Guna Mendukung Solidaritas untuk saudara-saudara kita yang ada di Palestina
saya lampirkan berita berikut ini
Saturday, 03 January 2009

Pembantaian berlanjut…. 70 anak menjadi syuhada.

[image: Image]

*Gaza**: *Pesawat-pesawat tempur Zionis Israel terus membombardir Jalur
Gaza. Rudal-rudalIsrael menghancurkan rumah-rumah warga yang terisolir.
Hingga, Sabtu (03/12) pagi, lebih dari 437 Palestina gugur dan 2300 terluka,
400 lainnya dalam kondisi sangat kritis.

Direktur Pelayanan Ambulan dan Gawat Darurat Departemen Kesehatan Palestina,
Dr. Muawiyah Husnain mengatakan jumlah korban meninggal anak-anak mencalai
lebih 70 anak dan jumlah kaum wanita yang meninggal mencapai lebih dari 34
jiwa. Selebihnya adalah warga sipil. Dia menyatakan bahwa kondisi di rumah
sakit-rumah sakit Jalur Gaza sangat buruk.

Selama Jum'at (02/01), sebanyak 12 orang Palestina gugur di antaranya adalah
6 bocah dan seorag wanita dalam rangkaian bombardemen yang dilancarkan
pesawat-pesawat tempur Zionis Israel.

Pembantaian paling biadab terjadi pada hari Kamis (01/01). Rudal-rudalIsrael
menggempur rumah pemimpin Hamas Dr Nazar Rayyan di Jabaliya, wilayah utara
Jalur Gaza, yang merupakan daerah pada penduduk. Sebanyak 16 anggota
keluarga gugur, termasuk 4 istri Rayyan dan 9 anaknya laki-laki dan
perempuan.

Pesawat-pesawat tempur Zionis Israel terus melancarkan serangan secara
massif ke Jalur Gaza. Mereka focus pada wilayah-wilayah perbatasan di Beit
Hanun, kampung at Tufah, dan Jabaliya timur laut Jalur Gaza. Hal ini
dilakukan Israel sebagai persiapan untuk melancarkan serangan militer darat
ke Jalur Gaza.

Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan
bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza
sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan
korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah
puing-puing reruntuhan.

Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat
kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105
jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya
stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga
nol.

Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada
gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan
pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum
pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel. Dia
mengatakan, "Agresi terjadi di tengah-tengah sikap diam Arab yang membunuh
dan persekongkolan dunia."

Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur
isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur
fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk
mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di
atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah
sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di
saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim
obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil
ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.

Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk
pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza.
Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian
diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya.

Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem
mengatakan, "Ada kesulitan membawa korban ke luar Jalur Gaza. Padahal ada
banyak korban luka yang sangat serius. Apapun upaya membawa korban dengan
tidak aman justru membuat hidup mereka terancam bahaya. Kami masih ingat
meninggalnya 6 korban luka di Arisy terakhir."

Dia mengatakan, "Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil."
Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir
masuk ke Gaza untuk mengevakuasi korban namun mereka menolak dengan alasan
politik. Naeem mengatakan, "Siapa yang ingin membantu rakyat Palestina dalam
ujian ini maka harus memudahkan sampainya tim dokter dan rumah sakit
lapangan masuk secepatnya pada saat-saat sulit di Jalur Gaza."

Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka
untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan
Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan
mereka.

Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah
berada di sisi Jalur Gaza dari gerbang Rfah sejak pagi untuk menerima
bantuan medis Arab, namun otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk
hingga saat ini.
Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu
seperti Qatar, Arab Saudi dan Libia. Namun pihaknya kembali meminta Mesir
mempermudah masuknya bantuan ini dan membuka gerbang untuk masuk tim tim
medis ke Jalur Gaza. *(Sumber:infopalestina)

dari http://www.knrp.or.id/
*

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke