayaan Sumatera Barat sejak tahun 1970-an. Umumnya program muhibah itu diwakili oleh group Syofyani, team kesenian ASKI/STSI Padangpanjang. (*) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
