Pandapek Eni Kamal (ahli perikanan laut) ko ruponyo samo jo pandapek urang 
Dinas Perikanan Agam (liek: 
http://www.padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=3048). Kalau manuruik 
Profesor Hafrijal Syandri (inyo ko ahli budidaya perikanan air tawar jo rektor 
di UBH) mangecekan sabaliaknya, nan kini 13 ribu keramba apung alah terlalu 
banyak. Iko beritanya di bawah (bisa liek pulo di: 
http://padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=3061).
 
Abo satuju jo Sanak Jepe, para ahli perikanan ko ditambah jo ahli lingkungan, 
geologi, pariwisata, dan tata ruang mesti diajak berseminar mancari solusi masa 
depan yang bagus untuk Danau Maninjau. Kalau dapek tambak ko bisa pulo 
dijadikan objek wisata (manangkok ikan lansuang panggang!).
 
Syof (38+/Padang)
 

 
 
 
Jumlah Petani Tambak di Danau Maninjau Melebihi Daya Dukung 

PadangKini.com | Kamis, 8/1/2009, 16:59 WIB

PADANG--Pakar Perikanan Universitas Bung Hatta Profesor Hafrijal Syandri 
mengatakan, jumlah petani tambah di Danau Maninjau terlalu banyak dan sudah 
melebihi dayang dukung perairan tersebut.
 
"Saat ini setidaknya terdapat 13 ribu keramba disana, seharusnya hanya 1.450 
keramba dengan syarat satu keramba isinya 300 kilogram ikan dengan jarak 50 
meter dari pinggir danau," kata Hafrijal yang juga Rektor UBH, Kamis (8/1).
 
Menurut 'pakar bilih' tersebut, matinya ikan di Danau Maninjau karena adanya 
pergeseran air permukaan yang disebabkan hujan deras."Terjadi pembalikan massa 
air danau, di dasar yang banyak mengandung nitrat, sulfur dan amoniak naik ke 
permukaan sehingga perairan kekurangan oksigen.
 
"Kondisi diperparah dengan tingginya populasi ikan sehingga pakan dan kotoran 
juga meningkat," katanya.
 
Untuk mengantisipasi hal ini ke depan, Hafrijal menyarankan agar petani tambak 
tidak melakukan pemeliharaan selama musim hujan yakni November hingga Februari.
Selain itu ia juga menyarankan petani beralih memelihara ikan jenis lain 
seperti patin dan gurame dan tidak memelihara ikan mas dan nila.
 
"Sebab patin dan gurame cukup tahan dengan kondisi tersebut, kebetulan saya 
juga memelihara empat ton gurame dan tiga ton patin di Danau Maninjau, semuanya 
selamat, tidak mati," katanya.
 
Sebenarnya, ikan yang kekurangan oksigen dapat diketahui sehingga upaya 
penyelamatan dapat dilakukan secepatnya. "Kalau nafsu makan ikan berkurang dan 
mulai lari ke pinggir danau, berarti air kekurangan oksigen," kata Hafrijal. 
(oca)

--- On Fri, 9/1/09, Jupardi <[email protected]> wrote:

From: Jupardi <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: racun belerang di maninjau
To: [email protected]
Date: Friday, 9 January, 2009, 10:03 AM








Sanak Nof dan Dunsanak di Palanta
 
Tarimo kasih buek sanak Nof nan rajin dan rutin ma infokan berita nan angek 
diranah minang, berita nan dibawah ko nampaknyo lai sajalan jo postingan ambo 
nan tadahulu yaitu menyangkut Tata Ruang Wilayah seputar Danau Maninjau yang 
perlu dikaji dan diTata ulang pemanfaatannya selama ini tidak terarah atau 
bahaso lainnya “basilemak peak” sajo dalam memanfaatan ruang baik di danau 
maupun daerah seputar Danau. Tentunya Penataan tata ruang ini harus dilindungi 
dengan payung Hukum agar bisa menjadi pegangan berkekuatan hukum bagi semua 
sector beserta instansi teknis terkait dalam pemanfaatan Danau baik dari segi 
ekosistim, Ekonomi dan Sosial.
 
Nah seperti postingan saya terdahulu menurut Pakar sesuai dengan judul berita 
ini masa cooling down/recovery atau masa Puso tersebut adalah 6 Bulan, inilah 
kesempatan untuk menata kembali peruntukan Danau Maninjau,   Menurut pakar 
ekologi etika lingkungan hanya 1/20 keramba yang diperbolehkan (ini sedikit 
agak membingungkan kalimatnya diberita tersebut, mungkin 1/20 dari luas total 
Danau Maninjau)  yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk budi daya ikan 
keramba apung. Selama ini tidak pernah dikaji Pemda. Kedepan tentunya perlu 
dikaji dimana 1/20 ini diposisikan dengan melihat ekositim, karakteristik 
danau, daerah Aliran sungai, Topografi, kecendurngan iklim/cuaca (siklus 
iklim). Jadi penataan daerah tersebut (Deliniasi) perlulah kiranya dipercepat 
dan dilaksanakan dengan segera tentunya melibatkan para ahli dibidangnya, 
konsultan perencana, dinas/instansi teknis terkait.
 
Semoga ke depan dengan tertata lebih baik lagi peruntukan kawasan Danau mainjau 
dan sekitarnya tidak terjadi lagi hal seperti ini yang bukan sekali tapi telah 
berulang kali terjadi,  paling tidak kejadian matinya ribuan Ton ikan hasil 
budi daya masyarakat di Danau Maninjau  bisa diminimalisir dengan melihat 
fenemona alam selama ini serta memperhatikan keseimbangan ekosistim disekitar 
Danau.
 
Was-Jepe
 


      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke