Adidunsanak di Palanta RN Ada dua pendapat yang saya ketahui tentang penyebab matinya ikan-ikan nelayan keramba di Danau maninjau, tapi maaf mana yang benar itu kita serahkan pada yang ahli dalam bidang ini. Kejadian ini seperti yang disampaikan IJP bukan sekali dua kali lagi terjadi keracunan ikan dalam keramaba (1997 dan 2000)
Pendapat yang pertama Tingginya kadar belerang atau zat-zat beracun didasar danau (lumpur) yang mengakibatkan matinya ikan, lumpur2 beracun ini ketika terjadi misalnya gempa tektonik maupun vulkanik air danau ibaratnya seperti air dibaskom diguncang yang ada endapannya selama ini diam, naik keatas sehingga kualitas air permukaan danau menjadi tercemar oleh zar belerang dan zat2 lainnya yang beracun dan mengakibatkan matinya ikan dalam keramba Pendapat yang kedua Ikan mati itu dapat disebabkan oleh makanan ikan karamba yang diberikan tiap hari oleh pemeilik keramba. Prosesnya adalah bahwa tidak semua makanan ikan tu habis termakanan oleh ikan ketika ditaburkan, sebagian akan mengendap ke bawah danau. nah lama-kelamaan makanan itu membusuk sehingga kadar COD dan BOD meningkat. Kadar COD dan BOD ini akan naik ke atas jika terjadi upwelling (maaf kl salah eja) alias perputaran arus ke atas maka COD dan BOD akan naik sehingga oksigen terlarut dalam air akan berkurang atau habis. nah kalau ga ada oksigen janagan ikan, kitapun akan liwat. Bagi yang baru dengar istilah COD BOD sedikit saya terangkan : COD (Chemical Oxigen Demand and BOD Biological Oxigen Demand) adalh kumpulan bahan kimia dan biologi yang ketika terurai secara alamiah mebutuhkan oksigen. Nah istilahnya ikan dan COD BOD rebutan oksigen. Kejadian ikan mati biasaya ketika mendung menjelag hujan dimana anngin bertiup tidak ada sehingga ketersediaan udara tidak ada, ibarat akuarium tak ada gelembung udaranya. Dari hal diatas ada baiknya pihak-pihak yang berkompeten yang hali dibidang ini (Lingkungan, Perikanan, Ekosistim dll) perlu melakukan penelitian ilmiah yang lebih konfrehensif dan bisa dipertanggungjawabkan, jika memang telah diketahui segala parameter penyebab keracunan tersebut tentu akan didapat tindakan-tindakan dini untuk pencegahan keracunan ikan di keramba, paling tidak nelayan bisa menyelamatkan ikan ini lebih awal sehingga tidak menanggung rugi total yang begitu hebat (Jo pokok-pokok diguluangnyo), Seperti halnya teknologi pendekteksian secara dini atau sinyal bahaya saat ini dengan segala teknologi terintegrasi yang telah dipasang didaerah pesisir sumbar yang katanya memberikan peluang bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri jika terjadi Gempa yang berpotensi terjadinya Tsunami. Nampaknya perlu juga diterapkan deteksi Dini ini di danau maninjau sehingga bahaya zat beracun ini paling tidak dapat di duga akan terjadi dengan melihat segala indikator pencemaran air dari zat-zat beracun seperti yang disampaikan IJP ini, alat pengukur PH, COD, BOD dan lainsebagainya yang terintegrasi dan serba komputerais. Mungkin disinilah peran lembaga-lembaga atau badan-badan penelitian baik dari Pemerintah dan Universitas/Institut bekerjasama dengan lembaga donor dari luar negeri sepertinya sistem terpadu peringatan dini bahaya Gempa dan Tsunami yang telah dilaksanakan. Melihat kondisi serta membaca berita ini sangat kasihan dan iba hati kita terhadap saudara-saudara nelayan di danau Maninjau, inilah sesungguhnya sector rill yang sejati berdenyut di tingkat masyarakat kebanyakan (badarai), dampaknya jelas akan beruntun, modal hilang, keuntungan yang dibayangkan pupus hasilnya daya beli masyarakat melemah, pasar-pasar tradisional diseputar Maninjau kurang bergairah, Belum lagi Danau maninjau sebagai salah satu ikon parawisata akibat pencemaran bangkai ikan dan baun busuk jika dibiarkan tentu akan mengundang berbagai penyakit akibatnya akan mengurangi kunjungan wisata ke Danau Maninjau, belum lagi kerugian secara psikologis yang diderita nelayan. Entahlah jika kejadian ini telah berulang kali belum juga ada tindakan, kok masuak jatuah balambim kito dalam lubang yang samo bakali-kali...baa tu..namonyo. Itu saja dari saya, terlebih terkurang mahon maaf, mungkin sanak yang punya basic edu di bidang Lingkungan dan Perikanan bisa menambahkannya, saya hanya praktisi dilapangan yang juga pernah menangani bidang Lingkungan dan sosial. Wass-Jepe (43, Pku) Catatan ________________________________ Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]> Kepada: Rantau Mail <[email protected]> Terkirim: Rabu, 7 Januari, 2009 09:21:08 Topik: [...@ntau-net] racun belerang di maninjau Ikan2 mati lagi di maninjau. Kerugian petani lebih dari 100 Milyar. Duh, sungguh petaka bagi petani2 ikan di sana, kerugian yg luar biasa. Beberapa waktu lalu, saya keliling Maninjau, jumpa dg salah satu petani ikan, diskusi kemana2, tmsk soal mata pencarian utama sbg petani ikan. Pak Tani yg cerdas dan well inform ini mengeluhkan harga pelet ikan yg mahal dan menyatakan keheranan, knp Indonesia yg punya garis pantai yg panjang tdk bisa bikin pabrik pelet alias tepung ikan, sbg makanan ikan darat atau danau. Saya takjub dengan pengetahuan bpk tua ini. Skrg, mungkin bpk ini lebih byk lagi yg dia pikirkan. Apakah ada yg tahu di milis ini ttg sistem peringatan dini mencegah kerugian lbh besar? Adakah teknologi utk mengukur ph atau "tensi" air yg mengandung belerang? Krn ikan2nya di keramba, tentu butuh waktu utk belerang sampai ke air di permukaan dan mencemari seluruh area? Ikan di keramba kan dekat dg permukaan, sementara sumber letusan belerang jauh di dasar danau. Ikan2 mati ini terjadi juga tahun 1997 dan 2000. Mohon pencerahannya. Ijp Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
