SanakSyof
Cocok bana tu..terintegrasi namonyo tu ndak..ado wisata alam lalu wisata kuliner..tangkok ikan iduik2 dikaramba...lalu dibaka..yo lomak tu mah sambia duduak-duduak di pondok2 sampiang karamba, mancaliak pamandangan Danau jo bukik2 nan mengelilingi danau, nan kito caliak salamo ko..dibalakang laman hotel atau penginapan lokasi parawisata..iyo karamba sansai sajo..nah kok di tata ulang setelah kejadian ko sesuai jo kajian para pakar tu..kan iyo rancak mah..jadi disiko istilahnyo ado kelimpahan....yo itu tadi daya dukung alam (danau) tidak seimbang lagi dengan jumlah keramba dan ikan....semua itu bisa dihitung kok oleh pakar....tapi kok dibaco berita ko Pak Syof...ikan Pak Harrijal 4 Ton Gurame..3 Ton Patin ndak mati..bisa selamat ikan Prof kito ko yo..berarti kerugian nan diberitakan 100 Milyar labiah tu..ikan Pak Prof indak masuak etongan mah..he..he..lumayan juo ko mah ko rato2 hargo per Kg 8 ribu..lai salamaik modal Pak Prof sekitar Rp 56 Jutaan...paralu kironyo Pak Prof Hafrijjal memberikan Ilmunya bagi masyarakat mah baa caronyo menyelamatkan ikan bilo kondisi ko tajadi Manuruik ambo berdasarkan pengalaman praktis dilapangan..kok iyo ikan tu mati dek karano oksigen kurang..onde itu yo sio2 bana rasonyo apo sebab..ilmu manantukan kadar oksigen di aia ko indak bana rumik2 do..artinyo sajak dini malah menurut berita Sanak Nof ko (Padangkini) kecek Pak Prof kito, indicator perilaku ikan sajo bisa diketahu indak paralu alat-alat canggih serba digital dan komputerisasi Sebenarnya, ikan yang kekurangan oksigen dapat diketahui sehingga upaya penyelamatan dapat dilakukan secepatnya. "Kalau nafsu makan ikan berkurang dan mulai lari ke pinggir danau, berarti air kekurangan oksigen," kata Hafrijal Antahlah..apa Kabar Penyuluh Perikanan di Maninjau ? Wass-Jepe ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Syofiardi BachyulJb Sent: Friday, January 09, 2009 10:52 AM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Re: racun belerang di maninjau-Beda Pandapek Pandapek Eni Kamal (ahli perikanan laut) ko ruponyo samo jo pandapek urang Dinas Perikanan Agam (liek: http://www.padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=3048). Kalau manuruik Profesor Hafrijal Syandri (inyo ko ahli budidaya perikanan air tawar jo rektor di UBH) mangecekan sabaliaknya, nan kini 13 ribu keramba apung alah terlalu banyak. Iko beritanya di bawah (bisa liek pulo di: http://padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=3061). Abo satuju jo Sanak Jepe, para ahli perikanan ko ditambah jo ahli lingkungan, geologi, pariwisata, dan tata ruang mesti diajak berseminar mancari solusi masa depan yang bagus untuk Danau Maninjau. Kalau dapek tambak ko bisa pulo dijadikan objek wisata (manangkok ikan lansuang panggang!). Syof (38+/Padang) Jumlah Petani Tambak di Danau Maninjau Melebihi Daya Dukung PadangKini.com | Kamis, 8/1/2009, 16:59 WIB PADANG--Pakar Perikanan Universitas Bung Hatta Profesor Hafrijal Syandri mengatakan, jumlah petani tambah di Danau Maninjau terlalu banyak dan sudah melebihi dayang dukung perairan tersebut. "Saat ini setidaknya terdapat 13 ribu keramba disana, seharusnya hanya 1.450 keramba dengan syarat satu keramba isinya 300 kilogram ikan dengan jarak 50 meter dari pinggir danau," kata Hafrijal yang juga Rektor UBH, Kamis (8/1). Menurut 'pakar bilih' tersebut, matinya ikan di Danau Maninjau karena adanya pergeseran air permukaan yang disebabkan hujan deras."Terjadi pembalikan massa air danau, di dasar yang banyak mengandung nitrat, sulfur dan amoniak naik ke permukaan sehingga perairan kekurangan oksigen. "Kondisi diperparah dengan tingginya populasi ikan sehingga pakan dan kotoran juga meningkat," katanya. Untuk mengantisipasi hal ini ke depan, Hafrijal menyarankan agar petani tambak tidak melakukan pemeliharaan selama musim hujan yakni November hingga Februari. Selain itu ia juga menyarankan petani beralih memelihara ikan jenis lain seperti patin dan gurame dan tidak memelihara ikan mas dan nila. "Sebab patin dan gurame cukup tahan dengan kondisi tersebut, kebetulan saya juga memelihara empat ton gurame dan tiga ton patin di Danau Maninjau, semuanya selamat, tidak mati," katanya. Sebenarnya, ikan yang kekurangan oksigen dapat diketahui sehingga upaya penyelamatan dapat dilakukan secepatnya. "Kalau nafsu makan ikan berkurang dan mulai lari ke pinggir danau, berarti air kekurangan oksigen," kata Hafrijal. (oca) --- On Fri, 9/1/09, Jupardi <[email protected]> wrote: From: Jupardi <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: racun belerang di maninjau To: [email protected] Date: Friday, 9 January, 2009, 10:03 AM Sanak Nof dan Dunsanak di Palanta Tarimo kasih buek sanak Nof nan rajin dan rutin ma infokan berita nan angek diranah minang, berita nan dibawah ko nampaknyo lai sajalan jo postingan ambo nan tadahulu yaitu menyangkut Tata Ruang Wilayah seputar Danau Maninjau yang perlu dikaji dan diTata ulang pemanfaatannya selama ini tidak terarah atau bahaso lainnya "basilemak peak" sajo dalam memanfaatan ruang baik di danau maupun daerah seputar Danau. Tentunya Penataan tata ruang ini harus dilindungi dengan payung Hukum agar bisa menjadi pegangan berkekuatan hukum bagi semua sector beserta instansi teknis terkait dalam pemanfaatan Danau baik dari segi ekosistim, Ekonomi dan Sosial. Nah seperti postingan saya terdahulu menurut Pakar sesuai dengan judul berita ini masa cooling down/recovery atau masa Puso tersebut adalah 6 Bulan, inilah kesempatan untuk menata kembali peruntukan Danau Maninjau, Menurut pakar ekologi etika lingkungan hanya 1/20 keramba yang diperbolehkan (ini sedikit agak membingungkan kalimatnya diberita tersebut, mungkin 1/20 dari luas total Danau Maninjau) yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk budi daya ikan keramba apung. Selama ini tidak pernah dikaji Pemda. Kedepan tentunya perlu dikaji dimana 1/20 ini diposisikan dengan melihat ekositim, karakteristik danau, daerah Aliran sungai, Topografi, kecendurngan iklim/cuaca (siklus iklim). Jadi penataan daerah tersebut (Deliniasi) perlulah kiranya dipercepat dan dilaksanakan dengan segera tentunya melibatkan para ahli dibidangnya, konsultan perencana, dinas/instansi teknis terkait. Semoga ke depan dengan tertata lebih baik lagi peruntukan kawasan Danau mainjau dan sekitarnya tidak terjadi lagi hal seperti ini yang bukan sekali tapi telah berulang kali terjadi, paling tidak kejadian matinya ribuan Ton ikan hasil budi daya masyarakat di Danau Maninjau bisa diminimalisir dengan melihat fenemona alam selama ini serta memperhatikan keseimbangan ekosistim disekitar Danau. Was-Jepe ________________________________ New Email names for you! <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail. promotions.yahoo.com/newdomains/aa/> Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
