Pak Defian,
Terimakasih atas tanggapannyo... Salam kenal kumbali...samoga kito
bisa manjalin siraturahmi malalui rantaunet ko.
Wassalam
Santi M

On Jan 6, 3:53 pm, Defiyan Cori <[email protected]> wrote:
> Subhanallah sanak Santi...mudah2an jadi hikmah buat kita semua...
> Salam kenal dari ambo...sedikit pengalaman saya bhw masih banyak yang hari 
> gini tidak dapat makan dengan enak, apalagi restoran Sederhana..
> Selama saya di PPK kasus2 seperti ini banyak dijumpai didaerah lain...
> Di Minangkabau sanak,dulu mungkin hanya legenda anak ndak kenal sama orang 
> tuanya (Ibunya), yaitu Malin Kundang, pada Tahun 2006/7 (kalau tidak salah) 
> di Padang, ada anak yang bunuh Ibunya hanya karena minta tolong ambilkan 
> sesuatu..
> Kebetulan anak itu baru pulang pula dari rantau...
>  
> Demikian, semoga Sumatera Barat semakin dapat mengambil hikmah dan pelajaran..
>  
> Salam dan Maaf
> Defiyan Cori L/40
>
> --- On Tue, 1/6/09, cantik2310 <[email protected]> wrote:
>
> From: cantik2310 <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Ibunda.. oh Ibunda
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, January 6, 2009, 11:29 AM
>
> Sekedar sharing cerita
> oleh : Santi Martin
>
> sebulan yang lalu pada satu kesempatan saya mengikuti Pelatihan
> sholat Khusuk yang diadakan oleh Yayasan Ihsan Nurani Bukittinggi.
> Training yang diadakan seharian penuh itu dimulai pada pukul 8 pagi
> hari.Training diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat.. yang
> menurut Ustad Budi yang memberi pelatihan hari itu.. kami yang hadir
> murnilah diundang oleh Allah.. saya berpikir dalam hati.. mungkin
> pernyataan ustad Budi itu benar... beberapa hari sebelum pelatihan
> dimulai saya sibuk mengajak beberapa kerabat dan keluarga dekat
> maupun jauh untuk ikut serta, saya tidak menyebutkan bahwa training
> tersebut dipungut biaya (hanya Rp.50.000,- per orang dan itupun
> untuk konsumsi peserta seharian penuh) karena dalam hati saya sudah
> berniat... bila saudara dan sanak keluarga atau kerabat yang mau
> ikut bergabung dengan saya pada hari itu... konsumsinya saya yang
> akan bayarkan.
> Tapi apa yang terjadi... dari lebih 15 orang yang sudah saya ajak...
> tidak satupun berminat.. meskipun saya yang akan membayarkan
> konsumsi mereka. Akhirnya minggu pagi itu saya berangkat dengan
> putra bungsu saya "Habib", semula anak kecil yang berumur 9 tahun
> itu juga terlihat ogah-ogahan untuk ikut.. tapi melihat saya memohon
> agar dia menemani.. maka Habib pun ikut dengan saya.
> Palatihan berjalan dengan khusuk.. anakku Habib juga terlihat sangat
> antusias mengikuti apalagi dia selalu ditunjuk oleh Ustad Budi untuk
> kedepan memberi contoh gerakan dan kebetulan dia peserta yang kecil
> waktu itu.
> Ketika jam makan siang tiba... setelah melaksanakan sholat zohor
> berjamaah.. semua peserta tak segan-segan menyerbu nasi kotak dari
> Restaurant Sederhana yang telah disiapkan panitia. Aku duduk agak
> kebelakang, ikut bergabung dengan dua orang Ibu disana, salah
> seorang Ibu (menurut perkiraan saya usianya sekitar 40th) tidak ikut
> menyantap makanan yang telah diambil dari Panitia, nasi kotak itu
> terlihat masih utuh terletak disampingnya. Penasaran saya
> bertanya.. "Ibu tidak makan? tidak lapar atau sedang puasa?"
> pertanyaan saya meluncur seperti air.. si Ibu itu hanya tersenyum..
> menjawab dengan tenang.. "ya lapar sih kan sudah lewat jam 1 siang..
> tapi nasi ini lebih baik saya bawa pulang.. putra saya sudah lama
> menginginkan nasi ramas restorant sederhana, tapi karena tak sanggup
> membelinya..sampai sekarang belum bisa dikabulkan harapan anak saya
> itu".. saya tertegun... nasi yang sedang berada ditenggorokan saya
> tiba-tiba menjadi terasa berat untuk ditelan.Dalam hati saya
> berpikir... hari gini... ternyata masih ada Ibu yang tak sanggup
> membelikan meskipun sebungkus nasi ramas untuk anaknya?..tapi
> melihat kesungguh2an Ibu itu... saya percaya.." saya kesini diundang
> Ibu Devi dan beliau yang bayarkan" begitu sang ibu menjelaskan
> seperti tahu apa yang ada dalam pikiran saya. Kontan saya ingat
> bahwa saya mempunyai dua nasi kotak, satu jatah putra saya yang
> tidak disentuh sedikitpun oleh dia karena putra saya sampai usia 9
> tahun tidak bisa makan nasi. Saya berikan nasi itu pada sang Ibu.
> Setelah sedikit basa-basi akhirnya sang Ibu besedia makan sama-sama
> dan sekotak nasi lagi bisa dibawa pulang untuk putranya yang sebaya
> juga dengan anakku Habib.
> Kejadian ini benar2 membuat hati saya haru pilu dan rindu pada mama
> di rumah.. terbayang oleh saya wajah tua mama...dan terbayang ketika
> saya masih kecil dulu... setiap pulang dari acara rapat di kelurahan
> atau dipertemuan2, mama selalu membawa kue dan nasi jatahnya pulang
> kerumah untuk kami makan bersama-sama... aku baru sadar.. tentulah
> ketika itu mamaku seperti Ibu yang menahan laparnya demi mengingat
> sang anak.. katena kehidupan kami yang juga tak begitu baik ketika
> masa kecilku.. mama.. terima kasih atas cinta yang tak terkira.
>
> Pernah aku mendengar pepatah yang dijadikan lagu
> "kasih ibu tiada terkira
> kasih ayah sepanjang masa
> kasih saudara selagi ada.....dst...
>
> Demikian saja... semoga kisah yang saya alami ini bisa diambil
> hikmahnya bagi kita semua setidaknya mari kita mengingat.. betapa
> Ibu, Mama, Amak, mande atau apapun sebutan pada beliau...mencintai
> anaknya sepanjang masa.(saya iangat mama saya pernah berkata..
> meskipun alah di karongkongan..kalau anak nan mamintak.. bialah di
> kalua-an baliak, ndak kayu janjang di kapiang)
>
> Bagi kita yang masih punya Ibu...silahkan jumpai mereka pandang
> wajahnya dan berterima kasih atas pengorbanannya dan mohon maaf
> selagi masih bisa. BAgi yang Ibundanya telah tiada senantiasalah
> berkirim doa semoga beliau mendapatkan kebaikan dialam sana.. karena
> kalau saya tidak salah pernah mendapat ajaran bahwa "doa anak yang
> sholeh untuk Ibunya, Insya Allah akan dikabulkan Tuah"
>
> Wassalam untuk semua,
>
> Santi Martin
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke