Senin, 05 Januari 2009

MEDAN, METRO--Sekitar 5.000 kuburan muslim Minang, di atas lahan seluas 87 x
40 meter persegi yang telah diwakafkan almarhum Amin ke BM3 di Gang
Perwira/Sosila Lingkungan XI, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimon,
sudah menjadi incaran pengembang perumahan.
Bahkan, bukan hanya perkuburan Muslim Minang ini saja, yang menjadi incaran
pengembang perumahan, akan tetapi perkuburan muslim Jawa, perkuburan Arab
dan perkuburan Mandailing, yang wilayahnya di pinggiran sungai Babura juga
tidak luput menjadi incaran pengembang.

Warga menuding PT Kastil Kencana yang berada di Jalan Sei Deli mengincar
lahan di pinggiran sungai tersebut. Tahun 2007 lalu, pihak pengembang ini,
telah berhasil menggusur seratusan kuburan muslim Jawa di areal yang
berdekatan dengan perkuburan muslim Minang. Dengan alasan AMDAL, untuk
pelurusan sungai Babura, warga terpaksa harus memindah keburan di pinggiran
sungai tersebut. Yang ketika itu, untuk pemindahan kuburan tersebut, warga
yang setuju mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 3 juta.

Pemindahan lahan kuburan tersebut sukses, melalui perantara atau calo
bernama Nur Asri, yang dikalangan warga sekitar oknum ini cukup dekat dengan
PT Kastil Kencana, merasa mulus dengan pekerjaan yang dilakukannya, maka
untuk itu Nur Asri diangkat menjadi nazir kuburan muslim Minang oleh Lurah
Sei Mati Drs Ahmaddin Harahap, dan KUA Abdul Hamid.

“Gara-gara, menjadi calo kuburan inilah Nur Asri, menjadi kaya mendadak.
Bayangkan saja, dia berhasil me-mark up kepada PT Kastil. Nah, ini mau
mereka buat kembali untuk menjual lahan kuburan, makanya warga sangat
menentang,” tegas Zulham.

Bahkan bukan Zulham saja yang menentang, tapi warga di sekitar tanah
tersebut pun juga menentang keras. Sebut saja namanya Wati. Ibu rumah tangga
ini cukup emosi ketika menceritakan peristiwa tersebut. Didampingi beberapa
puluh warga yang masih menjagai perkuburan muslim Minang tersebut, dia
menceritakan sepak terjang Nur Asri, sehingga bisa diangkat menjadi nazir
kuburan secara sepihak dari lurah dan KUA.

Ia,juga mengatakan, untuk mengambil tanah kuburan ini saja, warga
diprovokasi oleh mereka, bahkan diadu domba.Gara-gara provokasi inilah,
warga sempat salah paham, yang pada akhirnya selasai. “Karena, warga juga
masing-masing mempertahankan kuburan tersebut,” tegasnya.

Perkuburan muslim Minang, bukan warga sekitar saja yang dikebumikan, namun
warga dari kelurahan lainnya juga dikebumikan. Dari Pantai Burung, warga
Halat, warga Bromo juga yang orang Minang dikebumikan di sini. Pada saat
ini, perkuburan tersebut sudah over kapasitas. Namun, untuk menguburkan
jenazah yang baru, sanak keluarga yang pernah kebumikan tersebut harus
tumpang sari untuk sesama keluarga. (rud/sp/rpg/jpnn)

http://www.posmetropadang.com/content/view/10885/2623/

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.552 / Virus Database: 270.10.2/1874 - Release Date: 04/01/2009
16:32
 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke